Beranda blog Halaman 92

Indonesia, Si Paling “Unity in Diversity”

0

lintaspriangan.com, WASBANG. Amerika Serikat adalah sebuah negara yang terdiri dari banyak negara bagian. Ada 50 negara bagian di dalamnya. Ini berarti, ada 50 presiden, 50 lagu kebangsaan, dan 50-50 lainnya. Mayoritas negara bagian di Amerika Serikat ini berada dalam satu hamparan daratan. Batas antara negara bagian yang satu dengan yang lain, bukan sungai besar apalagi lautan. Banyak perbatasan antara negara bagian yang hanya berupa pagar dan pos penjagaan, dilengkapi dengan atribut bendera Amerika Serikat yang bersandingan dengan bendera negara bagian masing-masing.

Pemandangan yang sama juga dapat kita lihat dengan kasat mata di Benua Eropa dan Benua Afrika. Di kedua daratan ini, ada puluhan negara berdiri. Mereka satu daratan, di antara mereka bahkan banyak yang tidak terpisahkan meski hanya dengan sebuah selokan, tapi negara mereka berbeda. Di daratan Benua Eropa tercatat ada 51 negara. Dan di Benua Afrika ada 54 negara.

Kita bandingkan dengan negara yang kita cintai, Indonesia. Berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional tahun 1982, Indonesia sudah diakui sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Jumlah pulaunya memang bukan yang terbanyak. Meski begitu, Indonesia adalah negara pemilik hampir 17.500 pulau. Yang membuat sebuah negara dinobatkan jadi negara kepulauan terbesar memang bukan sekedar jumlah pulau, tapi seberapa luas wilayah negara tersebut.

Sekitar 17.500 gugusan pulau yang ada di Indonesia, satu sama lain dipisahkan oleh selat dan lautan. Bukan sekedar sungai apalagi selokan. Yang memisahkan pulau yang satu dengan yang lain adalah lautan, yang luasnya bisa mencapai ratusan kilometer. Sekedar gambaran, Laut Jawa, ini laut yang ada di antara Pulau Jawa dan Kalimantan, lebar maksimalnya mencapai 380 kilometer. Lebih besar lagi lebar Laut Banda, yang jaraknya mencapai 500 kilometer. Sekali lagi, belasan ribu daratan yang terhampar di Indonesia bukan dipisahkan oleh sungai atau selokan, tapi oleh lautan.

Tapi uniknya, meski belasan ribu pulau itu dipisahkan oleh laut yang luas, tapi semuanya bersepakat untuk berada di bawah satu naungan negara, yakni Indonesia. Ini yang membuat Indonesia berbeda dengan mayoritas daratan lain yang ada di dunia. Di banyak belahan dunia, meski satu daratan, mereka tak bisa jadi satu negara. Sebaliknya, Indonesia, meski tersusun dari belasan ribu daratan, tapi mempersatukan diri di bawah pangkuan ibu pertiwi. Seolah, lautan bagi orang Indonesia bukanlah pemisah atau pembatas. Laut bagi kita, justru pemersatu antara satu nusa dengan nusa lainnya.

Ini baru bicara tentang daratan yang berbeda, yang bersatu dalam sebuah negara. Belum lagi jika dilihat dari unsur bahasa misalnya. Banyak belahan dunia lain yang bahasanya relatif sama. Contoh di dataran Benua Amerika dan Eropa, dimana bahasa Inggris jadi bahasa utama yang digunakan sehari-hari. Begitupun dengan Jazirah Arab. Ada kemiripan bahasa sehari-hari yang digunakan di negara-negara Arab. Tapi, mereka tidak bisa jadi satu negara.

Kita lihat Indonesia. Di negara yang kita cintai ini, bahasa daerah masih mendominasi komunikasi sehari-hari. Dari Sabang hingga Merauke, ada sekitar 700 bahasa yang digunakan penduduknya saat berinteraksi. Uniknya lagi, meski bahasa sehari-hari mereka berbeda, negara mereka tetap satu, Indonesia.

Jadi kalau mau melihat pengejawantahan konsep Unity in Diversity, alias semangat persatuan dalam perbedaan, Indonesia adalah tempatnya! (Lintas Priangan)

Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya: BDC Adalah Mitra Strategis Pemerintah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pada hari Rabu, 15 Januari 2025, berlangsung audiensi antara Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya dan Business Development Center (BDC) Amanah Sukapura Kota Tasikmalaya yang merupakan Pusat Pengembangan Bisnis UMKM Kota Tasikmalaya. Dalam silaturahmi yang penuh keakraban tersebut
dibahas isu krusial terkait penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Tasikmalaya. Audiensi ini diadakan di Ruang Rapat I DPRD Kota Tasikmalaya, dengan tujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis bagi Peningkatan Kompetensi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Tasikmalaya.

Audiensi ini dipimpin oleh Ketua Komisi II Rahmat Sutarman, dan dihadiri oleh sejumlah Anggota Komisi II yang membidangi Ekonomi, Koperasi dan UKM. Hadir pula dalam acara ini sejumlah pelaku UMKM di Kota Tasikmalaya.

Pentingnya Penguatan UMKM untuk Peningkatan Ekonomi

Ketua Komisi II, Rahmat Sutarman, menyatakan bahwa sektor UMKM memegang peran sangat penting dalam perekonomian daerah terutama di Kota Tasikmalaya. “Kami tidak hanya mengantarkan walikota terpilih (Viman – Diky) ke Bale Kota akan tetapi memastikan program Pemerintahan Kota Tasikmalaya yang baru itu bisa terealisasi. Dan aspirasi dari BDC tentang peningkatan ekonomi pelaku UMKM itu selaras dengan visi misi walikota terpilih” ujar Kader Gerindra ini dalam sambutannya (15/01/2025).

Rahmat Sutarman juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan BDC dalam mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM serta mencari solusi yang tepat, termasuk dalam hal akses permodalan, pelatihan dan pemasaran produk.

Strategi Pemerintah dalam Mengembangkan UMKM

Andi Warsandi, SE., Anggota Komisi II dari Fraksi Gerindra menambahkan, bahwa Program Pemerintahan Kota Tasikmalaya yang baru (Viman Diky) akan meluncurkan berbagai program untuk memperkuat sektor UMKM, salah satunya adalah menyediakan akses pembiayaan dengan bunga rendah, pelatihan digital, serta pendampingan untuk memperluas pasar produk UMKM, baik secara domestik maupun internasional. Jadi, peran BDC sangat dibutuhkan pemerintah dalam akselerasi kemajuan perekoniam di Kota Tasikmalaya, khususnya UMKM. “BDC itu sebagai inkubasi pelaku UMKM Kota Tasikmalaya, jadi kami berharap BDC bisa menjadi mitra strategis pemerintah” kata Andi.

Pemerhati Kebijakan Publik dari Albadar Institute, Dicky Samani, sangat mengapresiasi pernyataan dari Anggota Komisi II tersebut. “Program-program tersebut sangatlah penting untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM khususnya di Kota Tasikmalaya,” kata Dicky kepada lintaspriangan.com melalui sambungan telepon (16/01/2025).

Sektor UMKM dan Digitalisasi

Dalam audiensi ini, Ketua BDC, Beng Haryono menyampaikan bahwa audiensi ini adalah salah satu usaha BDC membangun tasyaruk atau kolaborasi yang positif dengan DPRD Kota Tasikmalaya untuk secara berjamaah mendorong pertumbuhan ekonomi para pelaku UMKM sehingga termujudnya UMKM yang madani. “Audiensi ini salah satu ikhtiar kami membangun kolaborasi yang positif dengan DPRD Kota Tasikmalaya, bersama2 membuat formulasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM sehingga termujudnya UMKM yang madani di Kota Tasikmalaya”, demikian kata Beng.

Pria berusia 53 tahun ini juga menyampaikan bahwa banyak pelaku UMKM di Kota Tasikmalaya yang gaptek atau belum mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berakibat UMKM kalah bersaing di pasar global.

