Jangan Biarkan Kursi Itu Terus Kosong
Tahun ajaran baru selalu dipenuhi cerita tentang seragam baru, teman baru dan cita-cita baru. Namun, bagi hampir 16 ribu anak sekolah di Garut, tahun ajaran baru dapat berlalu tanpa sesuatu yang benar-benar baru.
Sebagian mungkin sedang bekerja. Sebagian tinggal terlalu jauh dari sekolah. Sebagian tidak memiliki ongkos. Sebagian lain barangkali merasa pintu pendidikan sudah tertutup untuk mereka.
Mereka tidak boleh hanya dicatat sebagai persentase. Mereka harus ditemukan satu per satu, ditanya alasannya, dibantu sesuai kebutuhannya, lalu didampingi sampai kembali belajar.
Sebab yang sedang dipertaruhkan bukan hanya angka pendidikan Kabupaten Garut. Yang dipertaruhkan adalah masa depan ribuan anak—dan wajah Garut beberapa dekade mendatang.
Bel masuk sudah berbunyi.
Kini, pemerintah harus memastikan tidak ada anak yang terus berdiri sendirian di luar kelas. (AS)
