lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Halaman DKM Miqdarull Falah, Kampung Sindangsono, Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, mendadak ramai pada Kamis malam, 2 Juli 2026. Warga, tokoh masyarakat, para kiai, orang tua, dan anak-anak berkumpul dalam puncak kegiatan Haplah Akhirussanah.
Malam itu, suasana terasa lebih hangat dengan kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara atau Diky Candra. Bukan hanya menghadiri acara tahunan, Diky Candra juga ikut menyapa warga dan menyerahkan santunan kepada 13 anak yatim piatu di Haplah Sindangsono Tasikmalaya.
Haplah Sindangsono Jadi Ruang Silaturahmi Warga
Puncak Haplah Akhirussanah di Sindangsono tidak hanya menjadi penanda berakhirnya tahun ajaran. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan warga, tokoh agama, dan pemerintah dalam suasana yang akrab dan penuh nilai kebersamaan.
Kehadiran Diky Candra disambut hangat oleh warga dan para tokoh masyarakat. Ia hadir langsung di tengah masyarakat, menyapa warga, bersalaman dengan para kiai, serta mengikuti rangkaian acara yang digelar di halaman DKM Miqdarull Falah.
Di hadapan warga, Diky Candra menyampaikan bahwa kehadirannya bukan semata-mata untuk memenuhi agenda seremonial. Ia ingin datang langsung, melihat suasana warga, mendengar aspirasi masyarakat, sekaligus mendoakan kebaikan bagi Kampung Sindangsono.
“Saya datang bukan hanya untuk seremonial. Saya ingin melihat langsung, mendengar langsung, dan mendoakan langsung warga Sindangsono,” ucap Diky.
Ia juga mengapresiasi panitia dan tokoh masyarakat yang terus menjaga tradisi Haplah Akhirussanah. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena mampu merawat silaturahmi, memperkuat nilai agama, dan menjaga rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
“Acara seperti ini menjaga silaturahmi. Menjaga nilai agama, nilai sosial, dan nilai kebersamaan. Tiga hal itu kalau dijaga, kampung akan aman dan berkah,” ujarnya.
13 Anak Yatim Piatu Terima Santunan
Momen paling menyentuh terjadi saat santunan diberikan kepada 13 anak yatim piatu. Mereka berdiri di depan warga dengan wajah malu-malu, tetapi tampak bahagia. Diky Candra menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima santunan.
Sebagian anak tampak menunduk malu saat menerima santunan. Sebagian lainnya tersenyum lepas. Bahkan, ada yang langsung memeluk Diky Candra. Pemandangan sederhana itu membuat suasana Haplah Sindangsono Tasikmalaya terasa lebih hangat dan menyentuh.
Diky Candra menegaskan bahwa anak yatim piatu merupakan amanah bersama. Menurutnya, perhatian kepada mereka tidak cukup hanya dilakukan dalam bentuk santunan sesaat, tetapi juga harus diwujudkan melalui kepedulian yang berkelanjutan, terutama dalam pendidikan dan pembinaan akhlak.
“Mereka ini titipan Allah untuk kita semua. Merawat, menyantuni, dan memastikan mereka sekolah adalah tugas bersama. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri,” katanya.
Diky Candra, yang juga dikenal dengan sapaan KDC, turut mengingatkan pentingnya pendidikan akhlak di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, Haplah Akhirussanah menjadi bukti bahwa masyarakat Sindangsono masih memberi tempat penting bagi pendidikan agama.
“Haplah ini bukti bahwa di Sindangsono, pendidikan agama masih jadi prioritas. Anak-anak dibesarkan dengan Al-Qur’an, dengan doa, dengan adab. Itu modal utama menghadapi masa depan,” tegasnya.
Ia berharap santunan kepada 13 anak yatim piatu tersebut menjadi sumber keberkahan bagi masyarakat. Diky juga menyampaikan harapan agar kegiatan Haplah terus menjadi energi positif bagi Tamansari dan Kota Tasikmalaya.
“Mudah-mudahan santunan 13 anak yatim ini jadi berkah. Mudah-mudahan Haplah ini jadi napas positif untuk Tamansari dan seluruh Kota Tasikmalaya. Kalau kampungnya rukun, kotanya pasti kuat,” katanya.
(KRS/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
