lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kemarau di Kabupaten Tasikmalaya kembali membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Di tengah kondisi itu, polsek setempat bersama pemerintah daerah turun menyalurkan bantuan 4.000 liter air bersih untuk masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut menjadi napas lega bagi warga yang selama beberapa waktu terakhir harus berjuang memenuhi kebutuhan air harian. Bagi sebagian warga, air bersih bukan lagi urusan biasa. Saat kemarau makin panjang, satu jeriken air bisa terasa seperti “barang mewah” yang ditunggu seisi rumah.
Warga Antre Bawa Jeriken
Penyaluran air bersih dilakukan menggunakan tangki. Warga yang sudah menunggu sejak pagi tampak membawa jeriken, ember, dan wadah air lainnya. Mereka bergantian mengambil air untuk kebutuhan mandi, mencuci, memasak, dan keperluan rumah tangga.
Kapolsek setempat hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama unsur pemerintah kecamatan, bhabinkamtibmas, serta kepala desa. Kehadiran aparat dan pemerintah di lokasi menjadi bagian dari upaya membantu warga yang terdampak kekeringan.
Menurut pihak kepolisian, bantuan air bersih ini juga dirangkaikan dengan momentum HUT Bhayangkara ke-80. Namun lebih dari sekadar kegiatan seremonial, penyaluran air bersih dilakukan untuk menjawab kebutuhan warga yang sedang menghadapi dampak kemarau.
“Kami kirim bantuan air bersih dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80,” ujar kapolsek setempat saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut disalurkan kepada warga di dua desa yang terdampak cukup parah. Total air yang dibagikan mencapai sekitar 4.000 liter dan menyasar lima dusun.
“Juga bantu masyarakat terdampak kekeringan di dua desa. Empat ribuan liter air bersih disalurkan untuk lima dusun,” lanjutnya.
Kemarau di Kabupaten Tasikmalaya memang mulai terasa berat bagi sebagian warga di wilayah selatan. Air dari sumber terdekat mulai sulit diandalkan, sementara kebutuhan rumah tangga tetap berjalan setiap hari. Dalam situasi seperti ini, bantuan air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Bantuan Hari Ini, Sumur Bor Jadi Harapan
Pemerintah kecamatan menyebut penyaluran air bersih ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak. Selain kepolisian, unsur TNI, pihak swasta, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, dan PDAM Tirta Sukapura juga ikut membantu suplai air bersih ke lokasi terdampak.
“Kami bersama kepolisian, TNI dan pihak swasta juga Pemkab Tasikmalaya dalam hal ini BPBD dan PDAM Tirta Sukapura bantu masyarakat suplai air bersih di lokasi terdampak,” kata camat setempat.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus berupaya agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
“Kami upayakan bantuan untuk kebutuhan air bersih warga,” tegasnya.
Meski bantuan air bersih sangat membantu, warga berharap ada solusi yang lebih permanen. Pasalnya, setiap kemarau datang, persoalan air bersih kembali berulang. Sebagian warga harus membeli air galon lebih banyak dari biasanya. Sebagian lainnya bahkan harus menempuh jarak lebih dari 2 kilometer ke sungai untuk mandi dan mencuci.
Salah seorang warga penerima bantuan, Ihsan, mengaku sangat bersyukur atas pembagian air bersih gratis tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada kepolisian, pemerintah kecamatan, PDAM Tirta Sukapura, dan Pemkab Tasikmalaya.
“Terima kasih polisi sama Pak Camat. Warga dikasih air bersih. PDAM Tirta Sukapura dan Pak Bupati,” ujar Ihsan.
Namun, Ihsan berharap bantuan tangki air tidak menjadi satu-satunya jawaban. Menurutnya, warga membutuhkan sumber air yang bisa dipakai jangka panjang.
“Kami maunya ada solusi dibuat sumur bor,” katanya.
Harapan itu juga sudah disampaikan pemerintah desa. Usulan pembangunan sumur bor sebelumnya telah diajukan kepada Pemkab Tasikmalaya agar warga tidak terus bergantung pada bantuan tangki setiap musim kemarau tiba.
Penyaluran bantuan 4.000 liter air bersih tersebut dilaksanakan di Dusun Kostasari, Desa Pedangkamulyan, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 3 Juli 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Bantuan menyasar warga terdampak di Desa Pedangkamulyan dan Desa Kertanegla, termasuk wilayah Awilega, Kostabaru, dan Kostasari.
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
