Empat Hari Terapung di Laut, Nurmiati dan Anaknya Selamat dari Tragedi KM Nurul Salsa

lintaspriangan.com, HUMANIORA. Sebuah kapal nelayan menemukan dua orang di atas selembar gabus pada Minggu, 19 Juli 2026. Keduanya mengenakan jaket pelampung. Mereka masih hidup setelah empat hari terbawa arus di laut.

Dua orang itu adalah Nurmiati, 46 tahun, dan putranya, Asmal alias Jamsal, 24 tahun. Keduanya merupakan warga Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Ibu dan anak tersebut termasuk penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi pada Rabu, 15 Juli 2026. Mereka ditemukan kapal nelayan di kawasan Kepulauan Sabalana, lalu dievakuasi untuk memperoleh pertolongan medis.

Saat kapal tenggelam, bukan hanya Nurmiati dan Asmal yang naik ke atas gabus. Ada tiga penumpang lain bersama mereka. Kelimanya berusaha bertahan di ruang yang terbatas, di tengah laut yang terus membawa mereka menjauh dari titik kecelakaan.

Tiga orang itu tidak bertahan hingga bantuan datang.

Lima Orang di Atas Selembar Gabus

Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan mengatakan, informasi mengenai perjalanan Nurmiati dan Asmal masih berdasarkan keterangan awal kedua penyintas.

“Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kedua korban, sebelumnya terdapat lima orang yang bertahan di atas gabus tersebut,” kata Didid, Minggu.

Dalam perjalanan selama beberapa hari, tiga orang yang berada bersama Nurmiati dan Asmal meninggal dunia. Ibu dan anak itu sempat mempertahankan ketiganya tetap berada di atas gabus.

Setelah sekitar dua malam, keduanya terpaksa melepaskan jenazah tiga rekan mereka ke laut. Identitas ketiga korban tersebut belum dapat dipastikan. Polisi masih menunggu kondisi Nurmiati dan Asmal memungkinkan untuk dimintai keterangan lebih lengkap.

Tidak ada keterangan terverifikasi mengenai percakapan mereka selama berada di laut. Tidak diketahui pula bagaimana mereka membagi ruang di atas gabus atau apa yang mereka katakan ketika harus melepaskan tiga orang yang sebelumnya bertahan bersama.

Yang telah dipastikan petugas hanya sedikit, tetapi cukup menggambarkan beratnya perjalanan itu: lima orang naik ke atas satu gabus. Dua ditemukan selamat empat hari kemudian.

Kapal nelayan yang menemukan Nurmiati dan Asmal membawa keduanya menuju tempat aman. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada unsur SAR. KRI Marlin-877 bergerak melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama sebelum kedua penyintas mendapat penanganan lanjutan.

Perjalanan yang Terputus di Barat Pulau Polassi

KM Nurul Salsa berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kepulauan Selayar, pada Rabu sekitar pukul 05.00 WITA. Kapal itu membawa penumpang, awak, serta muatan berupa kopra, ternak, dan sepeda motor.

Di tengah perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin. Posisinya diperkirakan sekitar 43 mil laut atau hampir 80 kilometer dari Pelabuhan Benteng.

Gangguan mesin kemudian diikuti tenggelamnya kapal di perairan sebelah barat Pulau Polassi. Penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki. Kepolisian telah memeriksa nakhoda dan sembilan awak kapal untuk menelusuri kondisi mesin, rangkaian kejadian, serta data penumpang.

Sebagian penumpang lebih dahulu ditemukan oleh KM Harapan Kita dan sejumlah kapal nelayan. Pada fase awal penyelamatan, puluhan orang berhasil dievakuasi. Satu korban dikonfirmasi meninggal dunia.

Pencarian menghadapi gelombang setinggi dua hingga tiga meter dan angin kencang. Wilayah pencarian kemudian diperluas dengan menghitung pergerakan arus dan kemungkinan jalur hanyut korban.

Basarnas, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, kepolisian, BPBD, syahbandar, serta kapal-kapal nelayan dikerahkan. Personel dan kapal bantuan juga didatangkan dari Kendari dan Maumere.

Di tengah luasnya area pencarian itu, kapal nelayan menjadi bagian penting dari penyelamatan. Mereka bukan hanya membantu menyisir perairan. Dua kelompok penyintas terakhir justru pertama kali ditemukan oleh nelayan.

Rumpon Menahan Lima Orang Tetap di Permukaan

Sehari sebelum Nurmiati dan Asmal ditemukan, sebuah kapal nelayan bernama KMN Sinar Mattoangin 04 melihat lima orang bergantung pada rumpon atau alat pengumpul ikan.

Mereka adalah Sitti Amang, 55 tahun; Andi Samad, 62 tahun; Asseng, 23 tahun; Sri Ardita, 17 tahun; serta seorang anak perempuan berusia tujuh tahun yang dalam laporan resmi disebut bernama Diska.

Kelima orang tersebut ditemukan pada Sabtu, 18 Juli 2026, setelah sekitar empat hari berada di laut. KN SAR Kamajaya kemudian bergerak mendekati kapal nelayan untuk memindahkan mereka, melakukan pemeriksaan kesehatan, dan mendata identitas masing-masing.

