lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Pemerintah Kabupaten Karawang bergerak cepat menyiapkan solusi untuk mengurangi kemacetan sekaligus menekan angka kecelakaan di sejumlah perlintasan kereta api. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembangunan Underpass Karawang di beberapa titik rawan.
Dua lokasi ditetapkan sebagai prioritas utama, yakni perlintasan kereta api di Tuparev, Karawang Timur, dan Kosambi, Kecamatan Klari. Kedua titik tersebut dinilai memiliki tingkat kepadatan lalu lintas dan potensi kecelakaan yang cukup tinggi.
Tuparev dan Kosambi Jadi Prioritas Utama
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa pembangunan underpass menjadi solusi paling efektif untuk mengatasi persoalan di perlintasan sebidang.
Menurutnya, Kabupaten Karawang memiliki sejumlah titik perlintasan kereta api yang selama ini kerap memicu kemacetan panjang, terutama saat jam sibuk.
“Di wilayah Kabupaten Karawang, ada beberapa titik perlintasan resmi yang rawan menimbulkan kemacetan dan kecelakaan,” ujar Aep, Kamis, 30 April 2026.
Enam Perlintasan Masuk Pemetaan
Pemkab Karawang telah mengidentifikasi enam titik Perlintasan Kereta Karawang yang membutuhkan penanganan serius, yaitu:
- Tanjungpura
- Tuparev
- Johar
- Kosambi
- Pancawati
- Cikampek
Dari seluruh titik tersebut, Tuparev dan Kosambi dipilih sebagai proyek prioritas tahap awal karena volume kendaraan yang sangat tinggi.
Underpass Dinilai Lebih Efektif
Pemilihan konsep Pembangunan Underpass Karawang bukan tanpa alasan. Pemkab menilai underpass lebih efisien dibandingkan flyover, baik dari sisi biaya, konstruksi, maupun dampaknya terhadap aktivitas masyarakat sekitar.
Keberhasilan underpass Warungbambu di Karawang Timur menjadi referensi utama. Infrastruktur tersebut terbukti mampu mengurai kepadatan lalu lintas secara signifikan.
“Flyover membutuhkan biaya lebih besar dan berpotensi mengganggu akses usaha di sekitar lokasi,” kata Aep.
