Tugu PETA, Monumen Perjuangan di Antara Warung dan Parkiran

lintaspriangan.com, OPINI. Jika dulu para pejuang PETA berbaris gagah melawan penjajah, kini mereka diabadikan dalam bentuk patung dengan ruang gerak seluas ubin keramik dapur: 1×1 meter, dibatasi empat tiang besi, diapit becak, kios sol sepatu, warung kopi dan lalu-lalang pedagang es.

Begitulah nasib Monumen PETA di Jalan Veteran, Kota Tasikmalaya. Dibangun untuk menghormati pasukan Pembela Tanah Air—batalyon semi-militer yang berjasa dalam perjuangan kemerdekaan—monumen ini kini lebih mirip “kotak kenangan” daripada pusat perenungan.

Secara fisik ada perkembangan. Helm tentara yang dulu retak kini sudah utuh. Cat hijau loreng terlihat baru, dan plakat peresmian masih menempel. Tapi, ketika menyapu pandangan ke sekeliling, romantisme sejarah langsung bertabrakan dengan realitas urban: kios kecil menjajakan makanan ringan, motor diparkir sembarangan, dan spanduk bertuliskan “sol sepatu cepat” melambai tertiup angin. Seketika, heroisme berubah jadi hiasan trotoar.

Meski secara fisik monumen ini sudah lebih baik dibanding beberapa tahun silam. Namun, monumen ini terjepit secara ruang dan makna. Areal reflektif yang semestinya mengundang renungan diganti dengan batas pasak besi empat titik. Tidak ada tempat duduk, tidak ada papan informasi sejarah, bahkan tidak ada pagar simbolik yang menandai “ini ruang perenungan.”

Hasilnya, patung itu berdiri tegak, tapi sunyi. Dikelilingi hiruk-pikuk kota tanpa narasi. Warga lalu-lalang, beberapa mengaku tidak tahu siapa yang dimaksud dengan PETA. “Oh, ini ya tugu tentara, saya pikir ini buat tentara zaman sekarang,” ujar seorang pengendara motor sambil menyalakan rokoknya.

Sejarah tanpa konteks akan seperti buku tanpa isi: hanya tampilan depan yang tersisa.

Monumen PETA seharusnya menjadi titik penting dalam narasi sejarah Tasikmalaya—yang dikenal sebagai salah satu daerah penting dalam perjuangan kemerdekaan. Tapi saat ini, ia justru terasing dalam kotak beton kecil, dikepung oleh rutinitas kota yang sudah tak punya waktu untuk menoleh ke masa lalu.

Kondisi ini tentu bukan sepenuhnya salah siapa-siapa. Ruang kota memang makin sempit, dan prioritas pembangunan bergeser. Tapi jika monumen perjuangan saja tak diberi ruang bernapas, lantas di mana kita menaruh nilai sejarah?

Di kota-kota lain, monumen semacam ini bisa jadi pusat aktivitas budaya, tempat anak sekolah study tour, atau setidaknya taman kecil dengan informasi interaktif. Di Tasikmalaya? Ia malah terlihat sekadar tembok yang kebetulan diberi seragam loreng.

Kondisi Monumen PETA ini seolah mengingatkan kita pada nasib berbagai warisan budaya Tasikmalaya lainnya yang terkesan: diurus sekadarnya. Ambil contoh mendong Purbaratu—kerajinan tangan dari rumput alami yang dulunya menopang ekonomi keluarga. Kini tinggal cerita. Perajinnya makin tua, anak mudanya enggan melanjutkan, pasarnya lesu. Padahal di era digital, seharusnya produk tersebut mampu berjingkrak di pasar global.

Atau payung geulis, produk seni khas Tasikmalaya yang pernah tampil dalam berbagai pameran nasional. Kini nasibnya mengambang: tidak punah, tapi tak juga hidup. Dijejerkan di pameran, difoto oleh turis, tapi sama sekali tak berdampak historis, apalagi ekonomis.

Ketiganya—monumen PETA, mendong, dan payung—adalah cerminan satu hal: kita belum selesai mengurus masa lalu. Kita terlalu sibuk mengejar “kota kreatif” versi presentasi PowerPoint, tanpa memberi ruang yang layak pada warisan leluhur.

Sebab kota bukan hanya tentang beton yang tinggi dan jalan yang mulus. Kota adalah tentang ingatan yang dirawat, sejarah yang diberi tempat, dan warisan yang tidak hanya ditonton, tapi dihidupi agar lestari.”

Penulis: Mang Asep
Mantan wartawan di media nasional. Saat ini bekerja sebagai Redaktur di Lintas Priangan

Pajak pedagang online berlaku November - lintas priangan

Pajak Pedagang Online Berlaku Mulai November 2026, Ini yang Harus Disiapkan

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Ketentuan Pajak pedagang online melalui marketplace menurut rencana akan mulai diberlakukan Pemerintah. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memastikan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

10 Korban Selamat Kapal Virgo 8 Asal Garut Pulang, 10 Warga Masih Belum Ditemukan

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Operasi pencarian korban Kapal Virgo 8 berlanjut...

Piala PSSI Kota Tasikmalaya U-40 Dihentikan setelah Pemain Meninggal

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Turnamen Piala PSSI Kota Tasikmalaya Antarkecamatan U-40...

Wamenkes di Ciamis: Deteksi Dini Dapat Cegah Potensi Penularan TB

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kunjungan Wamenkes di Ciamis menghasilkan beberapa...

Lowongan Driver Ambulans Tasikmalaya Ditutup 22 September 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pendaftaran lowongan driver ambulans Tasikmalaya di RSU...

247 Peserta Magang Nasional Tasikmalaya Mulai Program, 1.060 Orang Melamar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak 247 peserta magang nasional Tasikmalaya memasuki...

JAWA BARAT

5 Peristiwa Jawa Barat: King Kobra, Temuan Kerangka di Kuningan hingga Duka Sepak Bola

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sejumlah peristiwa Jawa Barat terjadi...

Demplot Ubi Jalar Kuningan Naikkan Panen dari 3,5 Ton Jadi 6,3 Ton per 100 Bata

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Penerapan demplot ubi jalar di Desa Linggamekar,...

Lulusan SMK Jabar Didorong Terhubung Langsung ke Perusahaan

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong...

Sumur Bor Majalengka Layani 3.599 Warga di Empat Desa Saat Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Empat sumur bor Majalengka kini melayani...

Kebakaran Lahan Purwakarta, Api di Sindangpanon Dipadamkan Polisi dan Warga

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kebakaran lahan Purwakarta terjadi di kawasan Kampung...

KRL Bogor Tambah Empat Perjalanan Mulai 21 September, Kembali 392 Perjalanan per Hari

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. KRL Bogor kembali melayani 392 perjalanan per...

Gara-gara Pilkades, Ruang Bupati Bekasi Digembok Massa

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Suasana menjelang pelaksanaan Pilkades Kabupaten Bekasi...

PPPK Kementerian PU Tanam Ganja, Alasannya Bikin Geleng Kepala

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sulit mendapatkan ganja membuat seorang pegawai...

Olahraga

Popular Categories