lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Aliran Cukang Taneuh akan menjadi pusat perhatian pada Senin, 13 Juli 2026. Syukuran Waluya Green Canyon dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 13–14 Juli 2026, di Kabupaten Pangandaran. Agenda ini masuk dalam kalender resmi kegiatan pariwisata dan budaya Jawa Barat sepanjang Juli.
Bukan sekadar perayaan, Syukuran Waluya membawa pesan yang dekat dengan kehidupan masyarakat sekitar. Sungai telah menjadi sumber penghidupan, ruang wisata, sekaligus wajah Pangandaran di mata pengunjung. Karena itu, rasa syukur tidak berhenti pada seremoni. Ia perlu diwujudkan dengan menjaga sungai tetap bersih, aman, dan indah.
Bersyukur atas Sungai yang Menghidupi
Syukuran Waluya Green Canyon merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat dan pelaku wisata atas manfaat yang diberikan kawasan Cukang Taneuh. Pada penyelenggaraan sebelumnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan warga, pelaku wisata, kelompok sadar wisata, dan pemerintah daerah.
Green Canyon bukan hanya pemandangan tebing dan aliran air yang memikat wisatawan. Di sekitarnya, ada pengemudi perahu, pedagang, pemandu wisata, pekerja jasa, serta keluarga yang menggantungkan penghasilan pada ramainya kunjungan.
Karena itulah, sungai yang terawat berarti penghidupan yang ikut terjaga. Sebaliknya, sampah, kerusakan alam, dan pelayanan yang buruk dapat membuat wisatawan berpikir dua kali untuk datang.
Pesan tersebut pernah ditegaskan Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam penyelenggaraan Syukuran Waluya sebelumnya. Warga, pelaku wisata, dan kelompok sadar wisata diajak bersama-sama menjaga kebersihan Green Canyon. Sampah dinilai dapat menjadi penghalang bagi wisatawan dan menurunkan daya tarik kawasan.
Air sungai memang terus mengalir. Namun, wisata tidak akan otomatis terus ramai bila alamnya dibiarkan bekerja sendirian.
Momentum Merawat Green Canyon
Pelaksanaan Syukuran Waluya Green Canyon tahun ini menjadi momentum untuk kembali melihat hubungan antara tradisi, alam, dan pariwisata. Ketiganya tidak dapat dipisahkan.
Tradisi memberi identitas. Alam memberi daya tarik. Sementara pengelolaan wisata memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran sebelumnya berharap kegiatan Syukuran Waluya dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan serta keindahan alam. Kawasan Cukang Taneuh juga diharapkan semakin menarik bagi wisatawan lokal maupun nasional.
Harapan itu relevan untuk kembali disuarakan. Green Canyon tidak cukup hanya dipromosikan melalui foto-foto indah. Kawasan ini membutuhkan kebersihan, keselamatan perjalanan wisata, keramahan pelayanan, serta kesadaran bersama untuk tidak merusak sungai.
Agenda 13–14 Juli 2026 ini pun dapat menjadi lebih dari sekadar kegiatan tahunan. Syukuran seharusnya meninggalkan perubahan yang terasa setelah panggung dibongkar dan keramaian usai.
Sebab cara terbaik mensyukuri sungai bukan hanya dengan merayakannya, tetapi juga memastikan airnya tetap bersih dan kehidupan di sekitarnya terus tumbuh. (NS/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
