lintaspriangan.com, BERITA SUBANG – Kabupaten Subang bersiap mencatat sejarah baru dalam penyelenggaraan demokrasi desa. Sebanyak 165 desa akan menggelar Pilkades Serentak Subang 2026, menjadikannya pelaksanaan pemilihan kepala desa terbesar sepanjang sejarah di Kabupaten Subang.
Menariknya, untuk pertama kalinya, tiga desa akan menjadi pelopor penerapan Pilkades digital sebagai bagian dari modernisasi sistem pemilihan kepala desa di Jawa Barat.
Kebijakan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Kabupaten Subang terkait persiapan Pilkades Serentak 2026 yang digelar di Ruang Rapat Bupati II.
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, mengatakan penyelenggaraan Pilkades tahun ini memiliki tantangan berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya karena mulai diterapkannya sistem digital di sejumlah desa.
“Meski kita memiliki pengalaman pada Pilkades sebelumnya, tahun ini berbeda karena ada Pilkades digital,” ujarnya.
Pilkades Serentak Subang 2026 Jadi yang Terbesar
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Subang, sebanyak 165 dari 245 desa di 28 kecamatan akan mengikuti Pilkades Serentak 2026.
Tahapan pemilihan dijadwalkan dimulai pada 6 Agustus 2026, sementara hari pemungutan suara akan dilaksanakan pada 6 Desember 2026. Adapun penetapan kepala desa terpilih ditargetkan berlangsung pada 21 Desember 2026.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Subang, Hidayat, menjelaskan bahwa pelaksanaan Pilkades tahun ini merupakan agenda terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Subang sehingga membutuhkan koordinasi lintas sektor secara maksimal.
Tiga Desa Jadi Pelopor Pilkades Digital
Tiga desa yang akan menerapkan sistem digital yakni Desa Sukasari di Kecamatan Sukasari, Desa Rawalele di Kecamatan Dawuan, dan Desa Sukamandijaya di Kecamatan Ciasem.
Sementara itu, sebanyak 162 desa lainnya tetap melaksanakan pemungutan suara secara konvensional.
Menurut Agus Masykur Rosyadi, Desa Sukamandijaya menjadi perhatian khusus karena merupakan desa dengan jumlah penduduk terbesar di Kabupaten Subang sehingga penerapan sistem digital harus dipersiapkan secara matang.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan memberikan pelatihan serta simulasi kepada panitia penyelenggara agar seluruh tahapan Pilkades digital dapat berjalan sesuai prosedur.
Pemkab Subang Tekankan Netralitas dan Transparansi
Selain kesiapan teknologi, Pemerintah Kabupaten Subang menekankan pentingnya netralitas aparatur pemerintah, menjaga keamanan selama seluruh tahapan pemilihan, serta memastikan proses berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan sesuai regulasi.
Agus menegaskan keberhasilan Pilkades Serentak 2026 sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, penyelenggara hingga masyarakat.
“Insyaallah, apabila seluruh pihak menjalankan tugas sesuai tupoksinya masing-masing, Pilkades Serentak Kabupaten Subang 2026 akan berjalan aman, jujur, adil, transparan, dan bermartabat,” katanya.
Melalui penerapan Pilkades digital di tiga desa tersebut, Pemerintah Kabupaten Subang berharap mampu menghadirkan sistem pemilihan kepala desa yang lebih modern, efisien, transparan, sekaligus menjadi percontohan bagi pelaksanaan Pilkades digital di daerah lain pada masa mendatang. (HS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
