Menguak Strategi Wali Kota Viman di Balik Jabatan Kosong

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polemik kekosongan jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya terus menjadi perbincangan hangat. Bukan hanya soal jumlah posisi yang belum terisi pimpinan definitif, tetapi juga mekanisme pengisiannya yang dinilai lamban dan terbatas. Gara-gara hal itu, Pemkot Tasikmalaya hanya bisa mengandalkan hasil job fit atau uji kesesuaian jabatan.

Kelambanan ini berdampak besar, karena Job fit hanya memungkinkan mutasi atau rotasi horizontal, memindahkan pejabat dari satu jabatan ke jabatan lain yang setara. Tidak ada peluang promosi ke tingkat yang lebih tinggi. Berbeda dengan open bidding, seperti yang dilakukan daerah lain, yang memungkinkan pejabat dari jenjang lebih rendah untuk naik ke jabatan yang lebih tinggi. Akibatnya, delapan jabatan eselon II di Pemkot Tasikmalaya hingga kini belum juga terisi secara definitif.


Pemetaan Hasil Job Fit Dipertanyakan

Pemetaan hasil job fit pun tak luput dari kritik. Sejumlah pihak menilai, pemetaan yang kemarin dilakukan terkesan tidak berorientasi pada pemenuhan layanan masyarakat. Hal ini lantaran sejumlah SKPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik tetap dijalankan oleh pejabat pelaksana tugas (Plt).

Di antaranya adalah Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Satuan Polisi Pamong Praja. Keempat dinas ini berada di garda depan pelayanan warga, mulai dari kesehatan masyarakat, pengelolaan lingkungan, masalah klasik sampah, pencatatan administrasi kependudukan, hingga penegakan peraturan daerah. Bagi sebagian pihak, membiarkan dinas-dinas vital ini dipimpin oleh Plt berarti membatasi efektivitas kerja dan stabilitas kebijakan.

Kritik pun mengalir. Ada yang mempertanyakan orientasi Pemkot yang seolah kurang memprioritaskan penguatan sektor pelayanan. Tanpa pimpinan definitif, arah kebijakan SKPD rawan terhenti di tataran jangka pendek, sementara keputusan strategis jangka panjang bisa tertunda.


Sudut Pandang Berbeda: Menguak Strategi Wali Kota Viman

Di tengah kritik itu, pandangan lain datang dari peminat masalah kebijakan pemerintah, Diki Samani, Direktur Albadar Institute. Ia memandang kekosongan tersebut tidak semata-mata akibat kelalaian atau kurang matang, tetapi bisa jadi bagian dari strategi Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan untuk melakukan penyegaran birokrasi yang lebih signifikan.

Menurut Diki, jabatan yang dikosongkan kemungkinan memang disiapkan untuk diisi oleh wajah baru dari kalangan eselon III. Idealnya, wajah baru ini diharapkan lebih berdaya, lebih bertenaga dan tentu saja berintegritas. โ€œKalau sekarang diisi pimpinan definitif, wali kota akan terikat aturan yang melarang mutasi atau rotasi pejabat pimpinan tinggi sebelum dua tahun masa jabatan,โ€ jelasnya.

Aturan yang dimaksud Diki termuat dalam Undang-Undang ASN dan Peraturan Pemerintah tentang Manajemen ASN. Kepala daerah sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian dilarang memindahkan pejabat pimpinan tinggi yang belum genap dua tahun menjabat, kecuali dalam kondisi tertentu seperti pelanggaran disiplin atau kinerja buruk.

“Justru karena SKPD tersebut strategis, dia tunda itu. Dengan menunda pengisian definitif, wali kota menjaga fleksibilitas untuk melakukan perombakan signifikan di waktu yang tepat,” terang Diki.

Meski begitu, Diki juga menyayangkan adanya penempatan pejabat yang tidak linear dengan latar belakang pendidikan mereka. “Agak membingungkan ketika latar belakang pendidikan pejabatnya adalah ilmu pendidikan, tapi diberi jabatan sebagai Kepala BPKAD. Lalu Dinas Pendidikannya diisi oleh latar belakang nonpendidikan,” terang Diki.


