lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Janji politik CNY-Asep Sopari kembali menyeruak ke ruang publik Kabupaten Tasikmalaya. Bukan dalam bentuk polemik panjang, melainkan lewat sebuah unggahan video TikTok yang diposting akun CNY pada Rabu, 20 Mei 2026.
Unggahan itu menarik perhatian karena menyinggung salah satu isu yang cukup dekat dengan masyarakat kecil: kebutuhan modal usaha tanpa harus terjerat bunga tinggi. Bagi warga kecil, pelaku UMKM, pedagang rumahan, hingga calon wirausahawan baru, urusan modal sering kali menjadi tembok pertama yang sulit ditembus.
Di titik inilah janji politik CNY-Asep Sopari kembali menemukan panggungnya. Dalam masa kampanye Pilkada Kabupaten Tasikmalaya, pasangan Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayyubi kerap menyuarakan perlunya akses pembiayaan yang lebih ramah bagi masyarakat. Terutama bagi mereka yang selama ini kesulitan mendapatkan modal usaha secara mudah, aman, dan tidak memberatkan.
Isu ini bukan perkara kecil. Di banyak daerah, warga kerap berhadapan dengan pilihan sulit. Ingin membuka usaha, tetapi tidak punya modal. Ingin menambah dagangan, tetapi takut terjerat pinjaman berbunga tinggi. Ingin mandiri secara ekonomi, tetapi akses ke pembiayaan formal masih terasa jauh.
Karena itu, ketika akun CNY mengunggah video dari Kantor Bupati Tasikmalaya, perhatian publik wajar tertuju ke sana. Apalagi, dalam video tersebut, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin tampil didampingi langsung Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayyubi.
Bagi sebagian warga, unggahan itu bisa saja dibaca sebagai sinyal baru. Apakah janji politik CNY-Asep Sopari mulai benar-benar diwujudkan? Apakah modal tanpa bunga yang dulu kerap dibicarakan saat kampanye kini mulai mendapat bentuk nyata?
Pertanyaan itu pelan-pelan terjawab dalam video tersebut. Bupati dan wakil bupati menyampaikan bahwa program pembiayaan untuk masyarakat kecil akhirnya resmi diluncurkan. Program itu diarahkan untuk membantu geliat ekonomi warga, membuka peluang usaha baru, sekaligus memperkuat UMKM Kabupaten Tasikmalaya.
Dari Janji Kampanye ke KURDA Tasikmalaya
Dalam video tersebut, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyampaikan bahwa pemerintah daerah mulai menunaikan salah satu janji politik yang pernah disampaikan saat kampanye Pilkada. Janji itu berkaitan dengan pembiayaan anti rentenir atau yang kerap disebut masyarakat sebagai anti bank emok.
“Alhamdulillah hari ini kita menunaikan janji politik pada waktu kampanye Pilkada, yang sering kami sampaikan dalam debat calon, yaitu tentang kredit anti rentenir alias anti bank emok,” kata Cecep Nurul Yakin dalam video tersebut.
Namun, program yang dulu disebut sebagai kredit anti rentenir itu kini hadir dengan nama baru. Program tersebut bernama KURDA, singkatan dari Kredit Usaha Rakyat Daerah. Inilah kata kunci penting dari program tersebut: KURDA Tasikmalaya bunga 0 persen.
“Dan sekarang janji itu sudah kita tunaikan. Tapi namanya bukan lagi kredit anti rentenir, tapi KURDA, singkatan dari Kredit Usaha Rakyat Daerah, dengan bunga 0 persen,” ujar Cecep.
Cecep menyebut, program itu sudah resmi diluncurkan. Untuk tahap awal, terdapat lembaga perbankan daerah yang mendukung program tersebut, yakni BPR Artha Sukapura dan BPR Artha Galunggung. Dalam caption unggahan, warga yang berminat juga diarahkan dapat menghubungi BPR Artha Galunggung, BPR Artha Sukapura, dan Bank IKJ.
Program modal usaha tanpa bunga ini diharapkan menjadi ruang baru bagi masyarakat yang ingin bergerak. Terutama pelaku usaha kecil, calon wirausahawan, serta warga yang membutuhkan dukungan modal secara lebih ringan.
“Mudah-mudahan ini bisa menggerakkan ekonomi kecil, peluang untuk wirausahaan baru, dan penyemangat untuk UMKM di Kabupaten Tasikmalaya,” kata Cecep.
Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayyubi kemudian menambahkan, program tersebut memiliki kaitan langsung dengan misi penanggulangan kemiskinan. Menurut dia, salah satu strategi penting untuk menekan kemiskinan adalah menambah pendapatan masyarakat.
“Mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di lapisan masyarakat paling bawah. Ini penting karena misi kita itu penanggulangan kemiskinan,” ujar Asep.
Ia menilai, dukungan modal tanpa bunga dapat menjadi peluang bagi keluarga yang masih terkategori miskin. Terutama agar mereka memiliki kesempatan memulai atau mengembangkan usaha.
“Dengan diberi dukungan modal tanpa bunga, diharapkan jadi peluang bagi mereka, khususnya keluarga yang masih terkategori miskin, yang jumlahnya sekitar 7.000 keluarga. Kalau satu keluarga itu misalnya anggotanya tiga, berarti sudah ada 21 ribu warga,” katanya.
Dengan begitu, KURDA Tasikmalaya bukan hanya menjadi program pembiayaan biasa. Program ini menjadi simpul antara janji politik, penguatan UMKM Kabupaten Tasikmalaya, akses modal usaha tanpa bunga, dan ikhtiar pemerintah daerah menekan ketergantungan warga terhadap rentenir atau bank emok. (AS/AS)





















