Harkitnas 2026: Ketua KNPI Kota Tasikmalaya Soroti Pengangguran Pemuda

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Harkitnas 2026 menjadi momentum penting untuk menakar kembali masa depan anak muda. Ketua KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan Noor, menilai Hari Kebangkitan Nasional tidak boleh berhenti sebagai seremoni sejarah, tetapi harus menjadi panggilan untuk menjawab persoalan nyata pemuda hari ini.

Salah satu persoalan yang ia soroti adalah pengangguran pemuda. Menurut Dhany, anak muda merupakan tunas bangsa yang harus diberi ruang tumbuh, bukan hanya diajak hadir dalam kegiatan seremonial.

“Kalau bicara Harkitnas, kita tidak cukup hanya mengenang kebangkitan masa lalu. Hari ini, kebangkitan nasional harus menjawab persoalan anak muda. Salah satunya pengangguran pemuda, karena ini menyangkut masa depan generasi,” ujar Dhany Tardiwan Noor, Rabu, 20 Mei 2026.

Dhany mengatakan, data ketenagakerjaan menunjukkan bahwa kelompok usia muda masih menghadapi tekanan paling berat di pasar kerja. Badan Pusat Statistik mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT nasional pada Februari 2026 sebesar 4,68 persen, dengan jumlah penganggur sekitar 7,24 juta orang. Di sisi lain, TPT kelompok usia muda 15–24 tahun tercatat jauh lebih tinggi, yakni 16,36 persen. Data tersebut menunjukkan kelompok usia muda menjadi bagian paling rentan dalam pasar kerja.

Menurut Dhany, angka tersebut harus menjadi alarm bagi daerah, termasuk Kota Tasikmalaya. Ia menilai, masa depan pemuda tidak boleh hanya dibaca melalui semangat dan slogan, tetapi juga melalui data, kebijakan, serta ruang konkret untuk bekerja dan berkarya.

“Ketika TPT usia muda secara nasional jauh lebih tinggi daripada TPT umum, berarti ada masalah struktural yang harus dibaca serius. Ada kelindan antara pendidikan, keterampilan, kebutuhan industri, akses informasi kerja, dan kesempatan ekonomi yang belum sepenuhnya bertemu,” katanya.

Simulasi Data dan Alarm untuk Kota Tasikmalaya

Dalam konteks lokal, Dhany menyinggung data BPS Kota Tasikmalaya yang mencatat TPT Kota Tasikmalaya pada Agustus 2025 sebesar 6,43 persen. Pada periode yang sama, jumlah angkatan kerja Kota Tasikmalaya mencapai 385.800 orang, sementara penduduk bekerja sebanyak 360.981 orang. Dengan demikian, jumlah penganggur terbuka di Kota Tasikmalaya berada di kisaran 24.819 orang.

Dhany menegaskan, angka itu merupakan total pengangguran semua kelompok usia. Namun, jika TPT usia muda nasional sebesar 16,36 persen digunakan sebagai simulasi komparatif terhadap jumlah angkatan kerja Kota Tasikmalaya yang mencapai 385.800 orang, maka tekanan pengangguran usia muda secara hipotetis bisa setara dengan sekitar 63.121 orang.

Ia menekankan, angka tersebut bukan data resmi jumlah pemuda menganggur di Kota Tasikmalaya. Namun, simulasi itu penting untuk memberi gambaran betapa seriusnya risiko pengangguran usia muda jika daerah tidak menyiapkan kebijakan yang lebih berpihak kepada pemuda.

“Simulasi ini jangan dibaca sebagai angka resmi pemuda menganggur di Kota Tasikmalaya. Tetapi ini memberi bayangan skala persoalan. Kalau TPT usia muda nasional saja mencapai 16,36 persen, maka daerah harus punya kewaspadaan lebih tinggi. Jangan sampai anak muda kehilangan masa produktifnya,” ujar Dhany.

Menurutnya, pengangguran pemuda tidak hanya berdampak pada ekonomi keluarga. Lebih jauh, kondisi itu bisa memengaruhi rasa percaya diri, stabilitas sosial, partisipasi publik, bahkan arah masa depan daerah.

“Anak muda yang tidak punya akses kerja, ruang produktif, atau kesempatan berkarya bisa kehilangan harapan. Kalau harapan anak muda padam, maka energi kebangkitan juga melemah,” katanya.

Jawa Barat Masih Tertekan, Pemuda Harus Diberi Ruang

Dhany juga menyoroti posisi Jawa Barat yang masih menghadapi tekanan pengangguran cukup tinggi. BPS Jawa Barat mencatat TPT Jawa Barat pada Februari 2026 sebesar 6,64 persen, lebih tinggi daripada angka nasional. Jumlah angkatan kerja Jawa Barat mencapai 26,89 juta orang, sedangkan penduduk bekerja sebanyak 25,10 juta orang.

Data Dashboard Statistik Jawa Barat bahkan menempatkan TPT Jawa Barat Februari 2026 sebagai peringkat ke-3 tertinggi dari 38 provinsi di Indonesia. Menurut Dhany, fakta ini harus membuat daerah-daerah di Jawa Barat, termasuk Kota Tasikmalaya, lebih serius membangun ekosistem kepemudaan.

