lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. HPN Ciamis 2026 tidak berhenti pada seremoni. Di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), peringatan tahun ini diarahkan menjadi kerja nyata yang menyentuh langsung lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.
Semua bermula dari suasana sederhana di Sekretariat PWI Ciamis, Jalan Iwa Kusumah Soemantri, Senin, 9 Februari 2026. Tumpeng dipotong, doa dipanjatkan, seperti tradisi setiap tahun. Namun, dari pertemuan itu muncul kesepahaman yang lebih kuat: apa yang ditulis wartawan sebaiknya sejalan dengan apa yang mereka lakukan di lapangan.
Ketua PWI Ciamis, Anthika Asmara, menyebut peringatan Hari Pers Nasional bukan sekadar agenda rutin. Menurutnya, pers tetap harus menjaga integritas, sekaligus hadir di tengah persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dari situ, rangkaian kegiatan HPN Ciamis 2026 disusun dengan pendekatan berbeda. Tidak hanya seremoni, tetapi diisi kegiatan yang bersentuhan langsung dengan warga. Isu yang diangkat pun dekat dengan keseharian, terutama soal lingkungan dan kepedulian sosial.
Puncaknya berlangsung pada Minggu, 26 April 2026, di kawasan Cileueur River Walk, Kabupaten Ciamis. Sejak pagi, warga mulai berdatangan. Sebagian ikut terlibat, sebagian lain menyaksikan. Aksi bersih sungai Ciamis menjadi kegiatan utama yang menyatukan semua yang hadir.
Sampah diangkat dari aliran sungai, area sekitar dibersihkan, lalu sekitar 150 ribu benih ikan ditebar. Kegiatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan tersebut.
Di momen itu, HPN Ciamis 2026 terasa lebih dari sekadar peringatan. Ada kerja bersama yang terlihat, ada kepedulian yang dijalankan. Lingkungan yang biasanya hanya menjadi bahan berita, kali ini disentuh langsung.
Kegiatan sosial juga menjadi bagian dari rangkaian. Santunan diberikan kepada para marbot masjid sebagai bentuk perhatian atas peran mereka selama ini. Selain itu, program bedah rumah untuk warga kurang mampu di Desa Baregbeg turut disiapkan sebagai tindak lanjut kegiatan.
Kehadiran tokoh publik seperti Irfan Hakim dan Panji Petualang ikut menarik perhatian masyarakat. Namun yang lebih penting, kehadiran mereka membantu menyampaikan pesan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengapresiasi kegiatan yang digagas PWI. Ia menilai kolaborasi antara pers, pemerintah, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membangun kesadaran bersama.
Menurutnya, ketika pesan disampaikan melalui kegiatan langsung di lapangan, dampaknya lebih mudah dirasakan. Apalagi jika melibatkan tokoh publik yang bisa menjangkau lebih banyak orang.
Di sisi lain, pengelolaan lingkungan di Ciamis memang sudah berjalan cukup baik. Sistem seperti bank sampah dan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ikut memperkuat upaya menjaga kebersihan.
Kebiasaan memilah sampah dari rumah juga sudah dilakukan sebagian masyarakat. Hal ini membuat upaya menjaga lingkungan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga kesadaran warga.
Dalam konteks itu, HPN Ciamis 2026 menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar. Bukan berdiri sendiri, tetapi menyatu dengan kebiasaan yang sudah tumbuh di masyarakat.
Di tengah arus informasi yang cepat, peran pers sering kali dinilai sebatas penyampai kabar. Namun melalui kegiatan ini, ada upaya untuk menunjukkan bahwa pers juga bisa terlibat langsung.
HPN Ciamis 2026 menjadi pengingat bahwa di balik setiap berita, ada tanggung jawab yang tidak kecil. Tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga ikut menjaga lingkungan dan memperkuat kepedulian sosial.
Dari Sungai Cileueur, pesan itu terasa sederhana: apa yang ditulis, sebaiknya juga dikerjakan. Dan kali ini, itu benar-benar dilakukan. (HS)