Senada dengan Beng Hartono, Yeyet Rosmayati, seorang pelaku UMKM yang ikut hadir, menyoroti pentingnya digitalisasi bagi UMKM, terutama dalam menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform e-commerce. “Kami melihat digitalisasi sebagai kunci utama bagi UMKM untuk berkembang di era modern ini. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah Kota Tasikmalaya memfasilitasi pelatihan dan pembekalan kepada pelaku UMKM agar mereka dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produknya” ujar Yeyet.

Dukungan Legislatif untuk UMKM

Dalam audiensi ini, Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya juga memberikan berbagai masukan terkait kebijakan yang perlu diperkuat untuk mendukung UMKM, terutama dalam hal kemudahan perizinan usaha, pengurangan birokrasi dan peningkatan transparansi dalam program-program bantuan pemerintah.

Anggota Komisi II, dari Fraksi PPP, Riko Restu Wijaya, SH., menambahkan, “Kami di DPRD akan terus mendukung kebijakan pemerintah yang pro UMKM, tetapi kami juga ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM di Kota Tasikmalaya” demikian kata dewan terpilih Dapil I ini.

Audiensi ini berakhir dengan komitmen dari semua pihak untuk terus memperkuat sektor UMKM melalui kolaborasi yang lebih erat dan harmonis antara pemerintah, DPRD dan pelaku usaha UMKM itu sendiri.

(Lintas Priangan/Deni Heryanto)

Ternyata Ini Yang Membuat Kebakaran Los Angeles Sulit Ditanggulangi

0

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Sepintas, secara logika, harusnya kebakaran Los Angeles tak terlalu sulit dipadamkan. Bagaimana tidak, selama ini Amerika Serikat kerap dianggap sebagai salah satu kiblat dalam bidang infrastruktur publik dan teknologi. Baik SDM maupun teknologi dan sarana-prasarana, seharusnya sudah sangat siap ketika harus berhadapan dengan bencana seperti kebakaran Los Angeles.

Tak hanya pemerintahnya, kesadaran warganya terhadap keamanan pun sudah relatif lebih baik. Salah satu indikator yang paling kentara adalah, rumah-rumah di Amerika Serikat, sudah terbiasa memiliki hydrant (APAR -Alat Pemadam Kebakaran). Mereka juga umumnya pernah mengikuti pelatihan penggunaan APAR. Tentu, ini berbeda dengan rumah-rumah di Indonesia misalnya, yang belum terbiasa memiliki APAR.

Satu lagi, beberapa daerah di Los Angeles yang dilumat Si Jago Merah, itu berlokasi di bibir pantai, daerah yang sebenarnya tak jauh dari material yang bisa memadamkan api, yaitu air. Contoh Kota Pacific Palisades dan Ventura County, dua kota yang aksesnya langsung ke Samudera Pasific. Secara teknis, sumber air yang tak terbatas dalam jarak yang relatif dekat, seharusnya jadi pendukung untuk memadamkan kebakaran Los Angeles. Tapi faktanya, dua kota itu hangus!

Ya, faktanya Los Angeles masih membara hingga hari ini, Kamis (16/01/2025). Sudah lima hari, api masih saja merajalela, memerahkan lahan seluas 40.000 hektar lebih. Tak kurang dari 13 ribu bangunan hangus, dan menelan 24 korban jiwa. Kerugian yang diderita Amerika Serikat detik ini mencapai sekitar $275-300 milyar. Angka ini setara dengan sekitar Rp. 4500-5000 Triliun, jauh di atas jumlah total APBN Indonesia.

Lalu, apa sebenarnya yang membuat kebakaran Los Angeles begitu sulit dipadamkan? Hasil wawancara dari NPR hari ini berusaha memberikan jawaban yang paling realistis atas pertanyaan tersebut. NPR adalah singkatan dari National Public Radio. Ini RRI-nya Amerika Serikat.

Kata NPR, faktor yang paling membuat api di Los Angeles sulit dikendalikan adalah karena faktor angin. Api menjadi sangat cepat karena angin yang tak biasa. Angin tersebut sangat kencang, sehingga membuat api mustahil dipadamkan. Selain kencang, arah angin ini juga tak berhenti menari, berkelok kesana kemari. Terkadang petugas dan mobil pemadam kebakaran sudah terkonsentrasi untuk menghalau api di satu sisi, karena angin mengarah ke sisi tersebut. Tapi tiba-tiba, anginnya berputar ke arah lain. Tentu saja, mobilisasi petugas dan sarana prasarana tidak akan secepat angin. (Lintas Priangan)

Atomic Habits, Meraih Hal Besar dengan Kebiasaan Kecil

0

lintaspriangan, REVIEW BUKU. Mustahil ada hal besar, tanpa adanya hal-hal kecil. Kalimat inilah yang sebenarnya menjadi pesan inti yang ingin disampaikan dalam buku Atomic Habits. Buku ini sudah menginspirasi jutaan manusia di dunia. Dan menjadi salah satu buku best seller di Indonesia.

“Memiliki mimpi besar tentu sesuatu yang bukan saja manusiawi, tapi juga disarankan. Tapi ketika kita ingin menggapai mimpi besar itu, ternyata tidak semudah memimpikannya. Jika Anda mengalami hal itu, dalam situasi inilah Anda butuh buku Atomic Habits. Buku ini menyadarkan bahwa sesuatu yang besar, itu bisa digapai dengan cara melakukan perubahan-perubahan kecil yang kita buat.”. Demikian salah satu testimoni dari pembaca Atomic Habits, Dodi Suhendi, S.E., M.M., Wakil Rektor Institute Nahdlatul Ulama Ciamis.

Penulis buku ini, James Clear, adalah salah seorang penulis dan motivator kelas dunia dari Amerika Serikat. Menurutnya, semua capaian besar pasti berasal dari capaian-capaian kecil. Begitupun dengan keputusan besar, sejatinya harus tersusun dari keputusan-keputusan kecil.

Perubahan-perubahan kecil yang bisa memberikan hasil yang luar biasa ini ibarat uang receh, yang dikumpulkan keping demi keping, dan memang mustahil bisa membuat seseorang tiba-tiba kaya raya. Tapi bagaimana mencari uang receh, memperlakukan uang receh, mengumpulan uang receh, menghargai uang receh, adalah hal-hal kecil yang dibutuhkan untuk membuat seseorang jadi kaya raya. Perubahan-perubahan kecil yang dibuat, pada dasarnya adalah proses penempaan karakter agar seseorang layak menerima hasil yang besar.

Buku Atomic Habits ini sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk bahasa Indonesia. Apapun profesi Anda, bahkan jika Anda masih berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa, buku ini akan sangat berguna. Buku ini “memaksa” Anda untuk menanam benih, yang kelak akan Anda panen dengan suka cita. Setelah membaca buku ini, keseharian Anda akan terus terjaga, lebih memberikan makna pada perubahan-perubahan kecil, yang akan membimbing Anda pada hasil yang luar biasa.

Segera miliki buku ini dengan klik tombol di bawah ini:

Judul Asli: Atomic Habits
Penulis: James Clear
Tebal Buku: 352 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020667188

Ulasan buku ini tersedia berkat kerjasama Gramedia.com dengan Lintas Priangan.

Biaya Pendirian Yayasan + Website, Termurah! Bonus Berlimpah!

0

lintaspriangan.com, ADVERTORIAL. Benar-benar harga termurah si-Indonesia! Biaya pendirian yayasan + pembuatan website hanya Rp. 3,3 juta saja. Dibanding harga normal, ini sama saja dengan dapat diskon sekitar 70%! Dengan biaya tersebut, Anda akan mendapatkan legalitas pendirian yayasan lengkap, pembuatan website dengan fitur premium, plus mendapatkan banyak bonus.

Masih belum yakin? Silahkan Anda berselancar di dunia maya, cari harga pendirian yayasan plus pembuatan website. Kami pastikan, harga yang kami tawarkan adalah harga terbaik se-Indonesia. Belum lagi jika dihitung dengan bonus berlimpah yang akan Anda dapatkan.

Dengan harga yang sangat terjangkau itu, Anda akan mendapatkan legalitas pendirian yayasan lengkap, termasuk di dalamnya antara lain Akta Notaris, SK Kemenkumham, NPWP Yayasan dan akun OSS-RBA. Dengan kelengkapan dokumen tersebut, tentu saja Anda sudah berhak menjalankan aktivitas yayasan Anda.

