Apa Modal Sosial Kabupaten Tasikmalaya? Ini Jawaban Bupati

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabupaten Tasikmalaya kembali memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama dalam suasana yang khidmat. Upacara digelar sederhana namun penuh makna, dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, aparatur sipil negara, serta berbagai elemen masyarakat. Di tengah rutinitas seremoni tahunan itu, terselip satu pertanyaan penting yang diam-diam relevan dengan denyut kehidupan warga: apa sebenarnya modal sosial Kabupaten Tasikmalaya?

Pertanyaan itu tidak muncul dari ruang kosong. Tasikmalaya dikenal sebagai daerah religius, dengan kehidupan sosial yang bertumpu pada nilai kebersamaan, tradisi keagamaan yang kuat, serta relasi sosial yang relatif cair. Namun di tengah perubahan sosial, dinamika ekonomi, dan tantangan pembangunan daerah, konsep “modal sosial” kerap terdengar abstrak. Ia sering disebut, tapi jarang dijelaskan secara konkret.

Upacara peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat Kabupaten Tasikmalaya menjadi ruang refleksi bersama. Tema yang diusung tahun ini, “Umat Rukun Bersinergi, Indonesia Damai dan Maju”, seolah mengajak semua pihak untuk berhenti sejenak dari rutinitas administratif, lalu menengok fondasi sosial yang selama ini menopang kehidupan masyarakat.

- Advertisement -

Kerukunan, toleransi, dan sinergi lintas elemen bukan sekadar slogan yang dibacakan dalam amanat upacara. Di daerah seperti Tasikmalaya, nilai-nilai itu hidup dalam praktik sehari-hari: di kampung, di masjid, di sekolah, hingga di ruang-ruang pelayanan publik. Banyak persoalan sosial bisa diselesaikan tanpa hiruk-pikuk, karena masyarakat masih memegang etika bermusyawarah dan saling menghormati.

Namun demikian, tantangan tetap ada. Perubahan zaman membawa pola interaksi baru. Media sosial, tekanan ekonomi, dan perbedaan pilihan kadang memunculkan gesekan. Di sinilah peran pemerintah daerah dan institusi keagamaan diuji: menjaga agar modal sosial tidak sekadar menjadi warisan, tetapi terus dirawat dan diperkuat.

Refleksi Hari Amal Bakti di Kabupaten Tasikmalaya

Hari Amal Bakti bukan hanya milik birokrasi keagamaan. Peringatan ini sejatinya menjadi pengingat tentang fungsi strategis Kementerian Agama dalam merawat kehidupan beragama yang moderat dan berkeadaban. Bagi Kabupaten Tasikmalaya, refleksi ini terasa dekat karena wajah sosial daerah sangat lekat dengan nilai-nilai keagamaan.

Kehadiran berbagai unsur dalam upacara tersebut menunjukkan satu hal penting: urusan kerukunan dan harmoni sosial tidak bisa dibebankan pada satu institusi saja. Ia membutuhkan kerja bersama, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, aparat keamanan, hingga masyarakat akar rumput.

Dalam konteks inilah, pembicaraan tentang Modal Sosial Kabupaten Tasikmalaya menjadi relevan. Modal sosial bukan bangunan fisik, bukan pula angka dalam laporan keuangan. Ia hadir dalam bentuk kepercayaan, kebiasaan saling membantu, serta kesediaan untuk bekerja sama demi kepentingan bersama.

Jawaban Bupati tentang Modal Sosial Kabupaten Tasikmalaya

Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, menyampaikan pandangannya yang menarik perhatian. Ia tidak langsung menyebut istilah teknis atau konsep akademik. Jawabannya justru sederhana, namun membumi.

Menurut Bupati, modal sosial Kabupaten Tasikmalaya terletak pada kerukunan masyarakatnya. Kerukunan yang dimaksud bukan sekadar hidup berdampingan tanpa konflik, tetapi kemampuan warga untuk saling memahami, menghormati perbedaan, dan menjaga harmoni dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa kekuatan terbesar Tasikmalaya bukan hanya pada sumber daya alam atau potensi ekonomi, melainkan pada karakter sosial masyarakatnya yang religius dan guyub.

Bupati juga menyinggung pentingnya sinergi. Kerukunan tanpa kerja sama hanya akan menjadi sikap pasif. Sebaliknya, sinergi yang lahir dari rasa saling percaya mampu menjadi energi besar bagi pembangunan daerah. Dalam pandangannya, ketika umat rukun, pemerintah daerah lebih mudah menjalankan program, pelayanan publik berjalan lebih lancar, dan stabilitas sosial dapat terjaga.

Jawaban itu seolah mengikat kembali benang merah antara tema Hari Amal Bakti dengan realitas lokal Tasikmalaya. Modal sosial bukan konsep jauh di awang-awang. Ia nyata, hidup, dan bisa dirasakan dalam keseharian warga.

Di akhir refleksi, pesan yang tersirat menjadi jelas: Modal Sosial Kabupaten Tasikmalaya adalah kerukunan yang dirawat bersama. Bukan hanya tugas pemerintah, bukan pula tanggung jawab tokoh agama semata, melainkan kerja kolektif seluruh masyarakat. Dari situlah harapan akan Tasikmalaya yang damai, stabil, dan terus maju dapat bertumbuh. (AS)

[abiba_quick_ads id="38307"]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

PAN Usung Asep Rahmat sebagai Calon Wabup Ciamis, PKS Tunggu Keputusan Internal

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Ciamis...

Nanang Permana Dorong Petani Muda Ciamis Berinovasi, Semangka Berpotensi Hasilkan Rp60 Juta

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Budidaya semangka yang dikembangkan petani muda...

Petani Muda Ciamis Sulap Lahan Kering Jadi Kebun Semangka, Potensi Panen 3 Ton

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Lahan kering yang selama ini...

Tabligh Akbar HSN 2026 di Ciamis Hadirkan Ustaz Abdul Somad dan Das’ad Latif

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Dua penceramah nasional, Prof. KH. Abdul...

Khitanan Massal Tasikmalaya Digelar di RSUD Dewi Sartika, BAZNAS Bantu 25 Peserta

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kegiatan khitanan massal Tasikmalaya berlangsung di...

JAWA BARAT

Majalengka Creative Festival 2026 Masuki Hari Terakhir, UMKM hingga Karya Digital Dipamerkan

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Majalengka Creative Festival 2026 dijadwalkan memasuki...

Festival Nyawang Bulan Bandung Digelar 24 Oktober 2026, Hadirkan Kuliner Tradisional dan Kesenian Sunda

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Festival Nyawang Bulan Bandung edisi Oktober...

Pawai Jampana Bandung 2026 Digelar Hari Ini, Libatkan 30 Kecamatan dengan Rute 1,3 Kilometer

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pawai Jampana Bandung dijadwalkan berlangsung pada...

Kebakaran Gunung Ciremai Belum Padam Total, Petugas Buat Sekat Bakar dan Siapkan Pemadaman Udara

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Kebakaran Gunung Ciremai di kawasan Taman...

Tangisan Anak Surili di Tengah Karhutla Ciremai, Petugas Selamatkan Primata Langka

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Di tengah kebakaran hutan dan...

Perizinan Dapur MBG di Depok, Data PBG dan Pengawasan SPPG Perlu Dibuka

lintaspriangan.com, BERITA DEPOK. DEPOK — Perizinan bangunan dapur program...

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

Olahraga

Kategori Populer