lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Komunitas SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif) menggelar kajian selama lebih dari tiga jam, Jumat (17/7/2026), untuk membedah rangkaian indikasi korupsi Dinsos Kota Tasikmalaya.
Daftar isi
Ketua Komunitas SWAKKA, Ahmad Muhlis, mengatakan kajian dilakukan dengan membandingkan catatan pengadaan, hasil pemeriksaan BPK, hasil Survei Penilaian Integritas KPK, serta rekam jejak permintaan klarifikasi yang pernah disampaikan Redaksi Lintas Priangan kepada Dinsos Kota Tasikmalaya.
“Hasilnya membuat kami sulit percaya bahwa semua ini hanya kebetulan administratif. Kalau persoalannya muncul sekali, mungkin orang masih bisa menyebutnya kelalaian. Kalau muncul berulang selama tiga tahun, itu bukan lagi titik. Titik-titiknya sudah membentuk garis,” kata Ahmad Muhlis.
Menurut Muhlis, terdapat empat persoalan utama yang saling berkaitan: indikasi dalam sedikitnya empat pengadaan dan belanja, persoalan yang berulang selama 2023–2025, skor integritas internal Dinsos yang menjadi paling rendah, serta tiga permohonan wawancara tertulis yang tidak pernah direspons.