Ia mengatakan, pemuda tidak bisa hanya diminta kreatif tanpa diberi ruang, akses, dan dukungan. Pemerintah, dunia usaha, kampus, sekolah, komunitas, dan organisasi kepemudaan harus membangun simpul kolaborasi yang lebih nyata.

“Pemuda Kota Tasikmalaya jangan hanya diajak menjadi penonton pembangunan. Mereka harus dilibatkan sebagai pelaku. Mereka butuh pelatihan, akses modal, akses pasar, pendampingan usaha, informasi kerja, ruang kreatif, dan kesempatan masuk dalam proses pembangunan daerah,” ujar Dhany.

Menurutnya, Kota Tasikmalaya memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, kuliner, fesyen, desain, konten digital, olahraga, UMKM, dan komunitas sosial. Namun, potensi itu membutuhkan ekosistem agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Banyak anak muda punya gagasan, tetapi tidak semua punya jalan. Banyak yang punya kemampuan, tetapi tidak semua punya akses. Tugas kita adalah membuka jalan itu,” katanya.

Harkitnas Harus Jadi Titik Bangkit Anak Muda

Dhany menilai Harkitnas 2026 di Kota Tasikmalaya harus menjadi titik bangkit pemuda. Semangat Hari Kebangkitan Nasional perlu diterjemahkan ke dalam program yang menyentuh kebutuhan riil generasi muda.

Ia mendorong agar isu pengangguran pemuda masuk sebagai agenda serius pemerintah daerah. Menurutnya, kebijakan kepemudaan tidak boleh hanya hadir dalam bentuk kegiatan sesaat, tetapi harus terukur, berkelanjutan, dan berbasis data.

“Kalau kita bicara tunas bangsa, maka pemuda harus dijaga masa depannya. Menjaga pemuda bukan hanya menjauhkannya dari hal negatif, tetapi juga membuka ruang agar mereka bisa produktif, mandiri, dan percaya diri,” ujarnya.

Dhany menyebut KNPI Kota Tasikmalaya siap menjadi bagian dari ruang kolaborasi tersebut. Ia ingin organisasi kepemudaan tidak hanya aktif dalam momentum seremonial, tetapi juga berperan dalam konsolidasi gagasan, advokasi, pelatihan, dan penguatan kapasitas pemuda.

“KNPI harus hadir sebagai rumah besar pemuda. Kita ingin anak muda Kota Tasikmalaya berani mengambil peran, tetapi peran itu harus ditopang kemampuan, jaringan, data, dan etos kerja,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kebangkitan nasional pada masa lalu lahir dari kesadaran kaum muda dan kaum terdidik. Karena itu, ia menilai sangat ironis jika pada masa kini anak muda justru tidak mendapat ruang cukup untuk bangkit.

“Harkitnas jangan hanya menjadi agenda tahunan. Ini harus menjadi panggilan untuk membangkitkan pemuda. Kalau pemuda kuat, Kota Tasikmalaya akan kuat. Kalau pemuda produktif, daerah ini akan bergerak,” ujar Dhany. (AS/AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Lowongan Kerja Tasikmalaya: Empat Posisi Tutup Pendaftaran 14 September

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Empat posisi lowongan kerja Tasikmalaya yang tercantum...

Benda Diduga Bom Tasikmalaya: Polisi Periksa Dua Pria, Asal-usul Masih Didalami

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polisi masih mendalami asal-usul benda diduga bom...

Sayembara Jaipong Ciamis Masuki Hari Terakhir, 300 Penari Priangan Timur Tampil

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sayembara Jaipong Ciamis bertajuk Ceta Ngajomantara memasuki...

Turbo Disebut Opsional, Ratusan Driver Maxim Tasikmalaya Tetap Minta Dihapus

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ratusan pengemudi ojek online (ojol) Maxim...

KPK Geledah Rumah Guru SMA di Tasikmalaya, Diduga Jadi Pengepul Maba Unsoed

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di...

JAWA BARAT

Festival Tari Tradisional Jawa Barat Dijadwalkan Berlangsung 9 Jam Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Festival Tari Tradisional Jawa Barat dijadwalkan...

Jambore Relawan Kebencanaan 2026 Dijadwalkan Dibuka di Cimenyan Pagi Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jambore Relawan Kebencanaan 2026 dijadwalkan dibuka di...

KPK Geledah Rumah Anggota Polri, Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Suap Bupati Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan...

GIIAS Education Day di Bandung Masuki Hari Kedua, Pelajar Diajak Kenali Industri Otomotif

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. GIIAS Education Day memasuki hari kedua di...

PPAN Jawa Barat 2026 Dijadwalkan Umumkan Peserta Lolos Tahap Provinsi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT.  Peserta PPAN Jawa Barat 2026 dijadwalkan...

1,96 Ton Beras Bantuan Pangan Cirebon Malah Menumpuk di Rumah Warga, Bantuan buat Siapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Beras bantuan pangan yang seharusnya berada...

Drama Sunda Palagan Bubat Tampil Lima Sesi di Bandung Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Drama Sunda Palagan Bubat dijadwalkan tampil dalam lima...

Sukabumi Expo 2026 Mulai 10 September, Job Fair Jadi Salah Satu Agenda

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sukabumi Expo 2026 dijadwalkan mulai berlangsung di Kabupaten...

Olahraga

Popular Categories