Tiga Surat Wawancara Diabaikan
SWAKKA juga menyoroti sikap Dinsos Kota Tasikmalaya terhadap permohonan klarifikasi.
Sejak awal 2025 hingga pertengahan 2026, redaksi setidaknya telah tiga kali mengirimkan surat permohonan wawancara tertulis. Wawancara sengaja diajukan secara tertulis agar pejabat Dinsos yang memiliki agenda padat dapat mempelajari pertanyaan, memeriksa dokumen, berkoordinasi, dan menjawab secara lebih leluasa.
Namun faktanya, tidak satu pun dari tiga permohonan tersebut direspons.
“Wawancaranya tertulis. Tidak perlu meninggalkan rapat, tidak perlu mencari waktu untuk bertemu, bahkan jawabannya bisa disusun bersama staf. Kalau cara semudah itu tetap tidak dijawab, publik tentu bertanya: yang tidak tersedia itu waktunya atau jawabannya?” kata Muhlis.
Menurutnya, sikap diam tidak akan menghentikan pemeriksaan publik. Ketertutupan justru membuat pertanyaan mengenai rangkaian pengadaan dan pertanggungjawaban anggaran semakin besar.
“Dinsos tetap memiliki hak jawab dan ruang klarifikasi. Namun, hak jawab tidak akan berjalan sendiri dari kantor Dinsos menuju meja redaksi. Harus ada kemauan untuk menjawab,” katanya.
