Hanafi: “Banjir di Tasikmalaya Tidak Bisa Menghanyutkan Kebersamaan”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Hujan turun seperti biasa. Tidak pernah meminta izin. Tidak pernah menunggu kesiapan. Dan seperti yang sudah-sudah, air kembali mencari jalannya, mengisi saluran, meluap di titik-titik lemah, lalu perlahan masuk ke ruang-ruang kehidupan warga Kota Tasikmalaya.

Air menggenang lagi. Banjir datang lagi.

Di tengah situasi itu, Hanafi, S.H., M.H., Plt. Kalak BPBD Kota Tasikmalaya, menyampaikan sebuah pesan, khususnya untuk warga Kota Tasikmalaya.

“Banjir di Tasikmalaya yang kita cintai ini, tidak akan bisa menghanyutkan kebersamaan,” ucapnya.

Kalimat itu bukan sekadar optimisme. Ia lahir dari kesadaran panjang bahwa sebesar apa pun upaya pemerintah, banjir tidak bisa dihadapi sendirian.

Sebagai Asisten Daerah II yang mengoordinasikan sektor PUTR, Lingkungan Hidup, hingga Pariwisata, Hanafi paham betul kompleksitas persoalan ini. Dari hulu hingga hilir, dari kebijakan hingga perilaku, semuanya saling terhubung.

Pemerintah, kata Hanafi, sudah bergerak. Wali Kota Tasikmalaya dan Wakil Wali Kota telah turun. Seluruh perangkat daerah terkait diminta melakukan langkah-langkah antisipasi.

Evaluasi dilakukan. Perbaikan terus diupayakan.

Namun realitas di lapangan tidak bisa ditawar. Hujan tetap turun. Air tetap mengalir. Dan di beberapa sudut kota, genangan tetap hadir.

Di titik itulah, Hanafi melihat satu hal yang justru menjadi harapan terbesar: kebersamaan.

Kepada Lintas Priangan, ia lalu bercerita tentang Kamis, 9 April 2026. Di Kelurahan Panglayungan, ketika kebersamaan itu mulai tampak dan membawa harapan besar.

Tanpa komando keras. Tanpa regulasi yang menekan. Cukup dengan komunikasi dari hati ke hati.

Dan hasilnya? Warga turun tangan—cepat, spontan, tanpa diminta berulang-ulang.

“Ketika komunikasi dibuka dengan tulus, masyarakat merespons dengan luar biasa. Mereka langsung bergerak,” kata Hanafi.

Pemandangan itu mungkin tidak viral. Tidak juga dramatis. Tidak menjadi sorotan banyak media. Namun di situlah nilai yang selama ini hampir terlupakan kembali muncul ke permukaan: gotong royong.

Tisna (48), warga Panglayungan, merasakannya sebagai sesuatu yang wajar. Bukan beban. Bukan kewajiban yang dipaksakan, melainkan kesadaran.

“Kota Tasikmalaya ini rumah kita bersama. Jadi ketika pemerintah meminta bantuan untuk kepentingan bersama, sudah seharusnya kita ikut membantu,” ujarnya.

Bagi Tisna, kuncinya bukan hanya ajakan, tetapi keterbukaan. Warga tidak akan menolak untuk terlibat. Mereka bahkan ingin diajak bicara, dilibatkan, dan dihargai sebagai bagian dari solusi.

“Saya kira warga siap, selama pemerintah juga membuka diri dan mau berkomunikasi. Karena ini rumah kita bersama,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan sesuatu yang sering terlupakan: bencana tidak pernah memilih.

“Banjir di Tasikmalaya dan di mana pun, tidak bertanya siapa pejabat, siapa warga biasa,” tambah Tisna.

Karena itu, menurutnya, satu-satunya cara menghadapi banjir adalah berdiri di sisi yang sama.

“Sebagai warga, saya siap mendukung semampu yang saya bisa,” tegasnya.

Apa yang terjadi di Panglayungan menjadi semacam cermin kecil bahwa solusi besar sering kali berawal dari langkah sederhana—membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga lingkungan masing-masing.

Hal-hal yang terlihat kecil, tetapi jika dilakukan bersama, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada yang dibayangkan.

Hanafi menyadari, ajakan ini bisa saja disalahartikan, seolah-olah pemerintah ingin berbagi beban. Namun ia menegaskan, arah ajakan ini sama sekali bukan ke sana. Tanggung jawab tetap ada di pemerintah. Upaya tetap berjalan. Kritik tetap diterima.

“Semua masukan dari masyarakat menjadi bahan evaluasi kami. Kami terus berupaya memperbaiki,” ujarnya.

Hanya saja, untuk menghadapi kenyataan hari ini—ketika hujan turun dan air datang—tidak ada pilihan lain selain bergerak bersama.

Karena banjir tidak menunggu program selesai. Kadang, ia datang lebih cepat dari yang diperkirakan.

Di tengah semua itu, ada satu hal yang tidak boleh kalah cepat: kesadaran untuk saling membantu.

Sebab pada akhirnya, kota ini bukan hanya kumpulan bangunan dan jalan, tapi kumpulan manusia yang memiliki hati.

Dan selama manusia-manusianya masih mau saling peduli, ada satu hal yang tidak akan pernah bisa dihanyutkan oleh banjir: kebersamaan. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

KONAMI Tasikmalaya Siapkan Pengaduan ke Polda Jabar, Tuntut Evaluasi Kapolres Tasikmalaya Kota

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Komite Nasional Mahasiswa Indonesia (KONAMI) Tasikmalaya...

Santri Tarbiyatul Ummah Tasikmalaya Ditempa Jadi Pemilih Cerdas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. “Mengapa dalam setiap pemilu sering terjadi bagi-bagi uang...

Sumur Bor Setiamulya Mulai Dikerjakan untuk Pasok Air Bersih Warga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sumur bor Setiamulya mulai dikerjakan di Kelurahan...

Persikotas Nusantara Belum Tentukan Kandang Liga 3, Banjar-Ciamis Dijajaki

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Persikotas Nusantara belum menentukan stadion kandang untuk...

Garut Plaza Diaktifkan Kembali, Pemkab Bidik Perdagangan dan UMKM

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Garut Plaza kembali didorong menjadi pusat aktivitas...

JAWA BARAT

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Sampai Bandung, Pemkot Siapkan Mitigasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan langkah...

Surat Edaran Gubernur Jabar, Siaga Abu Vulkanik

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan...

Bandara Husein Sastranegara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau, Estimasi hingga Pukul 16.00 WIB

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Operasional Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung...

200 Becak Listrik Cirebon Dibagikan, Pemkot Siapkan Dukungan Pengisian Daya

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Sebanyak 200 unit becak listrik Cirebon telah...

Kebakaran Lahan Jawa Barat Capai 228,07 Hektare, Sukabumi Terluas

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Luas kebakaran lahan Jawa Barat mencapai 228,07...

Persib vs PSM di GBLA, 2.505 Personel Disiagakan dan Tiga Titik Disekat

lintaspriangan.com, BERITA PERSIB. Sebanyak 2.505 personel disiagakan untuk mengamankan pertandingan...

Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Mulai 6 September untuk Cegah Karhutla

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai di wilayah...

Dentuman Misterius Bandung, Badan Geologi Kaitkan Anak Krakatau, BMKG Sebut Skyquake

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Misteri suara dentuman misterius Bandung yang...

Olahraga

Popular Categories