Capaian tersebut tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah dari rumah dan menyalurkannya melalui Bank Sampah Induk Ciamis.
Pemkab Ciamis kini ingin gerakan tersebut diperluas hingga tingkat desa bahkan rukun warga (RW).
Pengurangan Sampah Ciamis Capai 40 Persen
Dorongan memperluas gerakan pengelolaan sampah disampaikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Ciamis juga memberikan apresiasi kepada penabung sampah perorangan terbaik sebagai bentuk penghargaan terhadap masyarakat yang konsisten memilah dan menabung sampah.
Penilaian dilakukan berdasarkan rekam jejak aktivitas menabung sampah selama tiga tahun terakhir.
Sejumlah indikator menjadi pertimbangan, mulai dari konsistensi menabung, jumlah sampah yang berhasil dipilah hingga akumulasi sampah yang ditabung.
“Yang jelas pertama itu kerajinan, kemudian sampah yang ditabung memang sampah yang sudah terpilah. Ada berbagai indikator, termasuk profil masyarakatnya. Kita melihat rekam selama tiga tahun ke belakang, berapa banyak menabungnya dan berapa jumlah sampah yang sudah terpilah,” ujar pejabat terkait.

Dari sejumlah kandidat, proses seleksi kemudian mengerucut menjadi lima besar sebelum ditetapkan sebagai penabung sampah perorangan terbaik.
Pemkab Ingin Setiap RW Punya Bank Sampah
Pemkab Ciamis menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mengurangi volume sampah.
Karena itu, pemerintah mendorong agar kegiatan pemilahan sampah tidak hanya terpusat melalui Bank Sampah Induk Ciamis, tetapi berkembang menjadi komunitas dan bank sampah unit di berbagai wilayah.
“Harapan ke depannya masyarakat lebih giat lagi dalam memilah sampah, kemudian membangun komunitas dalam bentuk bank sampah unit di setiap desa. Kalau bisa setiap RW memiliki bank sampah,” ujarnya.
Jika gerakan tersebut dapat berkembang hingga tingkat RW, pengelolaan sampah diharapkan dapat dilakukan lebih dekat dengan sumbernya, yakni rumah tangga.
Masyarakat tidak hanya didorong membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memilah sampah sejak dari rumah sebelum disalurkan melalui sistem bank sampah.
Penabung Sampah Dapat Apresiasi
Sebagai bentuk penghargaan terhadap masyarakat yang telah aktif, Pemkab Ciamis memberikan apresiasi kepada penabung sampah perorangan terbaik.
Penghargaan tersebut diserahkan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Penghargaan diberikan berdasarkan konsistensi dan kontribusi masyarakat dalam memilah serta menabung sampah.
Dukungan terhadap penghargaan tersebut juga datang dari Bank Jabar Banten (BJB) Ciamis.
Bantuan tersebut disebut menjadi bentuk dukungan non-APBD untuk mendorong masyarakat semakin aktif dalam pengelolaan sampah.
“Ini supporting dari BJB Ciamis. Setiap tahun diberikan bantuan, sehingga ini bukan dari APBD, tetapi langsung mendapatkan dukungan dari BJB,” katanya.
Saat ini, program pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Induk Ciamis telah melibatkan ribuan masyarakat.
Pemkab Ciamis berharap jumlah tersebut terus bertambah seiring dengan semakin banyaknya komunitas bank sampah yang terbentuk di tingkat desa dan RW.
Gerakan Dimulai dari Rumah
Pengelolaan sampah pada akhirnya tidak hanya bergantung pada pemerintah. Kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah menjadi bagian penting dalam mengurangi beban pengelolaan sampah secara keseluruhan.
Capaian pengurangan sampah sekitar 40 persen menjadi salah satu indikator bahwa partisipasi masyarakat dapat memberikan dampak terhadap pengelolaan lingkungan di Kabupaten Ciamis.
Namun, pemerintah masih ingin memperluas capaian tersebut melalui pembentukan bank sampah unit hingga tingkat desa dan RW.
Dengan semakin banyak masyarakat yang memilah dan menabung sampah, Pemkab Ciamis berharap volume sampah yang harus ditangani dapat terus ditekan.
Penghargaan kepada penabung sampah terbaik pun diharapkan bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi pemicu agar semakin banyak warga ikut melakukan pemilahan sampah dari rumah. (FSL/HS)







