lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Halaman Makodim 0612 Tasikmalaya tampak berbeda pada Selasa, 20 Mei 2026. Deretan kendaraan KDMP Tasikmalaya baru berwarna putih berjejer rapi di area markas TNI tersebut. Kehadirannya langsung menarik perhatian warga yang melintas.
Puluhan kendaraan itu merupakan kendaraan operasional program Koperasi Desa Merah Putih. Kendaraan tersebut tiba dari Jakarta dan siap didistribusikan ke desa serta kelurahan di wilayah Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya.
37 Kendaraan KDMP Tasikmalaya Mulai Masuk Gelombang Awal
Kasdim 0612 Tasikmalaya, Mayor Czi Wawan M Nurodin, mengatakan sebanyak 37 unit kendaraan masuk dalam tahap awal pengiriman. Dari jumlah tersebut, enam unit menjadi gelombang pertama yang diturunkan di Makodim 0612 Tasikmalaya.
“Hari ini kendaraan harus langsung bergerak ke tiap desa dan kelurahan masing-masing,” ujar Mayor Wawan.
Menurutnya, distribusi kendaraan KDMP Tasikmalaya dilakukan melalui mekanisme serah terima resmi. Setiap desa dan kelurahan yang akan mengambil kendaraan wajib membawa surat kuasa. Dokumen tersebut menjadi syarat utama agar kendaraan dapat diserahkan kepada pihak penerima.
Mayor Wawan menegaskan, tanpa surat kuasa, kendaraan tidak bisa diberikan. Langkah itu ditempuh agar proses distribusi berjalan tertib, jelas, dan tidak menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.
“Setiap penerima harus membawa surat kuasa. Kalau tidak ada surat kuasa, kendaraan tidak bisa diserahkan,” katanya.
Ia menjelaskan, kendaraan tersebut datang dari Jakarta dengan sopir pengantar. Namun, para sopir tidak membawa surat kuasa maupun dokumen lengkap kendaraan. Karena itu, pengurusan administrasi seperti STNK dan BPKB akan dilakukan oleh pihak vendor setelah kendaraan tiba di Tasikmalaya.
Mekanisme ini, kata dia, dipilih agar distribusi kendaraan tetap bisa berjalan cepat tanpa mengabaikan legalitas. Pihak vendor akan mengurus kelengkapan dokumen langsung di daerah. Dengan demikian, kendaraan dapat segera sampai ke penerima dan masuk dalam tahapan pemanfaatan.
Dorong Ekonomi Desa, Warga Sempat Mengira Persiapan Perang
Program KDMP merupakan bagian dari program Presiden RI terkait Koperasi Desa Merah Putih. Program ini menyasar penguatan ekonomi desa dan kelurahan melalui koperasi sebagai simpul distribusi, logistik, dan pergerakan ekonomi warga.
Kendaraan KDMP Tasikmalaya tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung aktivitas koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Fungsinya mencakup distribusi hasil pertanian, pengangkutan produk UMKM, pemenuhan kebutuhan logistik warga, hingga memperlancar akses pangan masyarakat.
Dengan adanya kendaraan operasional ini, desa dan kelurahan diharapkan memiliki daya dukung lebih kuat dalam menggerakkan ekonomi lokal. Terutama bagi wilayah yang selama ini membutuhkan sarana angkut untuk mempercepat distribusi barang dan hasil produksi masyarakat.
Mayor Wawan menyebut, Kodim 0612 Tasikmalaya akan mengawal proses distribusi kendaraan agar berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Ia menekankan, kendaraan tersebut harus sampai kepada pihak yang berhak serta segera difungsikan untuk kepentingan masyarakat.
“Ini amanah. Kendaraan harus sampai ke tangan yang berhak dan langsung difungsikan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Jika seluruh proses berjalan lancar, 37 kendaraan KDMP Tasikmalaya itu ditargetkan sudah berada di desa dan kelurahan masing-masing dalam waktu dekat. Kehadiran kendaraan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat koperasi desa dan kelurahan agar tidak sekadar berdiri di atas kertas, tetapi benar-benar bergerak di lapangan.
Deretan kendaraan yang memenuhi halaman Makodim 0612 Tasikmalaya juga sempat memantik rasa penasaran warga. Lelis, ibu rumah tangga berusia 50 tahun asal Kota Tasikmalaya, mengaku sempat kaget saat melintas dan melihat banyak kendaraan baru berjejer di markas tentara.
“Kirain ada apa. Banyak kendaraan baru berjejer di Makodim, sepintas mah seperti persiapan perang,” ujarnya dengan wajah was-was. (DH/AS)





