Tak hanya kelengkapan legalitas pendirian yayasan, yayasan Anda juga akan langsung online. Ya, kami akan membuatkan website untuk yayasan Anda. Dan ini, bukan website gratisan. Fitur website yayasan Anda tentu saja berkelas premium. Deskripsi website yayasan yang akan Anda miliki adalah sebagai berikut:

  1. domain menggunakan .or.id (contoh: yayasantarbiyatulummah.or.id)
  2. Biaya tersebut sudah termasuk biaya hosting selama satu tahun. Tak akan ada biaya apapun sepanjang satu tahun ke depan.
  3. Website Anda siap pakai. Kami akan bantu membuatkan halaman profil yayasan, fitur berita/artikel, form kontak dan whatsapp CTA, agar pengunjung website Anda bisa terhubung mudah dengan admin yayasan.

Tak hanya mendapatkan legalitas pendirian yayasan yang lengkap dan website premium, tanpa tambahan biaya sepeserpun, Anda juga berhak mendapatkan banyak bonus, antara lain:

  1. Desain logo yayasan (fomat .png)
  2. Desain kop surat (format .docx)
  3. Desain kartu nama (format .pdf)
  4. Desain stempel
  5. Tak hanya desain, Anda juga akan dibuatkan flash-stamp
  6. Satu lagi bonus yang sangat bernilai, yakni Dokumen lengkap Formulir SOP Yayasan, Pesantren dan Sekolah (SOP SDM, SOP Asrama, SOP Bendahara, dll.)

Kesempatan mendapatkan legalitas pendirian yayasan dan website serta bonus berlimpah, tak akan datang berulang. Superpromo ini hanya berlaku sampai tanggal 10 Februari 2025, dan berlaku untuk seluruh Indonesia, karena pembuatan yayasan dan website bisa diproses secara online.

Anda berminat? Segera hubungi admin kami melalui whatsapp di nomor 0815-7373-1158. (Lintas Priangan)

Balita Jadi Korban Asusila, Tasik Darurat Mesum!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Nama besar Tasikmalaya sebagai Kota Santri sepertinya sedang benar-benar dipertaruhkan. Selain fenomena geng motor yang tak kunjung tertangani, dalam rentang satu bulan terakhir ini, kasus asusila juga terus terjadi. Ada fenomena ngamar untuk sambut momentum tahun baru. Ada oknum pimpinan rumah tahfidz yang “mengonsumsi” santrinya. Lalu ada anak laki-laki di bawah umur yang jadi korban pria beristri. Dan sekarang muncul yang lebih mengerikan, seorang balita di Tasikmalaya dikabarkan jadi korban asusila.

Berita tentang adanya balita jadi korban tindak asusila ini mulai mengemuka di berbagai media kemarin sore, Rabu (15/01/2025). Didampingi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya (KPAID) dan Koalisi Mahasiswa Rakyat Tasikmalaya (KMRT), orang tua balita Tasikmalaya korban tindak asusila mendatangi Polres Tasikmalaya untuk membuat pelaporan. Pelakunya, diduga adalah seorang tetangga keluarga balita.

Kasus yang terjadi di Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya ini mencuat setelah terendus oleh salah seorang aktivis KMRT. Sesaat setelah mendalami informasi dugaan balita di Tasikmalaya jadi korban asusila, mahasiswa KMRT tersebut segera melapor ke rekan-rekannya. Pengurus KMRT bergerak cepat, dan langsung melakukan koordinasi dengan KPAID. Kedua lembaga ini kemudian mendampingi orang tua korban membuat pelaporan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polres Tasikmalaya.

“Iya benar. Kami akan melakukan upaya hukum yang cepat dan responsif.” Demikian pernyataan dari Kanit PPA Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, sebagaimana dilansir detikcom.

“Setiap hari saya selalu membaca berita Tasikmalaya. Kenapa akhir-akhir ini terus-terusan muncul berita tindak asusila. Kalau sudah jadi fenomena seperti ini, pemerintah harus segera mengambil langkah, baik pemerintah kota maupun kabupaten,” demikian komentar salah seorang tokoh Tasikmalaya, H. Otong Koswara, saat dihubungi via wahtsapp.

Menurut mantan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya ini, bukan mustahil fenomena yang sedang terjadi merupakan fenomena gunung es. Karena itu harus mendapat perhatian serius dari semua pihak.

“Jumlah kasus yang terungkap, mungkin jauh lebih kecil dibanding dengan kenyataannya. Seperti fenomena gunung es. Hanya puncaknya saja yang terlihat, padahal yang tidak terungkap jauh lebih banyak. Ini mengerikan. Saya sebagai pimpinan di salah satu lembaga pendidikan di Tasikmalaya, hari ini juga akan meminta semua guru untuk rapat. Membahas fenomena ini dan melakukan langkah-langkah yang dirasa perlu, minimal di lingkungan internal kami,” pungkas Otong Koswara. (Lintas Priangan)

Ketua DPD-RI Mengusulkan Zakat Dipakai untuk Program Makan Bergizi Gratis

0

litaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Sultan Bachtiar Najamuddin mengusulkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibiayai sebagian melalui zakat yang dikumpulkan oleh pemerintah. Ia menyatakan bahwa program MBG, juga bertujuan untuk pemberdayaan umat, bisa memanfaatkan zakat sebagai salah satu sumber pendanaan.

“Program makan bergizi gratis ini anggarannya memang tidak pasti, tidak semua anggarannya akan digunakan untuk makan bergizi gratis. Namun, bagaimana kita bisa menstimulus agar masyarakat umum terlibat? Saya berpikir, kenapa tidak memanfaatkan zakat yang jumlahnya luar biasa besar?” kata Sultan di Gedung DPR Jakarta, pada Selasa (14/1/2025).

Sultan menambahkan bahwa semangat dari program MBG adalah gotong royongnya masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, untuk mewujudkan SDM anak-anak Indonesia yang unggul, diperlukan kontribusi dari seluruh elemen masyarakat.

“DNA masyarakat Indonesia itu kan dermawan dan gotong royong, kenapa tidak kita manfaatkan ini? Sehingga pemerintah tidak bekerja sendiri dengan anggaran yang terbatas,” ujarnya.

Sultan menambahkan, dukungan terhadap program MBG juga penting untuk disuarakan di tingkat internasional, dengan harapan dapat membantu memperoleh dukungan anggaran. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan program MBG yang telah berjalan di 190 titik penyaluran di 26 provinsi di seluruh Indonesia.

“Kemarin kami juga senang karena Jepang sudah mulai ikut mendukung kita. Program makan bergizi gratis ini, meskipun memang merupakan program andalan dari eksekutif atau pemerintah, namun kami berharap parlemen menjalankan semua fungsinya untuk memastikan bahwa program ini benar-benar berjalan maksimal,” katanya.

Pria di Tasik Punya Hasrat Menyimpang, Dua Anak Jadi Korban

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pria di Tasikmalaya ini berinisial S. Ia berusia 44 tahun. Di hadapan petugas kepolisian, ia mengaku telah memendam hasrat menyimpang selama puluhan tahun. Hingga kemudian hasrat itu tak tertahankan, dan membuat dua orang anak di bawah umur jadi korban. Atas tindak asusila itu, S diancam dengan ganjaran hukuman 15 tahun penjara.

Meski memiliki istri dan empat orang anak, selama lebih dari 30 tahun, S mengaku punya hasrat birahi yang menyimpang. Ia tertarik pada anak-anak di bawah umur. Karena itu, dia berusaha mendekati anak-anak yang dijadikan target. Caranya, dia sediakan wifi, dan mempersilakan anak-anak main game secara gratis. Tak hanya itu, menurut pengakuannya, ia bahkan pernah membujuk anak di bawah umur dengan membeli akun game online mobile legend dan uang rokok.

Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian Tasikmalaya sudah mengantongi dua nama korban. Khawatir ada korban lain, masyarakat diminta untuk turut mendalami kasus ini. Polres Tasikmalaya menghimbau agar masyarakat tidak takut untuk melaporkan hal seperti ini kepada aparat.

