lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Aula Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, mendadak ramai sejak Selasa pagi (12/5/2026).
Satu per satu rombongan lurah dari Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, berdatangan untuk melihat langsung berbagai program pelayanan publik yang membuat nama Kelurahan Sindangrasa menjadi perbincangan hingga luar daerah.Sebanyak 10 lurah bersama jajaran Forum Lurah Kecamatan Kawalu datang bukan sekadar bersilaturahmi.
Mereka turun langsung melakukan studi tiru untuk mempelajari cara Kelurahan Sindangrasa menjalankan berbagai program masyarakat di tengah kondisi anggaran yang terbatas.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Tasikmalaya kepada para lurah agar mempelajari pola pelayanan dan inovasi yang berhasil dijalankan Kelurahan Sindangrasa, Kabupaten Ciamis.Suasana diskusi berlangsung santai namun penuh perhatian.
Para lurah tampak aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari strategi pelayanan masyarakat, penguatan partisipasi warga, hingga cara menjalankan program sosial tanpa bergantung penuh pada anggaran pemerintah.
Pertanyaan yang paling banyak disorot adalah bagaimana Kelurahan Sindangrasa mampu tetap bergerak menjalankan berbagai program inovatif di tengah keterbatasan anggaran.Lurah Sindangrasa, Derry I.A.Y., S.STP., M.M., mengatakan keberhasilan program di wilayahnya lahir dari kekuatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, keterbatasan anggaran justru menjadi tantangan agar pemerintah lebih kreatif dalam menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena Sindangrasa bisa menjadi tempat belajar bersama. Yang kami bangun bukan hanya program, tapi semangat kolaborasi dan kepedulian masyarakat,” ujarnya.
Derry menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui visi SINERGI Mewujudkan Ciamis Maju dan Berkelanjutan terus mendorong aparatur pemerintah agar adaptif, inovatif, dan tidak berhenti bekerja hanya karena keterbatasan fiskal.
Arahan Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, kata dia, menjadi motivasi bagi seluruh ASN untuk menghadirkan pelayanan publik yang kreatif dan solutif.
“Pak Bupati selalu menekankan ASN harus inovatif. Jadi jangan menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan program tidak berjalan. Kuncinya membangun sinergi dengan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kelurahan Sindangrasa turut memaparkan sejumlah program unggulan yang sebelumnya mengantarkan wilayah itu meraih penghargaan Pinunjul 1 Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Barat Tahun 2025.
Program yang dipresentasikan di antaranya penanganan dan pencegahan stunting melalui pendekatan keluarga asuh, gerakan MASAGI atau Masyarakat Sindangrasa Gemar Infaq, hingga pelayanan administrasi HANDAL yang mengedepankan pelayanan cepat, responsif, dan humanis.
Juga berbagai inovasi berbasis kebutuhan masyarakat juga terus dikembangkan, mulai dari penguatan pelayanan sosial hingga pemberdayaan warga berbasis partisipasi lingkungan.
Baca Juga : Malam Mencekam Longsor di Cihaurbeuti Ciamis Rimbun Rumah
Prestasi Kelurahan Sindangrasa sendiri sebelumnya mendapat perhatian tingkat provinsi setelah resmi dinobatkan sebagai Pinunjul 1 Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Barat Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB Bandung pada akhir Desember 2025 lalu.
Kunjungan para lurah dari Kota Tasikmalaya itu menjadi bukti bahwa inovasi pelayanan publik dari daerah kini tidak lagi dipandang sebelah mata.Dari sebuah kelurahan di Kabupaten Ciamis, semangat kolaborasi dan pelayanan masyarakat mulai menjadi contoh bagi daerah lain.(NID)



