lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Delapan pelajar tenggelam di Garut setelah mengikuti rangkaian kegiatan sekolah di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Seorang siswi berusia 14 tahun meninggal dunia, sedangkan tujuh pelajar lainnya berhasil diselamatkan.
Insiden tersebut terjadi di kolam penampungan Mata Air Cihaniwung, Kampung Cibolang, Desa Cidatar, Kamis, 16 Juli 2026. Kasusnya kembali menjadi perhatian setelah polisi melanjutkan pemeriksaan lokasi dan saksi pada Jumat, 17 Juli 2026.
Kronologi Delapan Siswi Tenggelam
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai pemberitaan, rombongan pelajar MTs asal Kecamatan Cigedug sebelumnya mengikuti kegiatan penjelajahan atau tadabur alam. Setelah kegiatan selesai, sejumlah pelajar mendatangi kolam penampungan mata air tersebut.
Beberapa pelajar laki-laki disebut lebih dahulu berenang. Setelah itu, delapan siswi ikut masuk ke area kolam. Mereka diduga tidak mengetahui kondisi dan kedalaman kolam yang mencapai lebih dari dua meter.
Situasi berubah menjadi kepanikan ketika para siswi mengalami kesulitan saat berada di dalam air. Orang-orang yang berada di lokasi segera berusaha melakukan pertolongan.
Tujuh siswi akhirnya berhasil dikeluarkan dari kolam dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, seorang siswi kelas IX tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Korban meninggal diketahui berasal dari Kecamatan Cigedug. Jenazahnya kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Peristiwa tersebut menyisakan duka bagi keluarga, sekolah, dan warga setempat.
Polisi Periksa Lokasi dan Saksi
Aparat dari Polsek Cisurupan bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Garut mendatangi tempat kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta memasang garis polisi di sekitar kolam.
Air di dalam kolam juga dikosongkan untuk mencegah warga kembali masuk selama proses pemeriksaan berlangsung. Langkah tersebut sejalan dengan keterangan aparat yang dilansir dalam berbagai pemberitaan mengenai penanganan pelajar tenggelam di Garut.
Polisi turut menelusuri rangkaian kegiatan sebelum insiden, termasuk keterlibatan pendamping dan panitia. Keterkaitan kegiatan tersebut dengan agenda resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah masih menjadi bagian yang perlu dipastikan.
Informasi yang beredar menunjukkan para korban merupakan pelajar kelas VIII dan IX yang bertugas mendampingi kegiatan, bukan peserta didik baru. Selepas kegiatan, rombongan berada di lokasi mata air sebelum insiden terjadi.
Hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan kecelakaan. Meski demikian, pemeriksaan terhadap saksi dan lokasi tetap dilakukan untuk mengetahui urutan kejadian secara menyeluruh. Keluarga korban juga dilaporkan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan laporan untuk proses hukum lebih lanjut kepada pihak kepolisian.
Penyelidikan diperlukan untuk memastikan kronologi lengkap, kondisi keamanan kolam, serta pengawasan terhadap para pelajar. Hingga Jumat malam, lokasi masih berada dalam penanganan kepolisian, sementara tujuh korban selamat telah mendapatkan pertolongan. (AS)