Sementara itu kedua korban, sebut saja X dan Y, adalah anak remaja di bawah umur. X baru berusia 14 tahun. Dan rekannya Y baru berusia 16 tahun.

Hasrat menyimpang benar-benar sudah membutakan S. Bukan hanya membuat anak remaja jadi korban, bahkan ia melakukan perbuatan tak senonoh itu di tempat peribadatan, di beranda sebuah mushola yang dekat dengan toko miliknya. Ia melakukan perbuatannya itu pada malam hari.

Saat diperiksa oleh petugas kepolisian, S mengaku kalau dirinya juga merupakan korban tindak serupa, ketika ia masih berusia sekitar 9 tahun. Sejak mengalami hal itu, ia menaruh dendam yang besar, hingga kemudian mengarah pada hasrat yang menyimpang, dan meluapkannya pada korban.

“Atas perbuatannya, S dijerat dengan Pasal 82, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dia terancam hukuman penjara selama 15 tahun,” terang Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, sebagaiman dilansir VIVA.CO.ID, Selasa (14/01/2025). (Lintas Priangan)

Kejanggalan Anggaran di Sekretariat DPRD Kab. Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. “Mohon disimak ya. Saya akan paparkan hasil kajian Forum Diskusi Albadar. Banyak kejanggalan pada anggaran yang ada di Sekretariat DPRD Kab. Tasikmalaya. Ini anggaran belanja jasa publikasi media, jadi sudah sangat sepantasnya kalau jadi perhatian media,” terang aktivis Forum Diskusi Albadar Institute, Diki Sam Ani, Rabu (15/01/2025)

Di awal pemaparannya, Diki membacakan bunyi dari Pasal 1, Ayat 2, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang berisi; “Perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak, media elektronik, dan kantor berita, serta perusahaan media lainnya yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan, atau menyalurkan informasi.”

“Mohon digarisbawahi, ada kata secara khusus. Jadi Perusahaan Pers itu perusahaan khusus, yang bidang usahanya hanya boleh berkaitan dengan pers. Sejak undang-undang ini terbit tahun 1999, sudah ditegaskan bahwa Perusahaan Pers itu tidak boleh disatukan dengan bidang usaha lain, misal konstruksi atau pengadaan barang,” jelas Diki.

Diki menambahkan, tafsir “secara khusus” itu bukan pendapat dirinya. Tapi memang pengertiannya seperti itu, sebagaimana Dewan Pers sudah seringkali menjelaskan di berbagai kesempatan. Tak hanya Dewan Pers, bahkan Mahkamah Konsitusi pun menyatakan hal yang sama.

“Dalam sebuah persidangan bulan Oktober tahun 2018, Hakim Konstitusi Manahan Sitompul, pernah menjelaskan, bahwa bidang usaha perusahaan pers adalah bidang usaha yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan, atau menyalurkan informasi sehingga badan hukum perusahaan pers tidak dapat dicampur dengan usaha lain selain di bidang pers,” tambah Diki, seraya memperlihatkan kliping berita yang memuat pernyataan dari Hakim Konstitusi Manahan Sitompul.

Diki menambahkan, berdasarkan hasil kajiannya, sebenarnya di awal tahun 2024 Dewan Pers sudah memperluas bidang usaha Perusahaan Pers. Namun, perluasan tersebut tetap dibatasi, hanya pada bidang usaha yang berkaitan dengan bidang usaha utama.

Kejanggalan anggaran di Sekretariat DPRD Kabupaten Tasikmalaya muncul ketika Albadar menemukan adanya indikasi belanja publikasi media yang diberikan kepada perusahaan yang bidang usahanya bukan di bidang pers. Tentunya, ini bertentangan dengan paparan Diki sebelumnya, yang menjelaskan bahwa perusahaan pers haruslah perusahaan yang memiliki bidang khusus pers, tidak dicampur dengan bidang lain. Sementara perusahaan yang ditunjuk sebagai pelaksana oleh Sekretariat DPRD Kabupaten Tasikmalaya, terindikasi bukan perusahan pers.

“Jadi nama paketnya itu, kita sering menyebutnya dengan istilah proyek ya, namanya itu Belanja Jasa Publikasi Media Massa/Media Elektronik. Dari 10 paket atau proyek serupa, ada satu paket yang dimenangkan oleh sebuah perusahaan yang terindikasi bukan perusahaan pers. Pagu paketnya Rp. 40 juta. Paket ini banyak kejanggalan,” tambah Diki.

Ada beberapa kejanggalan yang dimaksud Diki. Diantaranya, yang pertama, ketiga Albadar melakukan penelusuran di dunia maya, ternyata nama PT tersebut tidak terkait denga media manapun. Ini mengindikasikan, perusahaan ini bukan perusahaan pers. Menurut Diki, berbeda dengan 9 paket lainnya, ketika nama perusahaannya dicek di mesin pencari, langsung muncul informasi bahwa PT tersebut adalah pemilik media massa.

“Lalu kejanggalan yang kedua, sebenarnya informasi tentang PT tersebut muncul di hasil penelusuran mesin pencari, tapi sama sekali tidak ada kaitannya dengan media. Hasil penelusuran menunjukkan, PT yang diberi pekerjaan oleh Sekretariat DPRD Kabupaten Tasikmalaya ini bukan perusahaan pers. Informasi tentang PT ini lebih banyak berkaitan dengan bidang konstruksi. Bahkan ada beberapa informasi yang sudah kami capture, yang menunjukkan PT ini beberapa kali menjadi pelaksana pekerjaan bidang konstruksi, bukan perusahaan pers. Di e-catalogue, perusahaan ini bahkan jualan pompa air,” ungkap Diki. Ia menunjukkan beberapa screenshoot hasil penelusuran informasi.

Kejanggalan ketiga, menurut Diki, adalah tentang alamat domisili perusahaan. Di arsip paket Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya secara jelas tertera sebuah alamat perusahaan di salah satu ruas jalan di Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Namun di sebuah website penyedia data perusahaan konstruksi, alamat perusahaan tersebut disebutkan berlokasi di Tangerang.

“Kemarin sore, kami mencari alamat PT yang tertera di arsip paket Kabupaten Tasikmalaya. Ternyata kami lihat memang ada spanduk di dinding rumah alamat tersebut, yang bertuliskan nama PT yang dimaksud. Kebetulan kami bertemu dengan seorang ibu penghuni rumah tersebut. Menurut keterangannya, spanduk itu sudah lama dipasang, sekarang pemiliknya tidak tahu dimana. Kami coba gali informasi, tapi sepertinya si ibu gelisah dan terlihat tidak berkenan. Jadi kami tidak paksakan. Tapi kami foto, spanduk itu memang ada,” terang Diki.

Selain nama PT, Diki melanjutkan, pada spanduk tersebut juga tertulis bidang usaha perusahaan tersebut, yang ternyata bukan perusahaan pers, tapi konstruksi dan perdagangan umum. Meski PT tersebut memang ada jejaknya di Kota Tasikmalaya, namun di penelusuran mesin pencari, PT tersebut diinformasikan berada di Tangerang.

“Kejanggalan selanjutnya. Output atau bukti dari pelaksanaan Paket Belanja Jasa Publikasi Media Massa/Media Elektronik ini harus berbentuk berita di media massa. Tentang hal ini, dijelaskan secara rinci dalam file uraian singkat pekerjaan. Kalau ternyata perusahaannya terindikasi bukan perusahaan pers, lalu bagaimana dengan bukti hasil pekerjaannya? Ini yang akan kami pertanyakan dan minta bukti-buktinya ke DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Kalau ternyata indikasi ini terbukti benar, kan kasihan media-media yang ada di Tasik. Mereka sudah banyak berkontribusi untuk Tasikmalaya. Sekalinya ada anggaran, malah diberikan pada yang bukan haknya. Rp. 40 juta itu andai dibagi ke beberapa perusahan pers yang ada di Tasikmalaya, pasti itu sangat diapresiasi oleh media,” pungkas Diki. (Lintas Priangan)

Lagi dan Lagi, Geng Motor di Tasikmalaya Berulah Hingga Merenggut Nyawa

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebuah video yang dipublish oleh Channel TVOneNews memberitakan geng motor di Tasikmalaya yang lagi-lagi berulah. Dan lagi-lagi, ulah mereka hingga merenggut nyawa. Korban teridentifikasi sebagai pelajar di salah satu SMK di Tasikmalaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kronologi singkatnya terjadi pada Minggu dini hari (12/01/2025), korban bersama enam orang temannya tengah dalam perjalanan pulang seusai nongkrong bareng di sebuah tempat di sekitar Rancabango, Tasikmalaya. Mereka mengendarai tiga motor. Dua motor dikendarai masing-masing oleh dua orang. Dan satu motor lagi dikendarai tiga orang. Dalam perjalanan, jarak ketiga motor ini tidak berdekatan. Motor yang dikemudikan korban melaju tidak terlalu kencang dan paling belakang. Motor inilah yang jadi korban penyerangan geng motor, hingga salah satu korbannya meninggal dunia.

