Ketika Data Resmi Menunjukkan Nol
Di tengah pernyataan mengenai hampir 16 ribu anak yang tidak melanjutkan pendidikan, Garut Satu Data justru menampilkan Angka Putus Sekolah SD dan SMP sebesar nol persen pada 2025.
Catatan dalam halaman dataset menyebut indikator APTS sudah tidak digunakan pada tahun tersebut. Jadi, angka nol itu bukan berarti tidak ada anak putus sekolah.
Portal yang sama menampilkan partisipasi pendidikan SMP sebanyak nol orang. Persentase penduduk usia 7–18 tahun yang mengikuti pendidikan kesetaraan juga tercatat turun dari 92 persen pada 2024 menjadi hanya 31 persen pada 2025. Garut Satu Data
Angka-angka tersebut perlu dijelaskan kepada publik. Apakah terjadi perubahan indikator, kekosongan pengiriman data, perbedaan sumber, atau data yang belum diperbarui?
Persoalan data bukan masalah administratif kecil. Jika pemerintah tidak mengetahui secara tepat siapa anaknya, di mana rumahnya dan mengapa berhenti sekolah, bantuan akan mudah salah sasaran.
