Ketua KNPI Kota Tasikmalaya: “Kalau 2 Pilar Ini Terjaga, Indonesia Pasti Digdaya!”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Suasana siang tadi terasa bersahaja. Meja kayu, suara sendok beradu pelan, dan aroma masakan rumahan yang hangat memenuhi ruangan di salah satu tempat makan di Kota Tasikmalaya. Dalam nuansa yang jauh dari kesan formal itulah, Sabtu (02/05/2026), perbincangan dengan Ketua KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan Noor, mengalir. Topiknya tentang hari ini, Hari Pendidikan Nasional.

Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi pintu masuk pembicaraan. Namun Dhany tidak langsung berbicara soal pendidikan hari ini. Ia justru mengajak melihat jauh ke belakang, ke masa ketika Nusantara berada dalam gangguan imperialisme sejak awal 1600-an.

Berabad-abad lamanya, kekuatan asing leluasa mengusik bahkan menguasai wilayah-wilayah di kepulauan ini. Namun, seperti yang ia tekankan sambil sesekali menyeruput kopi panas, dominasi itu faktanya tidak berlangsung selamanya.

Ia menjelaskan bahwa perubahan besar tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada proses panjang yang melibatkan tumbuhnya kesadaran kolektif, kesadaran untuk melihat diri sebagai satu bangsa yang berhak menentukan nasibnya sendiri.

“Perlawanan itu tidak instan. Ada orang-orang yang mulai berpikir, mulai belajar, lalu sadar bahwa mereka tidak bisa terus berada dalam kendali orang lain,” ujarnya.

Narasi itu kemudian ia tarik ke periode yang lebih dekat, yakni Agresi Militer Belanda I. Saat itu, Indonesia yang baru merdeka harus menghadapi kekuatan militer Belanda yang datang dengan dukungan belasan negara yang tergabung dalam Sekutu. Dalam kondisi serba terbatas, Indonesia tetap mampu bertahan.

Bagi Dhany, daya tahan tersebut tidak hanya lahir dari keberanian di medan perang. Ia melihat ada faktor yang lebih mendasar—, yakni emampuan berpikir, membaca situasi, dan menyusun strategi.

“Kalau hanya mengandalkan keberanian tanpa pengetahuan, mungkin cerita kita sudah berbeda hari ini,” katanya, ringan tapi mendalam.

Dari sana, ia melompat pada realitas geografis Indonesia yang unik. Lebih dari 17 ribu pulau, ratusan latar belakang budaya, namun mampu bersatu dalam satu negara.

Menurutnya, banyak negara di dunia justru kesulitan menjaga kesatuan meski secara geografis jauh lebih sederhana. Indonesia, dengan segala kompleksitasnya, justru mampu membangun satu identitas nasional.

“Bandingkan dengan negara-negara lain, yang secara fisik, mereka berada dalam satu daratan. Tidak terpisah oleh apapun. Tapi mereka tidak bisa jadi satu negara,” jelas Dhany, tiba-tiba saja sedikit berapi-api.

Yang dari contohkan itu misalnya realitas di daratan Amerika, Europa dan Afrika. Puluhan negara hidup dalam satu daratan, tapi faktanya tak bisa jadi satu negara.

Dhany menilai, hal itu tidak mungkin terjadi tanpa adanya kesadaran bersama yang terus dirawat dari generasi ke generasi. Dan kesadaran tersebut, kata dia, tidak lepas dari peran pendidikan.

Sebagai ilustrasi, Dhany menyebut peran mahasiswa STOVIA yang menjadi bagian penting dalam sejarah pergerakan nasional. Dari ruang-ruang belajar itu, gagasan kebangsaan mulai tumbuh dan menyebar.

Sejarah, menurutnya, telah menunjukkan bahwa perubahan besar selalu melibatkan mereka yang tidak hanya memiliki semangat, tetapi juga pengetahuan.

Barulah di bagian ini, Dhany membuka apa yang ia sebut sebagai fondasi utama kekuatan bangsa, dua hal yang terus berulang dalam setiap fase penting perjalanan Indonesia.