Saat melintasi Jalan Wasita Kusuma, Indihiang, Kota Tasikmalaya, korban dihadang sekelompok orang. Korban langsung ditanya, “Maneh geng motor?”. Belum sempat bereaksi apa-apa, sekelompok orang itu tiba-tiba langsung menyerang korban dan temannya. Mereka memukul menggunakan helm dan botol bekas minuman keras.

Usai menyerang, sekelompok orang yang diduga geng motor tersebut langsung melarikan diri. Sementara tiga orang remaja korban mengalami kondisi yang berbeda. Dua orang terluka, dan satu lagi berhasil mengamankan diri. Korban terluka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun nahas, satu di antara korban akhirnya harus menghembuskan nafas terakhirnya.

Korban meninggal dunia bernama Yoga. Almarhum teridentifikasi sebagai pelajar di salah satu SMK di Kota Tasikmalaya. Yoga adalah warga Desa Sukaraharja, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

Terjadinya peristiwa serupa, membuat banyak warga khususnya di Kota Tasikmalaya merasa geram dengan ulah geng motor. Mereka sepertinya tak pernah kapok. Padahal, baru satu bulan lalu, ulah mereka memicu santri dan komunitas beladiri Kodrat (boxer) di Kota Tasikmalaya, menyisir keberadaan mereka. Ulah geng motor ini bahkan sempat membuat tokoh Kota Tasikmalaya sekelas H. Noves Narayana dan H. Nanang Nurjamil turut turun ke jalan.

Jika mereka terus berulah, apalagi sampai menelan korban, bukan mustahil satu saat mereka akan berhadapan dengan kekuatan masyarakat yang marah! (Lintas Priangan)

Tak Digubris Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Albadar Bakal Lakukan Ini

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Merasa komunikasinya tak digubris oleh Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Koordinator Forum Diskusi Albadar Institute, Diki Sam Ani, tak patah arang. Ia bersama rekan-rekannya tetap akan menelusuri adanya indikasi anggaran yang menguap tak jelas di tubuh Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Rencananya, ia akan menempuh mekanisme permohonan informasi publik, sebagaimana diantur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.

“Kami akan tebar surat permohonan informasi publik ke beberapa SKPD di Kabupaten Tasikmalaya yang terindikasi anggarannya ada yang menguap tanpa jejak. SKPD ini posisinya bisa dikatakan sebagai korban. Dari indikasi awal yang kami terima, ada pihak tertentu yang menarik anggaran di SKPD, tapi kegiatannya tidak jelas. Bahkan sekarang ada temuan baru, dan kebetulan sekali temuan ini berkaitan dengan anggaran yang ada di DPRD Kabupaten Tasikmalaya,” terang Diki kepada Lintas Priangan, Selasa (14/01/2025).

Menurut Diki Albadar, anggaran yang terindikasi tak jelas realisasinya ini nilainya memang tak seberapa, tapi tersebar di beberapa SKPD. Jika dijumlahkan semuanya, nilanya mencapai angka milyaran rupiah.

“Mungkin satu milyar lebih. Atau bisa dua milyar. Justru itu kami tidak tahu persis. Tapi infomasi awal yang kami terima cukup valid,” terang Diki.

Sementara itu, menurut Diki, ia juga mengantongi temuan baru, yang kebetulan pos anggaranya ada di Sekretariat Dewan Kabupaten Tasikmalaya.

“Yang temuan baru juga nilainya tak seberapa, hanya puluhan juta, tapi indikasinya cukup “nembrak”. Yang saya maksud nilainya tak seberapa itu ketika kita melihatnya dalam skala anggaran pemerintah daerah. Kalau buat rakyat, puluhan juta ya besar juga,” ungkap Diki.

Ia juga mengaku tidak akan menempuh komunikasi lagi dengan DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Hari ini, ia akan memperdalam informasi di lapangan. Kalau sudah fix, hari ini juga langsung saya sebar press release ke teman-teman media.

Nggak ada lagi komunikasi sama DPRD. Kemarin juga sia-sia. Kami cuma tinggal cek di lapangan keberadaan perusahaan yang pernah dijadikan pelaksana kegiatan oleh DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Kami akan cek hari ini perusahaan tersebut di lapangan. Kalau ternyata benar dugaan kami, perusahaan itu tidak jelas, atau tidak pantas, langsung kami buat press release untuk teman-teman media,” pungkas Diki. (Lintas Priangan)

Strategi Rahasia Lulus Tes CPNS 2025, Buatlah Hal Ini Mulai Sekarang

0

lintaspriangan.com, SUKSES. Agar peluang lulus Tes CPNS 2025 semakin besar, banyak hal yang bisa Anda persiapkan dari sekarang, sebagai langkah awal persiapan. Salah satunya adalah dengan membuat PMM. Di bimbel-bimbel privat yang berbayar, pasti PMM ini dibuat sejak awal, bahkan sebelum pembelajaran pertama dimulai.

Pernah buat PMM? Jika belum pernah, simak terus tulisan ini sampai tuntas!

PMM adalah singkatan dari Personal Mastery Map. PMM ini bisa Anda buat sendiri. Isinya berupa tabel berkolom empat. Kolom pertama diisi dengan Nomor, lalu kolom kedua diisi dengan judul Submateri, selanjutnya kolom ketia diisi dengan judul Mastery, dan kolom terakhir beri judul Jumlah Soal. Jadi kurang lebih, nanti heading (kepala) tabel tersebut akan berurut seperti di bawah ini:

| No | Submateri | Mastery | Jumlah Soal |

Secara sederhana, PMM ini akan menjadi panduan, sekaligus alat pantau, untuk menjawab dua hal di bawah ini:

  1. Submateri apa saja yang harus dikuasai?
  2. Submateri mana saja yang sudah dan belum dikuasai?

Selain itu, ada fungsi rahasia dari PMM ini, yang akan sangat bermanfaat untuk Anda, terutama ketika Anda sudah tiba di hari pelaksanaan tes. Ini salah satu rahasia sukses Tes CPNS yang sudah teruji efektif. Bahkan, sangat efektif! Fungsi rahasia PMM ini akan dikupas di akhir tulisan ini.

Kolom Nomor akan memberikan gambaran kepada Anda, berapa banyak submateri yang harus Anda kuasai. Ketika Anda mampu merinci submateri, jangan kaget ketika mendapati, ternyata materi Tes CPNS yang harus dikuasai itu jumlahnya mencapai ratusan. Kolom nomor ini akan membuat Anda yakin, bahwa persiapan Tes CPNS itu tak akan ideal jika hanya dilakukan dalam waktu satu-dua bulan.

Selanjutnya kolom Submateri. Kolom ini akan memberikan gambaran kepada Anda, seberapa lebar submateri yang harus Anda kuasai. Semakin spesifik informasi yang Anda buat pada kolom ini, tentu semakin baik. Contohnya seperti di bawah ini:

Submateri: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
Topik: Pancasila
Subtopik 1: Sejarah Pancasila
Subtopik 2: Jenis nilai Pancasila (nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis)
Subtopik 3: Butir nilai Pancasila (45 butir nilai pancasila)
Subtopik 4: Kausa Pancasila (material, formal, tujuan, final)
Subtopik 5: … dst.

