lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Perkumpulan Peternak Ayam Priangan (PPAP) mengingatkan seluruh pelaku usaha perunggasan agar tidak terjebak dalam perang harga ayam hidup yang dinilai dapat mengancam keberlangsungan peternak rakyat di Kabupaten Ciamis. PPAP menilai stabilitas harga menjadi kunci menjaga keberlanjutan industri perunggasan yang telah berkembang selama puluhan tahun di wilayah Priangan Timur.
Peringatan tersebut disampaikan Ketua PPAP, Drs. H. Komar Hermawan, dalam dialog peternak unggas bersama DPRD Kabupaten Ciamis dan Pemerintah Kabupaten Ciamis yang berlangsung di Aula DPRD Kabupaten Ciamis, Kamis (3/7/2026).
Menurut Komar, keberhasilan industri perunggasan tidak hanya bergantung pada peternak, tetapi juga melibatkan perusahaan poultry, broker, hingga pedagang yang saling berkaitan dalam satu rantai usaha.
“Yang menghasilkan ayam adalah poultry, sementara broker memasarkan hasil produksinya. Keduanya tidak bisa dipisahkan karena saling menopang keberlangsungan usaha peternak,” ujarnya.
PPAP Soroti Perang Harga Ayam di Ciamis
Komar menjelaskan Kabupaten Ciamis bersama wilayah Priangan Timur telah dikenal sebagai salah satu sentra ayam pejantan terbesar di Jawa Barat selama lebih dari 40 tahun.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir jumlah peternak rakyat maupun perusahaan poultry terus mengalami penurunan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar sektor perunggasan tetap mampu bertahan di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Ia menjelaskan selama ini PPAP bersama broker dan pelaku usaha telah membangun mekanisme penentuan harga ayam hidup berdasarkan kondisi pasar. Harga acuan mengikuti permintaan pasar, terutama dari Jakarta, kemudian disesuaikan dengan biaya distribusi hingga ke tingkat kandang.
Permasalahan muncul ketika sebagian pelaku usaha menjual ayam di bawah harga yang telah disepakati bersama demi mempercepat penjualan.
“Akibatnya harga menjadi tidak stabil dan yang paling dirugikan adalah peternak rakyat. Mereka yang pertama merasakan dampaknya ketika harga jatuh,” tegas Komar.
PPAP Ajak Pelaku Usaha Jaga Stabilitas Harga Ayam
Menurut Komar, persaingan dalam dunia usaha merupakan hal yang wajar, namun tetap harus mengedepankan etika bisnis serta kepentingan bersama agar seluruh pelaku usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Ia mengingatkan bahwa apabila peternak terus mengalami kerugian hingga berhenti berusaha, dampaknya juga akan dirasakan oleh broker maupun perusahaan poultry yang kehilangan mitra usaha.
“Dalam berdagang tidak cukup hanya mengejar keuntungan. Kalau peternak terus merugi dan berhenti berusaha, pada akhirnya broker maupun perusahaan poultry juga akan kehilangan mitra usaha,” katanya.
Karena itu, PPAP mengajak seluruh pelaku usaha menjaga komitmen terhadap mekanisme harga yang telah disepakati bersama sehingga stabilitas pasar tetap terpelihara.
“Kami tidak membela kepentingan salah satu pihak. Yang kami perjuangkan adalah keberlangsungan industri perunggasan di Ciamis. Kalau satu mata rantai putus, seluruh sistem akan ikut terdampak,” tandasnya.
PPAP berharap semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan sektor perunggasan di Kabupaten Ciamis terus dipertahankan sehingga industri ayam rakyat tetap mampu berkembang, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta menjadi salah satu penopang perekonomian daerah. (FSL/HS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