Bayang-Bayang Risiko: Sistem Merit dan Kontrol Sosial

Usai memaparkan kemungkinan strategi Wali Kota Viman, Diki kemudian menyoroti bahwa sistem merit, yang kini dipakai sebagai pengganti open bidding. Menurut Diki, sistem ini sama sekali tidak kebal dari risiko, terutama kolusi dan gratifikasi. Proses pengambilan keputusan jabatan dalam sistem merit didominasi di lingkup internal daerah, tanpa melibatkan pihak eksternal seperti Komisi ASN atau perguruan tinggi penilai, sebagaimana yang terjadi dalam open bidding.

โ€œOpen bidding saja masih cukup gelap, belum bisa dibilang transparan untuk publik. Apalagi sistem merit,โ€ tegasnya. Menurut Diki, dalam sistem yang lebih tertutup seperti ini, kekuatan kontrol sosial menjadi sangat penting. โ€œLSM, media, dan masyarakat harus benar-benar membuka mata dan telinga, memastikan proses berjalan sesuai prinsip keadilan dan profesionalisme.โ€


Antara Strategi dan Pelayanan Publik

Polemik jabatan kosong di Pemkot Tasikmalaya memperlihatkan benturan antara dua kepentingan: strategi birokrasi jangka panjang dan kebutuhan pelayanan publik yang harus selalu siaga. Di satu sisi, penundaan pengisian definitif bisa dimaknai sebagai langkah taktis untuk menghindari kebuntuan aturan dua tahun. Di sisi lain, absennya pimpinan definitif di SKPD vital berpotensi menghambat kualitas pelayanan.

Publik kini menunggu, apakah strategi ini akan berbuah manis dengan hadirnya wajah-wajah baru yang mampu mendorong reformasi birokrasi, lebih profesional dan berintegritas, atau hanya sekadar diisi oleh pemenuhan dorongan politik dan kepentingan sesaat. Dalam situasi ini, keterbukaan informasi dan partisipasi publik menjadi kunci agar strategi tidak berubah menjadi sekadar alasan. (Lintas Priangan/AA)

PRIANGAN TIMUR

Galunggung untuk Pemula: Pilih 510 atau 620 Anak Tangga?

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Akhir pekan pada Minggu, 2 Agustus 2026,...

38 Tahun Tirta Galuh Ciamis, Menjaga Air Tetap Mengalir

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS. Perumda Air Minum Tirta Galuh Ciamis memasuki...

Hilang Sejak Sore, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Bendungan Panawangan Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Harapan keluarga untuk menemukan Eman (81)...

Lansia 70 Tahun Tolak Pengakuan Bersalah, Sidang Dugaan Penipuan Rumah di Banjar Memanas

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Sidang perdana kasus dugaan penipuan rumah...

Lolos Enam Lapis Seleksi, Dua Pelajar Kota Tasikmalaya Menuju Paskibraka Jabar

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Enam lapis seleksi telah dilewati. Kini, Muhammad...

JAWA BARAT

Agustus Jadi Puncak Kemarau, Daerah Mana di Jabar Paling Rawan?

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR. Memasuki Sabtu, 1 Agustus 2026, Jawa Barat...

Sekolah Rakyat Cirebon Resmi Beroperasi, 540 Anak dari Empat Daerah Mulai Tempati Asrama

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Program Sekolah Rakyat Cirebon resmi memasuki...

127.206 Mahasiswa PTS Nonaktif, Alarm Serius Jabar-Banten

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR. Sebanyak 127.206 mahasiswa PTS nonaktif masih...

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Hari Ini, Mana Saja?

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR. Hujan lebat dan angin kencang di Jabar...

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com,ย BERITAย KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Tiga Bulan Warga Bogor Jadi Sandera di Somalia, Siapa Bertanggung Jawab?

lintaspriangan.com,ย BERITA BOGOR. Komisi I DPR RI pada Rabu (29/7/2026)...

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com,ย BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

Olahraga

Popular Categories