Rumpon yang biasanya digunakan nelayan untuk mengumpulkan ikan berubah fungsi menjadi tempat berpegangan lima manusia. Tidak tersedia keterangan terverifikasi mengenai makanan atau minuman yang mereka miliki selama hanyut. Fakta yang dipastikan Basarnas adalah kelimanya ditemukan hidup.

Penemuan itu membuat pencarian terus dilanjutkan. Apabila lima orang dapat ditemukan pada hari keempat, masih terbuka kemungkinan korban lain terbawa arus ke pulau, rumpon, atau lintasan pelayaran yang lebih jauh.

Harapan tersebut memperoleh pijakan lagi sehari kemudian, ketika Nurmiati dan Asmal ditemukan.

Selamat Bertambah, Pertanyaan Keselamatan Tersisa

Data penumpang KM Nurul Salsa beberapa kali berubah. Informasi pertama menyebut sekitar 50 orang berada di kapal. Angka itu kemudian menjadi 70, bertambah menjadi 74, dan setelah verifikasi bersama keluarga serta pihak terkait ditetapkan sebanyak 78 penumpang dan awak.

Pembaruan Basarnas yang dipublikasikan pada Senin, 20 Juli 2026, mencatat 59 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sebanyak 18 orang lainnya masih dalam pencarian.

Perubahan data tersebut bukan sekadar persoalan administrasi. Daftar penumpang menentukan siapa yang harus dicari, keluarga mana yang perlu dihubungi, dan berapa banyak orang yang belum kembali.

Kepolisian kini mencocokkan catatan manifes dengan laporan keluarga. Pemeriksaan terhadap nakhoda dan awak dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan mesin, keadaan kapal sebelum berlayar, serta jumlah sebenarnya orang dan muatan di atas kapal. Hingga penyelidikan selesai, penyebab kecelakaan tidak dapat disimpulkan hanya sebagai kerusakan mesin biasa ataupun akibat faktor lainnya.

Tragedi KM Nurul Salsa juga memperlihatkan betapa pentingnya transportasi laut bagi masyarakat kepulauan. Kapal bukan hanya membawa penumpang dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Di atasnya terdapat hasil kebun, ternak, kendaraan, dan kebutuhan hidup warga antarpulau.

Ketika satu perjalanan terputus, keluarga-keluarga di daratan tidak hanya menunggu kabar sebuah kapal. Mereka menunggu nama.

Nurmiati dan Asmal telah ditemukan. Keduanya berada dalam penanganan petugas setelah empat hari bertahan di laut. Keterangan mereka juga menjadi petunjuk baru bagi tim yang masih mencari korban lain.

Di perairan yang sama, kapal SAR, pesawat, prajurit, polisi, dan nelayan masih menyisir kemungkinan jalur hanyut. Sebab hingga pembaruan terakhir, masih ada 18 nama yang belum pulang. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

155 Becak Listrik Gratis Disalurkan ke Pengayuh Becak Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebanyak 155 pengayuh becak di Kabupaten...

Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni, Pengamen Pasar Sukamukti Berharap Bantuan Renovasi

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Bertahun-tahun hidup dengan kondisi ekonomi terbatas...

Hari Terakhir Pangandaran Airshow 2026, Pesawat Peserta Kembali ke Basis

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pangandaran Airshow 2026 memasuki hari terakhir penyelenggaraan pada...

Pengamanan Green Canyon Diperkuat, Kapolda Jabar Cek Kesiapan Personel

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengamanan Green Canyon di Kabupaten Pangandaran menjadi perhatian...

Karhutla Tasikmalaya Diwaspadai, BMKG Tetapkan Siaga Kekeringan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Risiko karhutla Tasikmalaya menjadi perhatian pada Minggu, 6...

JAWA BARAT

Bandara Husein Sastranegara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau, Estimasi hingga Pukul 16.00 WIB

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Operasional Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung...

200 Becak Listrik Cirebon Dibagikan, Pemkot Siapkan Dukungan Pengisian Daya

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Sebanyak 200 unit becak listrik Cirebon telah...

Kebakaran Lahan Jawa Barat Capai 228,07 Hektare, Sukabumi Terluas

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Luas kebakaran lahan Jawa Barat mencapai 228,07...

Persib vs PSM di GBLA, 2.505 Personel Disiagakan dan Tiga Titik Disekat

lintaspriangan.com, BERITA PERSIB. Sebanyak 2.505 personel disiagakan untuk mengamankan pertandingan...

Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Mulai 6 September untuk Cegah Karhutla

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai di wilayah...

Dentuman Misterius Bandung, Badan Geologi Kaitkan Anak Krakatau, BMKG Sebut Skyquake

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Misteri suara dentuman misterius Bandung yang...

Angin Kencang Jawa Barat Berpotensi Terjadi 5–6 September, BMKG Ingatkan Pohon Tumbang

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Potensi angin kencang Jawa Barat masih...

Jembatan Pemkot Cimahi Ditargetkan Dibuka untuk Motor 5 September, Masih Tunggu Pemeriksaan

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jembatan Pemkot Cimahi di Jalan Raden Demang...

Olahraga

Popular Categories