Submateri: Tes Intelegensia Umum (TIU)
Topik: Numerik – Jarak Kecepatan dan Waktu
Subtopik 1: Kasus dasar
Subtopik 2: Kasus berpapasan
Subtopik 3: Kasus susul-menyusul
Subtopik 4: … dst.

Selanjutnya, pada kolom Mastery, dapat diisi dengan tiga tanda. Yang pertama tanda checklist, untuk subtopik yang sudah Anda kuasai dengan baik. Yang kedua, tanda garis datar, untuk materi yang masih memerlukan pendalaman atau latihan soal. Dan yang ketiga, tanda cakra atau silang, untuk materi yang belum Anda kuasai.

Kolom terakhir adalah kolom jumlah soal. Isi kolom ini dengan jumlah soal pada submateri tertentu yang sudah pernah Anda kerjakan.

Dengan memiliki instrumen PMM, Anda bisa mengetahui dengan persis, sudah sampai mana kesiapan Anda menghadapi Tes CPNS 2025. Anda harus berusaha keras, agar pada kolom Mastery, semua baris Subtopik bisa Anda isi dengan checklist. Idealnya, sekitar satu bulan sebelum tes, semuanya sudah checklist dan semua contoh soal sudah pernah Anda kerjakan. Sehingga satu bulan yang tersisa, bisa Anda manfaatkan untuk mengulang semua subtopik yang terdata dalam PMM.

Ketika Anda memegang PMM dengan checklist yang penuh pada setiap subtopiknya, Anda akan punya manfaat rahasia. Apa manfaat rahasia dari PMM ini? Pastikan, lembar PMM ini Anda pegang saat menjelang tes. Ketika gugup, panik atau gelisah mengganggu Anda, segera buka lembar ini. Tenangkan diri dengan menarik nafas, dan duduk di tempat yang nyaman. Baca semua subtopik yang ada pada lembar PMM yang Anda pegang. Lalu, yakinkan diri dengan berkata dalam hati:

“Tidak ada alasan untuk takut, karena semua bekal sudah ada dalam genggaman!”

PMM ini sudah digunakan di banyak bimbel privat/VIP Class. Hasilnya, 9 dari 10 orang yang sempat merasa takut, gelisah atau panik, mengaku kembali percaya diri setelah melihat kembali PMM yang mereka pegang. PMM adalah bukti konkrit, bahwa Anda sudah sangat siap!

Selain untuk Tes CPNS 2025, Personal Mastery Map ini juga dibuat untuk persiapan Tes Sekolah Kedinasan 2025 dan Tes Masuk BUMN 2025.

Selamat bersiap!

3 Wacana Libur Sekolah Selama Bulan Ramadan

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan ada tiga opsi yang berkembang di masyarakat terkait wacana libur sekolah selama bulan Ramadan 1446 H./2025. Meskipun ada beberapa opsi yang beredar, Mu’ti menegaskan bahwa belum ada keputusan final dari pemerintah mengenai rencana tersebut.

“Kalau kita ikuti yang berkembang di masyarakat, ada tiga opsi yang saya dengar, tapi ini belum ada keputusan ya” ujar Mu’ti di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (13/1/2025).

Opsi pertama, kata Mu’ti, ada yang mengusulkan agar libur Ramadan berlangsung selama sebulan penuh. Meskipun libur, siswa tetap diharapkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di masyarakat.

Kemudian, opsi kedua, Mu’ti menjelaskan ada wacana untuk libur sekolah di awal dan menjelang akhir bulan Ramadan.

“Misalnya tiga hari atau dua hari sebelum Ramadan, kemudian empat atau lima hari di awal Ramadan libur. Setelah itu, sekolah berjalan seperti biasa, dan nanti biasanya menjelang Idul Fitri juga ada libur, bisa dua atau tiga hari sebelum Idul Fitri sampai rangkaian mudik selesai. Itu yang berlaku saat ini,” ujarnya.

Sedangkan opsi terakhir, pria kelahiran tahun 1968 itu menyebutkan adalah tetap masuk sekolah penuh selama bulan Ramadan, seperti yang diterapkan saat ini.

“Tapi intinya, semua ini adalah usulan-usulan yang ada di masyarakat dan kami tentu memantau usulan-usulan tersebut sebagai bagian dari aspirasi publik,” kata Mu’ti.

Mu’ti mengatakan bahwa keputusan mengenai rencana libur Ramadan ini akan dibahas bersama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri karena rencana tersebut melibatkan beberapa kementerian.

Jika rencana ini terlaksana, tambahnya, pemerintah akan mengaturnya dalam bentuk Surat Edaran.

“Tapi intinya, keputusan ini harus sama antara sekolah dan madrasah. Jangan sampai nanti masa aktif sekolah dan libur selama Ramadan tidak seragam antara sekolah dan madrasah,” ujarnya.

Sebelumnya, wacana mengenai libur sebulan penuh selama bulan Ramadan muncul dari pernyataan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Nasaruddin mengakui bahwa rencana tersebut masih sebatas wacana. Namun, ia menjelaskan bahwa kebijakan meliburkan kegiatan selama Ramadan masih berlaku di sejumlah satuan pendidikan berbasis pondok pesantren. (Lintas Priangan)

PJ Bupati dan Dandim 0613/Ciamis Hadiri Launching Program MBG

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pj Bupati Ciamis, Budi Waluya, didampingi Dandim 0613/Ciamis, Letkol Inf Afiid Cahyono, S.Sos., S.H., M.Han, menghadiri launching Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di empat sekolah percontohan, yaitu TK Merpati, SD Negeri 1 Banjarsari, MTs Negeri 7 dan SMKN Siliwangi Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

Kepada wartawan, Budi Waluya mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis hari ini memulai program pembagian makanan bergizi gratis bagi siswa di Kecamatan Banjarsari.

Sebagai langkah awal implementasi program tersebut, sebanyak 3.500 porsi makanan bergizi yang terdiri dari nasi, daging ayam, sayuran, dan jeruk, dibagikan kepada para siswa.

“Ini adalah langkah penting dalam memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang mereka,” katanya, Senin (13/01/2025) di SDN 1 Banjarsari.

Budi juga menjelaskan, program MBG bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak.

Selain berdampak pada kesehatan dan pendidikan anak-anak, program MBG juga dirancang untuk mendukung perekonomian lokal dengan memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Penyediaan makanan bergizi dilakukan oleh UMKM lokal, sehingga program ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Untuk memastikan kualitas makanan yang dimakan para siswa, menurutnya pengolahan dilakukan di dapur Badan Gizi Nasional (BGN) dengan standar kebersihan dan nutrisi yang tinggi.

“Perhatian terhadap kualitas makanan adalah prioritas utama dalam keberhasilan program ini. Makanya semua makanan diproses dengan standar kebersihan tinggi untuk memastikan agar para siswa mendapatkan makanan sehat dan bergizi,” jelasnya.

Menurutnya, program MBG merupakan langkah konkret dalam mendukung pendidikan dan kesehatan anak-anak. Mereka akan tumbuh sehat dan cerdas, sehingga masa depannya akan semakin cerah.

“Saya harap, program MBG ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Ciamis, sehingga manfaatnya dapat dirasakan anak-anak juga masyarakat Kabupaten Ciamis,” harapnya.

Sementara itu Dandim 0613 Ciamis, Letkol Affid Cahyono menjelaskan, pelaksanaan program MBG baru dimulai setelah persiapan teknis yang matang. Untuk memastikan kelancaran operasional, program tersebut dilaksanakan melalui kerjasama antara pemerintah daerah BGN dan mitra lokal. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam merealisasikan program MBG.

“Mekanisme pelaksanaan melibatkan BGN yang bertanggung jawab atas dapur, perlengkapan operasional, hingga biaya sewa tempat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Budi Waluya bersama Dandim 0613/Ciamis, Sekda Ciamis beserta rombongan meninjau dapur dan perlengkapan operasional lainnya. (Nank/lintaspriangan.com)

Bawa Senjata Api, Pria di Tasikmalaya Serang Kakak Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Entah setan jenis apa yang merasuki CU, inisial seorang pria di Tasikmalaya yang berusia 42 tahun ini. Dengan membawa senjata api dan golok, ia berusaha menyerang kakaknya sendiri. Beruntung, kakaknya yang berinisial EA (42) berhasil menyelamatkan diri, meski ia harus mengalami luka sabetan senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya. Tak hanya EA, istrinya EA yang sempat diancam dengan todongan senjata api di kepala, juga berhasil menghindari amukan adik iparnya.

