lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Karawang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Karawang, Sabtu (2/5/2026). Aksi ini menjadi sorotan publik karena membawa dua isu krusial yang dinilai belum terselesaikan, yakni persoalan pendidikan dan ketenagakerjaan di Kabupaten Karawang.
Demo mahasiswa Karawang tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai perguruan tinggi, dengan dominasi mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Massa menuntut pemerintah daerah dan DPRD Karawang agar tidak lagi hanya sebatas berjanji, tetapi segera menghadirkan solusi nyata.
Tuntutan Mahasiswa: Pendidikan dan Lapangan Kerja
Sejak siang hari, massa mulai memadati kawasan Kantor DPRD Karawang. Mereka membawa spanduk, poster, serta menyuarakan tuntutan terkait kualitas pendidikan dan minimnya kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Mahasiswa menilai, dua sektor tersebut masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Karawang. Padahal, Karawang dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia.
Presiden BEM Unsika, Deril, menegaskan bahwa pemerintah harus lebih serius dalam merespons persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, isu pendidikan dan ketenagakerjaan selama ini kerap dibahas, namun belum pernah diwujudkan dalam kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
DPRD Karawang Sempat Dinilai Lamban Merespons
Suasana aksi sempat memanas ketika massa harus menunggu berjam-jam tanpa kehadiran anggota dewan. Kondisi tersebut memicu kekecewaan para demonstran yang sejak awal berharap dapat langsung menyampaikan aspirasi mereka.
Setelah penantian panjang, Komisi IV DPRD Karawang akhirnya menerima perwakilan mahasiswa untuk melakukan audiensi pada malam hari.
Momen tersebut menjadi titik penting dalam demo mahasiswa Karawang, setelah massa bertahan dari siang hingga malam demi memperjuangkan tuntutan mereka.
Karawang Dinilai Masih Darurat Kemiskinan Ekstrem
Dalam orasinya, Deril menyoroti masih tingginya angka kemiskinan ekstrem di Karawang, khususnya yang berkaitan dengan sektor ketenagakerjaan.
Ia menilai, keberadaan ribuan perusahaan di Karawang belum sepenuhnya memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
Selain itu, sektor pendidikan juga dinilai belum menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Pendidikan jangan hanya menjadi komoditas politik saat pemilu. Masyarakat butuh kebijakan nyata,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan meriah dari ratusan mahasiswa yang hadir.
