Kendali Sementara, Tantangan Nyata
Penunjukan Plt dan Plh menjadi mekanisme untuk menjaga kesinambungan pemerintahan. Namun, kedua posisi ini memiliki keterbatasan kewenangan yang tidak bisa diabaikan.
Plh Sekda, misalnya, tidak memiliki otoritas penuh untuk mengambil keputusan strategis, seperti mutasi jabatan atau perubahan kebijakan jangka panjang. Setiap langkah penting tetap harus melalui koordinasi dengan pejabat definitif.
Situasi ini membuat kendali pemerintahan bersifat kolektif dan lebih berhati-hati. Di satu sisi, stabilitas tetap terjaga. Namun di sisi lain, fleksibilitas dalam merespons persoalan bisa menjadi terbatas.
Penunjukan dari jajaran Asda dinilai sebagai langkah aman. Para Asda merupakan pejabat senior yang telah terbiasa mengelola koordinasi lintas perangkat daerah, sehingga dinilai mampu menjaga keseimbangan birokrasi.
Namun, dalam kondisi banyaknya pejabat yang absen bersamaan, tantangan tidak hanya soal menjaga sistem tetap berjalan, tetapi juga memastikan respons tetap cepat dan efektif.
Di tingkat masyarakat, perhatian utama bukan pada siapa yang menjabat sementara, melainkan apakah layanan publik tetap berjalan tanpa gangguan.
Potensi dampak yang muncul antara lain melambatnya koordinasi, tertundanya keputusan strategis, serta meningkatnya beban kerja pejabat yang ditunjuk menggantikan sementara.
Fenomena cuti haji pejabat ini pada akhirnya menjadi ujian nyata bagi sistem birokrasi di Kota Tasikmalaya. Apakah kendali pemerintahan tetap solid meski dijalankan oleh pejabat sementara, atau justru menunjukkan ketergantungan pada pejabat definitif.
Keberangkatan ke Tanah Suci adalah momentum penting secara personal. Namun bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya, ini juga menjadi momen untuk membuktikan bahwa sistem tetap mampu berjalan, bahkan saat para pengambil keputusan utama sedang tidak berada di tempat.
Pada akhirnya, jawaban dari pertanyaan “siapa yang memegang kendali” akan terlihat dari satu hal sederhana: apakah pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa atau jadi terkendala. (DH)
