lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Wisuda STIT Lakbok Ciamis berlangsung meriah, khidmat, dan terasa istimewa. Prosesi Wisuda ke-2 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Lakbok yang digelar Rabu, 20 Mei 2026, itu tidak hanya menjadi momen akademik bagi para lulusan, tetapi juga menjadi panggung motivasi tentang masa depan generasi muda di daerah.
Kehadiran Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah, menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut. Di hadapan para wisudawan, keluarga, civitas akademika, dan tamu undangan, Farida menyampaikan pesan kuat agar lulusan perguruan tinggi tidak berhenti pada kebanggaan meraih gelar.
Menurutnya, gelar akademik harus menjadi bekal untuk masuk ke tengah masyarakat dengan karya, keberanian, dan kemampuan menciptakan peluang. Apalagi, tantangan dunia kerja kini tidak lagi sederhana. Lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki daya saing, keterampilan, karakter, dan keberanian membaca potensi daerah.
Lulusan Didorong Tidak Sekadar Mencari Kerja
Dalam momentum Wisuda STIT Lakbok Ciamis tersebut, Farida Farichah menekankan pentingnya perguruan tinggi dalam mencetak generasi yang produktif dan mandiri. Ia berharap para lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Pesan itu menjadi relevan karena Indonesia tengah berada dalam fase bonus demografi. Sebagian besar penduduk berada pada usia produktif. Kondisi ini bisa menjadi kekuatan besar jika generasi muda dibekali pendidikan, keterampilan, dan karakter yang kuat.
Namun, bonus demografi juga bisa menjadi tantangan jika tidak diiringi kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, Farida mengingatkan lulusan agar tidak berhenti belajar setelah wisuda. Dunia terus bergerak. Ilmu, teknologi, ekonomi, dan kebutuhan masyarakat berubah dengan cepat.
Ia juga menyinggung pentingnya kemampuan mengelola potensi daerah. Lulusan perguruan tinggi, termasuk dari STIT Lakbok, diharapkan mampu melihat peluang di sekitar mereka. Potensi desa, koperasi, pendidikan, ekonomi lokal, hingga sumber daya alam dapat menjadi ruang pengabdian sekaligus medan karya.
Di titik inilah, wisuda tidak hanya dimaknai sebagai seremoni penutup masa kuliah. Wisuda justru menjadi pintu masuk menuju pengabdian yang lebih luas. Bukan akhir cerita, melainkan bab baru. Kalau kuliah adalah latihan panjang, maka masyarakat adalah lapangan sebenarnya. Tidak ada tombol “skip intro” di kehidupan nyata.
STIT Lakbok Punya Peran Strategis di Ciamis
Prosesi Wisuda STIT Lakbok Ciamis juga dihadiri sejumlah tamu undangan, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi. Kehadiran unsur pemerintah daerah tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap penguatan pendidikan tinggi di wilayah Ciamis.
STIT Lakbok dinilai memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, terutama di bidang pendidikan Islam. Lulusan kampus ini diharapkan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan nilai-nilai keislaman yang kokoh.
Dalam suasana wisuda yang dipenuhi keluarga dan civitas akademika, para lulusan tampak menjadi pusat kebanggaan. Perjuangan panjang selama masa studi akhirnya mencapai puncak. Namun, di balik toga dan senyum bahagia, ada amanah besar yang ikut melekat.
Para lulusan diharapkan mampu menjadi generasi unggul dan berdaya saing. Mereka dituntut berpikir kritis, adaptif, kreatif, sekaligus tetap berpijak pada nilai agama dan budaya bangsa.
Dengan kehadiran Wakil Menteri Koperasi RI, Wisuda STIT Lakbok Ciamis tidak hanya menjadi agenda kampus, tetapi juga menjadi pesan penting bagi generasi muda Ciamis. Bahwa masa depan daerah membutuhkan lulusan yang tidak sekadar menggenggam ijazah, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat. (AI/AS)





















