Ketika Sekolah Terlalu Jauh dari Rumah
Persoalan jarak pernah ditemukan di Desa Karyasari, Kecamatan Banyuresmi. Wilayah tersebut tidak memiliki SMP sehingga anak harus melanjutkan sekolah ke Kecamatan Leuwigoong.
Pemerintah menawarkan pembangunan sekolah satu atap sebagai solusi jangka pendek. Bangunan SD yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk menyelenggarakan pendidikan SMP. Dalam jangka panjang, pemerintah berencana membangun sekolah baru. ANTARA
Kondisi serupa berpotensi muncul di desa-desa lain, terutama di Garut Selatan. Wilayahnya luas, berbukit dan memiliki permukiman yang berjauhan.
Bagi anak di perkotaan, jarak tiga kilometer mungkin tidak menjadi persoalan. Bagi anak di pelosok, jarak tersebut dapat berarti berjalan kaki, menunggu kendaraan yang tidak selalu tersedia, atau mengeluarkan ongkos yang tidak mampu dibayar setiap hari.
Pemerintah sendiri mengakui bahwa kemiskinan ekstrem, putus sekolah, serta masalah kesehatan ibu dan anak masih menjadi tantangan besar pembangunan Garut Selatan. Pemkab Garut
Karena itu, pemetaan anak tidak sekolah harus disandingkan dengan peta sebaran sekolah, kondisi jalan dan ketersediaan transportasi.
Tanpa pendekatan tersebut, pemerintah hanya akan mengetahui nama anak yang tidak bersekolah, tetapi tidak memahami tembok yang menghalanginya.
