lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Dugaan kasus perundungan terhadap siswa berinisial NV di Kabupaten Ciamis kembali menyedot perhatian publik.
Peristiwa ini muncul di tengah penegasan Bupati Ciamis dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, yang menekankan bahwa pencegahan kekerasan, pelecehan, dan bullying terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Kasus tersebut kini tidak hanya menjadi perhatian pada level sekolah, tetapi juga memicu dorongan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
Aktivis sosial, Prima, menilai kasus NV memperlihatkan masih lemahnya mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan.
Ia menegaskan, kasus seperti ini tidak seharusnya berhenti pada polemik saling bantah, melainkan harus menjadi pintu masuk perbaikan sistem.
“Yang paling penting adalah memastikan ada penelusuran yang objektif dan transparan. Jangan sampai respons awal justru menutup ruang klarifikasi yang adil,” ujar Prima.
Ia juga menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang dinilai terlalu cepat memberikan bantahan tanpa proses investigasi yang memadai. Menurutnya, hal tersebut berisiko menggeser fokus dari kepentingan utama, yakni perlindungan korban.
Dari hasil pemeriksaan tenaga profesional, korban NV disebut mengalami tekanan psikologis yang cukup berat hingga menunjukkan gejala depresi. Kondisi ini, kata Prima, tidak bisa dipandang ringan dan membutuhkan penanganan yang lebih serius serta berkelanjutan.
“Anak ini butuh pendampingan psikologis yang konsisten. Tidak cukup satu kali penanganan, harus ada proses pemulihan jangka panjang,” katanya.
Prima mendorong Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui dinas terkait untuk segera turun tangan memberikan layanan konseling dan pendampingan psikologis secara intensif.
Ia menilai negara memiliki kewajiban memastikan pemulihan korban berjalan optimal.
Selain itu, ia juga meminta pihak sekolah melakukan evaluasi internal secara menyeluruh, termasuk penguatan pengawasan serta pembinaan terhadap lingkungan pergaulan siswa, agar kasus serupa tidak kembali terulang.
Baca Juga : Hardiknas di Ciamis Bupati Herdiat Tekankan Penanganan Serius Bullying dan Kekerasan Anak
Sementara itu, dalam momentum Hardiknas 2026, Bupati Ciamis Herdiat menegaskan bahwa isu perlindungan anak dari kekerasan, pelecehan, dan bullying bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan, melainkan seluruh lapisan masyarakat.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Semua harus peduli dan terlibat,” tegasnya.
Kasus NV kini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak di lingkungan pendidikan membutuhkan sistem yang lebih kuat, respons yang cepat, serta keberpihakan nyata terhadap pemulihan korban. (NID)
