Manajemen Talenta Kota Tasikmalaya, Pintu Perbaikan atau Kegagalan Selanjutnya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Harapan baru kini menempel pada skema Manajemen Talenta Kota Tasikmalaya. Pemerintah kota mengusungnya sebagai strategi menata sumber daya manusia agar lebih terarah dan berdaya saing. Namun, pertanyaan besar muncul: apakah langkah ini benar-benar akan membuka pintu perbaikan, atau justru menambah deretan kegagalan?

Pandangan kritis itu datang dari Diki Samani, pemerhati masalah sosial dan pemerintahan, saat berbincang dengan redaksi pada Selasa (23/09/2025). Diki menegaskan, sehebat apa pun sistem, ia tetap rapuh tanpa integritas pemimpin dan pelaksananya.

“Saya tidak terlalu peduli seperti apa teknis manajemen talenta. Karena mau secanggih apa pun sistemnya, kalau integritas nol, orang tetap bisa mengakalinya. Mereka akan selalu mencari celah kompromi,” ujar Diki.

Sistem Bagus Sering Disalahgunakan

Diki mengingatkan bahwa sejumlah sistem yang lahir dengan niat baik justru melahirkan praktik buruk di lapangan. Lelang proyek, misalnya, hadir dengan tujuan transparansi, tetapi praktik kongkalikong tetap merajalela. Skema pokok pikiran (pokir) DPRD juga pernah membawa harapan mulia, agar wakil rakyat punya kuasa memperjuangkan aspirasi warga yang diwakilinya, tetapi banyak oknum menjadikannya ajang bancakan anggaran.

Ia menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicetuskan Presiden Prabowo. Niat awal program ini sederhana: memastikan anak sekolah mendapat asupan sehat. Namun, di lapangan, proyek tersebut berubah menjadi ajang rebutan, termasuk wakil rakyat yang tak pernah ketinggalan. Dapur pengelolaannya sering jatuh ke tangan yang tidak profesional. Akibatnya, muncul kasus keracunan massal di sejumlah daerah.

“Semua contoh itu menunjukkan bahwa sistem bagus sekalipun bisa berubah jadi alat bancakan kalau mental pejabatnya korup,” tegas Diki. Ia khawatir Manajemen Talenta Kota Tasikmalaya akan menempuh nasib yang sama.

Masalah Mendasar Belum Terselesaikan

Diki menilai pemimpin Kota Tasikmalaya perlu melihat kenyataan yang lebih mendasar. Sampah masih menumpuk di banyak titik, sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir semakin menimbulkan ancaman serius. Warga sekitar mulai mengeluh soal pencemaran air tanah, dan sejumlah pemerhati lingkungan juga sudah memperingatkan soal risiko kesehatan.

RSUD dr. Soekardjo yang berdiri sejak lebih dari seratus tahun lalu kini juga menghadapi ancaman kebangkrutan. Beban utang operasional semakin menumpuk, dan kondisi itu mengganggu mutu layanan kepada pasien.

“Sekeren apa pun penampilan pemimpin dan pejabat hari ini, mereka harus jujur mengakui: rapor kinerja mereka banyak catatan kegagalan. Ingat itu, biar punya empati yang kuat dan tidak arogan,” kata Diki.

Ia pun mengakhiri dengan pesan menohok: “Manajemen Talenta Kota Tasikmalaya bisa menjadi pintu perbaikan, tapi juga bisa menambah kegagalan selanjutnya. Semua kembali pada hati nurani pemimpin dan pejabatnya.” (AA)

PRIANGAN TIMUR

Galunggung untuk Pemula: Pilih 510 atau 620 Anak Tangga?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Akhir pekan pada Minggu, 2 Agustus 2026,...

38 Tahun Tirta Galuh Ciamis, Menjaga Air Tetap Mengalir

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Perumda Air Minum Tirta Galuh Ciamis memasuki...

Hilang Sejak Sore, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Bendungan Panawangan Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Harapan keluarga untuk menemukan Eman (81)...

Lansia 70 Tahun Tolak Pengakuan Bersalah, Sidang Dugaan Penipuan Rumah di Banjar Memanas

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Sidang perdana kasus dugaan penipuan rumah...

Lolos Enam Lapis Seleksi, Dua Pelajar Kota Tasikmalaya Menuju Paskibraka Jabar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Enam lapis seleksi telah dilewati. Kini, Muhammad...

JAWA BARAT

Agustus Jadi Puncak Kemarau, Daerah Mana di Jabar Paling Rawan?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Memasuki Sabtu, 1 Agustus 2026, Jawa Barat...

Sekolah Rakyat Cirebon Resmi Beroperasi, 540 Anak dari Empat Daerah Mulai Tempati Asrama

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Program Sekolah Rakyat Cirebon resmi memasuki...

127.206 Mahasiswa PTS Nonaktif, Alarm Serius Jabar-Banten

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Sebanyak 127.206 mahasiswa PTS nonaktif masih...

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Hari Ini, Mana Saja?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hujan lebat dan angin kencang di Jabar...

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Tiga Bulan Warga Bogor Jadi Sandera di Somalia, Siapa Bertanggung Jawab?

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Komisi I DPR RI pada Rabu (29/7/2026)...

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

Olahraga

Popular Categories