lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.Asap hitam pekat menggulung langit Kampung Pelang, RT 002 RW 006, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jumat 26 Juni 2026 sore. Kebakaran Sukamanah Tasikmalaya itu melahap tiga rumah warga hingga rata dengan tanah.
Dalam hitungan menit, api yang diduga dipicu korsleting listrik membesar dan menjalar cepat. Tiga rumah milik Agus, Aan, dan Cucu tak mampu diselamatkan. Yang tersisa hanya arang, puing, dan tangis warga yang kehilangan tempat tinggal.
Api Menjalar Cepat, Warga Panik Berusaha Memadamkan
Menurut keterangan warga di lokasi, kepanikan lebih dulu pecah sebelum api benar-benar membesar. Teriakan anak-anak memecah suasana sore. Warga berhamburan keluar rumah setelah melihat kobaran api mulai menyambar bangunan.
“Rumah Ano kebakar!” teriak warga, sebagaimana ditirukan salah seorang saksi di lokasi.
Material bangunan yang didominasi kayu membuat api dengan cepat menjalar ke rumah lain. Dalam situasi seperti itu, ember, selang, dan air seadanya nyaris tak berarti. Api bergerak terlalu cepat, sementara warga hanya punya waktu sangat sempit untuk menyelamatkan diri dan barang yang masih mungkin dibawa.
“Kayunya banyak. Sekali nyambar, langsung ke rumah sebelah. Kanan, kiri, depan, belakang. Semua kena,” kata seorang ibu di lokasi dengan suara serak.
Laporan darurat kebakaran masuk ke Damkar Kota Tasikmalaya sekitar pukul 16.10 WIB. Tak lama kemudian, tiga unit armada langsung dikerahkan, yakni Fire Truck 04, Fire Truck 05, dan Fire Truck 03.
BPBD Kota Tasikmalaya turut turun membantu dengan satu unit water supply. Damkar Kabupaten Tasikmalaya juga ikut melakukan backup dengan satu unit fire truck. Total kekuatan gabungan dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api yang membakar area sekitar 400 meter persegi.
Tiga Rumah Rata, 15 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
Semprotan air pertama menghantam kobaran api sekitar pukul 16.25 WIB. Petugas berjibaku di tengah kepulan asap, panas api, dan kepanikan warga yang masih berusaha memastikan keluarga mereka selamat.
Pertarungan melawan api berlangsung sekitar 1 jam 25 menit. Api baru benar-benar padam sekitar pukul 17.50 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala dari sisa puing bangunan.
“Api terlalu cepat. Rumah berbahan kayu jadi seperti korek api. Kami fokus memutus rambatannya ke rumah lain,” ujar Komandan Regu 3 Damkar Kota Tasikmalaya, Budi Permana, di lokasi kejadian.
Dampak Kebakaran Sukamanah Tasikmalaya itu sangat berat. Tiga rumah warga rata dengan tanah. Agus, Aan, dan Cucu hanya bisa pasrah menatap rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung keluarga mereka berubah menjadi puing.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sedikitnya 15 jiwa dari 5 kepala keluarga kini kehilangan tempat berteduh, harta benda, dan kenangan yang tidak bisa dihitung dengan angka.
Bagi para korban, kebakaran itu bukan sekadar musibah bangunan. Dalam satu sore, pakaian, perabot, dokumen, ruang tidur, dapur, dan cerita hidup bertahun-tahun ikut lenyap bersama kobaran api.
Warga sekitar berharap bantuan segera datang untuk meringankan beban para korban. Sebab setelah api padam, pekerjaan paling berat justru baru dimulai: membangun kembali hidup dari sisa-sisa yang nyaris tidak tersisa. (KRS/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