Peristiwa ini bermula ketika CU melihat mobil kakaknya melintas di sebuah perempatan. Mobil itu sedang dikendarai oleh sepupunya (anak kandung EA). CU kemudian mencegat mobil tersebut dan meminta sepupunya turun. Ia bermaksud meminjam mobil tersebut. Kepada sepupunya, CU juga sempat berkata, ia sedang marah pada EA, ayah sepupunya. Usai sepupunya turun, CU langsung lantas tancap gas, entah menuju kemana.

Atas perilaku pamannya itu, sepupu CU kemudian mengadu kepada orang tuanya. Mendengar berita tersebut, ibunya (istri EA) kemudian menghubungi CU melalui telepon. Dalam komunikasi via telepon inilah kemungkinan besar terjadi percekcokan antara CU dengan kakak iparnya. Boleh jadi karena merasa tak puas dengan komunikasi di telepon, CU naik pitam, dan langsung meluncur ke rumah kakaknya.

Setibanya di rumah kakaknya, ia langsung membuat gaduh. Mobil yang ia kendarai, yang sebenarnya milik kakaknya, ia tabrakkan dengan pintu rolling door garasi. Percekcokan tak terelakkan. Hingga kemudian, terdengar beberapa kali letusan senjata api.

Melihat adiknya membawa senjata api dan senjata tajam, EA dan istrinya sontak berusaha menghindar. EA lari ke kamar dan mengunci pintu dari dalam. Sementara istrinya, yang sempat ditodong senjata api di bagian kepala, juga lari ke dalam kamar.

Kejadian ini dibenarkan oleh aparat kepolisian dari Polres Tasikmalaya. Saat berita ini ditulis, CU sudah ditangkap dan sedang menjalani pemeriksaan.

“Benar. CU sudah ditangkap berikut barang bukti berupa dua proyektil peluru,” terang Kasi Humas Polresta Tasikmalaya, Iptu Jajang Kurniawan, sebagaimana dilansir Tribun Jabar.

Peristiwa seorang pria di Tasikmalaya yang menyerang kakaknya sendiri ini terjadi di wilayah Kecamatan Ciawi, tepatnya di Jalam Cisinga, Kampung Barak, Desa Pakemitan, Kabupaten Tasikmalaya. CU tiba di rumah kakaknya lantas mengamuk, sekitar pukul 17.00, hari Minggu (12/02/2025). (Lintas Priangan)

Kehilangan BPKB, Menghambat Proses Administrasi Pembayaran Pajak Kendaraan

0

lintaspriangan.com. BERITA GARUT. Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) merupakan salah satu dokumen penting. Kehilangan BPKB dapat menghambat proses administrasi pembayaran pajak kendaraan.

Hal itu dirasakan, Irfan Suyaman, warga Kampung Sukaregang, RT 002/RW 014, Kelurahan Kota Wetan yang kehilangan BPKB sepeda motornya dengan No. Polisi Z 3433 GC. Didalam BPKB tersebut dijelaskan motor berwarna hitam dengan kapasitas mesin 125 cc, No. Rangka MH1JFJ116EK393539, No. Mesin JFJ1E1400948.

Berdasarkan informasi yang diterima kehilangan BPKB terjadi di rumahnya pada Senin (13/01/2025) sekitar pukul 07.00 WIB, ketuka Irfan hendak memeriksa dokumen untuk keperluan pembayaran pajak kendaraan.

“BPKB tersebut tidak ditemukan meskipun telah dicari di beberapa lokasi dalam rumah,” katanya.

Kehilangan BPKB ini tidak hanya menghambat proses administrasi pembayaran pajak, tetapi juga bisa menjadi risiko penyalahgunaan dokumen. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, Irfan segera melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang.

Irfan juga meminta bantuan masyarakat untuk membantu jika menemukan dokumen tersebut. Bagi warga yang memiliki informasi atau menemukan BPKB dapat segera melaporkannya kepada aparat terdekat.

“Kejujuran dan kepedulian masyarakat akan sangat membantu penyelesaian masalah ini,” jelasnya.

Kasus kehilangan BPKB sering kali tidak hanya merugikan pemilik kendaraan, tetapi juga membutuhkan proses pengurusan ulang yang memakan waktu.

Untuk itu masyarakat diimbau untuk selalu menyimpan dokumen penting di tempat yang aman untuk menghindari kejadian serupa.

Irfan berharap, bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan BPKB miliknya, dimohon melapor ke kantor polisi atau menghubungi Irfan di alamat Kampung Sukaregang RT 002/RW 014, Kelurahan Kota Wetan Kabupaten Garut. (lintaspriangan.com).

Perihal Anggaran Perjadin, Begini Respon BPKAD Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Terkait berita tentang nilai perjalanan dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya yang mencapat angka lebih dari Rp. 7,5 milyar, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tasikmalaya memberikan tanggapan. Sekretaris BPKAD Kota Tasikmalaya, Hj. Hesti Widiawati, S.E., M.M., menerima wartawan Lintas Priangan di ruang kerjanya, Senin (13/01/2025).

“Peningkatan predikat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE, idealnya memang berkorelasi dengan turunnya anggaran tertentu, misal salah satunya anggaran perjalanan dinas. Tapi faktanya, hal tersebut tidak bisa serta merta. Implementasi SPBE membutuhkan proses dan adaptasi. Jadi sulit kalau tahun ini predikat SPBE naik, tahun ini pula anggaran perjalanan dinas misalnya turun drastis,” terang Hesti.

Ia menambahkan, besaran anggaran perjalanan dinas bukan hanya dipengaruhi oleh variabel SPBE. Ada banyak faktor lain, misalnya predikat SPBE yang belum merata di setiap daerah, serta ada tuntutan yang memang sulit dihindari.

“Jadi begini. Banyak program pemerintah itu yang harus dikerjakan secara bersama-sama. Perlu koordinasi antar pemerintah daerah, atau antara pemerintah daerah dengan lembaga vertikal. Kami misalnya sudah berusaha menekan perjalanan dinas dalam kota dengan mengadopsi SPBE, tapi ketika harus koordinasi dengan pemerintah daerah lain yang meminta kita hadir secara fisik, hal seperti itu jadi sulit dihindari. Bahkan, undangan dari pemerintah pusat juga sampai saat ini masih cukup banyak yang harus dihadiri secara langsung. Jadi tidak sederhana, variabel yang terkaitnya banyak,” papar Hesti.

Saat diminta data mengenai berapa sebenarnya total anggaran perjalanan dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya, Hesti hanya menjawab bahwa anggaran tersebut sebenarnya mengalami penurunan. Hanya saja, ia tidak bisa menyampaikan berapa nilainya, karena saat tadi menerima wawancara dari Lintas Priangan, ia belum memegang data rinci.

“Jadi begini, saya mohon ijin menjelaskan ya. Permohonan wawancara yang dikirim oleh Lintas Priangan akhir pekan lalu, baru saya terima pagi tadi. Dan saya lihat, ternyata deadline-nya hari ini. Sementara kalau saya lihat topiknya, ini pasti butuh data rinci yang tidak tersedia di BPKAD. Perlu saya sampaikan, sejak berlakunya Permendagri Nomor 77 tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, BPKAD sudah tidak memegang dokumen rinci penggunaan anggaran. Kami hanya pegang fakta integritas. Adapun pengelolaan rincinya, ada di setiap SKPD,” jelas Hesti.

Meski belum memegang data rinci, Hesti memilih mendahulukan bertemu dengan Lintas Priangan. Alasannya sederhana, bagi Hesti, yang lebih penting itu membuka komunikasi. Perkara data rinci bisa dibahas belakangan.