Ia menyebut, kekuatan itu terletak pada pemuda dan pendidikan.

Bukan sekadar keberadaan pemuda, melainkan pemuda yang memiliki kapasitas intelektual, pengetahuan, wawasan, atau keterampilan yang terasah. Karena, seperti yang ia tekankan, setiap generasi pasti memiliki pemuda. Namun tidak semua mampu membawa perubahan.

“Kalau hanya muda, itu biasa. Tapi ketika muda dan terdidik, itu baru jadi kekuatan besar,” ujarnya.

Menurutnya, dua pilar inilah yang membuat Indonesia mampu keluar dari tekanan imperialisme, bertahan di masa agresi militer, hingga menyatukan wilayah yang sangat luas menjadi satu kesatuan negara.

Ia pun meyakini, jika keduanya terus dijaga, Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga akan berdiri sebagai bangsa yang kuat dan berwibawa.

“Kalau dua hal ini tetap ada dan terpelihara, Indonesia pasti digdaya,” tegasnya.

Di penghujung perbincangan, suasana tetap santai. Namun pesan yang disampaikan terasa semakin personal. Sebagai pemimpin organisasi kepemudaan di Kota Tasikmalaya, Dhany mengingatkan generasi muda agar tidak menjalani masa muda dengan sikap abai.

Menurutnya, ada kecenderungan merasa cukup hanya karena usia masih muda. Padahal, tanpa diisi dengan pengetahuan, potensi itu bisa terbuang begitu saja, seperti makanan hangat yang dibiarkan dingin.

“Jangan merasa cukup hanya karena muda. Masa muda itu kesempatan, bukan jaminan,” pungkas Dhany. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Milad Majelis Sholawat Wabaarik Al Muzani Jadi Panggung Santri Merawat Tradisi

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Milad ke-4 Majelis Sholawat Wabaarik Al Muzani...

Transaksi TPI Pangandaran Tembus Rp6 Miliar pada September 2026

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Nilai transaksi TPI Pangandaran yang dikelola KUD...

Isbat Nikah Garut Diikuti 61 Pasangan, Kuota Oktober Lebih dari 100

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 61 pasangan mengikuti layanan isbat nikah...

Persiku vs PSGC Ciamis Sore Ini di Bantul, Laskar Galuh Datang Usai Kalah 0-2

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Persiku vs PSGC Ciamis dijadwalkan berlangsung...

Jumat di Mangunreja, Jajaran Polres Tasikmalaya Bersilaturahmi dengan Warga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Masjid Agung Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi...

JAWA BARAT

PT Wemade Indonesia Jaya di Bongas Kulon, Dari Lapangan Kerja Lokal hingga Pasar Amerika

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Di tengah berkembangnya kawasan industri di...

Papandayan Jazz Festival 2026 Dimulai Hari Ini, Ruth Sahanaya hingga Diskoria Tampil di Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Papandayan Jazz Festival 2026 dimulai di The...

Proyek Data Center AI Jatiluhur Disetop, AMDAL dan PBG Belum Rampung

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Pembangunan data center AI Jatiluhur di Kabupaten...

Santunan PT Wemade Indonesia Jaya, Sejumlah Anak Yatim di Bongas Kulon Terima Sembako dan Uang Saku

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Kepedulian terhadap masyarakat sekitar mulai ditunjukkan...

Ribuan Rokok Ilegal Beredar di Cianjur, 7.000 Batang Disita dari Tiga Kecamatan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Cianjur...

Ruliadi: Dulu Pemuda Menjaga Indonesia dengan Darah, Hari Ini dengan Kesadaran Politik

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Momentum Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober...

PMI Asal Majalengka Pulang dari Yordania Bersama Lima Anak, Pemkab Siapkan Pendampingan

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Seorang PMI asal Majalengka yang bekerja...

Virtual Job Fair Bandung Buka 359 Lowongan dari Enam Perusahaan

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan...

Olahraga

Popular Categories