“Memenuhi kebutuhan informasi awak media itu jadi salah satu tanggung jawab pemerintah. Saya belum bisa menjawab dengan data rinci karena memang datanya tidak ada pada kami. Tadi, staf saya sempat mengusulkan reschedule untuk wawancara dengan Lintas Priangan. Tapi saya pikir, yang lebih penting ketemu dulu, karena deadline-nya hari ini. Kalau ketemu, saya juga bisa jelaskan juga tentang permendagri tadi. Yang paling penting, jangan sampai ada kesan Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak membuka diri,” kata Hesti.

Terkait respon dari BPKAD Kota Tasikmalaya, aktivis dari Forum Diskusi Albadar Institute, Diki Sam Ani, berkomentar. Menurutnya, meski sudah tidak memegang data rinci setiap SKPD, tentu kalau urusan keuangan seharusnya BPKAD bisa memfasilitasi hal tersebut.

“Saya kira tetap leading sector-nya ada di BPKAD. Masa ia ke Dinkes atau ke PU misalnya. Tapi ya itu tadi, karena regulasi baru, mungkin perlu waktu,” ujar Diki.

Ia juga memberikan apresiasi kepada BPKAD Kota Tasikmalaya yang sudah berkenan membuka diri. Hal ini penting, sebagai perwujudan semangat transparansi yang sudah lama digaungkan di negeri ini.

“Terlepas dari hal-hal teknis lainnya, minimal pejabat itu jangan susah kalau ada masyarakat, LSM atau wartawan yang ingin bertemu dan membutuhkan informasi. Saya mengapresiasi BPKAD Kota Tasikmalaya. Alhamdulillah, sementara ada beberapa SKPD di Kota Tasikmalaya yang terkesan sangat menutup diri,” pungkas Diki. (Lintas Priangan)

Mau Ikut Tes CPNS/BUMN 2025? Simpan Link Ini Baik-Baik!

0

lintaspriangan.com, SUKSES. Halaman ini sengaja dibuat untuk membantu calon peserta Tes CPNS, Tes Sekolah Kedinasan dan Tes Rekruitmen BUMN tahun 2025. Selain informasi dan berita terbaru seputar ketiga tes tersebut, Lintas Priangan akan bekerja sama dengan beberapa mentor bimbel untuk memberikan materi maupun tip yang bisa diakses secara gratis oleh para pembaca yang berencana mengikuti tes di tahun ini.

Menurut Mulyana, S.Sos., M.M., salah seorang mentor bimbel tes rekruitmen pemerintah, ide untuk membuat layanan gratis yang berisi materi dan tip ini sangat bagus dan pasti sangat dibutuhkan. Banyak calon peserta tes yang tidak bisa mengikuti program bimbel. Nanti, mereka bisa memanfaatkan layanan dari Lintas Priangan.

“Silahkan dibuat halamannya. Saya dan teman-teman mentor lain, insha Alloh akan ikut berkontribusi. Ini baik sekali, karena tidak semua calon peserta tes bisa mengikuti program bimbingan belajar reguler,” terang Mulyana, saat ditemui reporter Lintas Priangan Bandung di kediamannya di Jl. Geger Kalong Hilir, Kota Bandung.

Mulyana menambahkan, antara belajar mandiri dengan mengikuti bimbingan memang cukup jauh berbeda. Hal ini terutama disebabkan tes karir seperti Tes CPNS, Tes Sekolah Kedinasan dan Tes Rekruitmen BUMN memiliki karakter yang berbeda dengan tes akademik di sekolah.

“Kalau sekedar materi soal dan pembahasan, sekarang saya lihat banyak sekali di media sosial. Siapapun bisa akses. Tapi di bimbel, terutama yang privat, ada materi-materi khusus yang disesuaikan dengan karakteristik tes yang akan dihadapi. Karena tes masuk lingkungan pemerintahan itu, baik CPNS maupun BUMN, punya karakter berbeda dengan tes di sekolah,” tambah Mulyana.

Ia mencontohkan, untuk soal numerik misalnya. Soal-soal Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV) kalau dikerjakan di sekolah, setidaknya butuh sekitar 10 langkah sampai menemukan jawaban. Tapi pada soal-soal skolastik yang diujikan pada Tes CPNS atau BUMN, jenis soal PLDV harus bisa dikerjakan lebih cepat.

“Bahkan, di bimbel itu dilatih bagaimana soal seperti PLDV bisa dikerjakan secara papperless, alias tanpa ngotret. Nanti materi-materi ini akan kita share di halaman ini,” terang Mulyana.

Mulyana juga berpesan, agar calon peserta Tes CPNS 2025, Tes Sekolah Kedinasan 2025 dan Tes Rekruitmen BUMN 2025, segera mempersiapkan diri dari awal. Menurutnya, persaingan hari ini semakin ketat. Kualitas soal yang muncul pada tes juga semakin tidak sederhana. Kalau tidak dilatih dalam waktu yang cukup, mau bimbel dimanapun pasti tidak akan efektif.

“Mau gak jadi pegawai pemerintah? Kalau benar-benar mau, segera bersiap! Kalau persiapannya selalu mepet, mau 100x tes juga pasti hasilnya kurang lebih sama,” pungkas Mulyana.

Nah, untuk Anda yang berencana mengikuti Tes CPNS 2025, Tes Sekolah Kedinasan 2025 dan Tes Rekruitmen BUMN 2025, agar bisa mendapatkan materi-materi gratis, pastikan Anda save link halaman ini: bit.ly/tipsukses2025 (Lintas Priangan)

Bocah SMP Jadi Kurir Uang Palsu

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Belum juga reda kasus uang palsu di UIN Alauddin Makassar, masayrakat kembali dikagetkan dengan peristiwa uang palsu yang baru. Kali ini, kasus uang palsu melibatkan bocah SMP. Ya, seorang kasus bocah SMP jadi kurir uang palsu ini terungkap gara-gara bocah tersebut mengalami lakalantas. Ia tertabrak mobil. Saat itulah, puluhan lembar uang palsu jatuh berceceran. Warga yang hendak menolong bocah korban lakalantas sempat bertanya, darimana uang tesebut berasal. Namun, bocah SMP tersebut tidak menjawab apapun. Ia terlihat kebingungan. Mungkin shock karena mengalami kecelakaan.

Setelah berselang lama, bocah SMP berusia 14 tahun itu barulah bercerita. Di hadapan petugas kepolisian, ia memaparkan kronologis, sampai bisa menjadi kurir uang palsu.

Ternyata, kisah bocah SMP jadi kurir uang palsu ini berawal dari interaksi di facebook. Di media sosial tersebut, bocah SMP berinisial A ini berkenalan dengan seorang dewasa. Ia ditawari pekerjaan ringan, sekedar mengantarkan sesuatu, dengan upah Rp. 50.000. Tentu saja, bocah tersebut girang. Awalnya, ia belum tahu kalau barang yang harus ia antarkan adalah uang palsu.

Selanjutnya, pria di facebook itu mengajak A bertemu di sebuah tempat. A akan diberi tugas pertama, untuk mengantarkan paket yang ternyata berupa uang palsu senilai RP. 2,2 juta. A diminta berjalan menuju ke sebuah lokasi. Nanti di lokasi tersebut, akan ada yang menghampiri A untuk mengambil uang palsu tersebut. Sementara si pria yang menyuruh A, mengikuti dari belakang. Sial, sebelum tiba di lokasi, A malah mengalami laka lantas. Uang palsu yang pegang kemudian jatuh berhamburan.

Selain karena menjadi korban lakalantas, uang yang berhamburan itulah yang menyedot perhatian warga. Dari situ, warga kemudian membawa A ke kantor polisi terdekat.

Kronologis mengenai Bocah SMP jadi kurir uang palsu ini dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Tambun Selatan, AKP Kukuh Setiono. Menurut Kukuh, peristiwa tersebut benar, peristiwa lakalantasnya terjadi di depan Plaza Metropolitan Tambun, Jalan Raya Teuku Umar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2025).

AKP Kukuh Setiono juga mengonfirmasi kebenaran adanya uang palsu yang berhamburan. Menurut Kukuh, pihak aparak kepolisian Tambun Selatan saat ini sedang mendalami informasi mengenai pria di facebook yang menyuruh A. (Lintas Priangan)



Semoga Bukan Merindu Rembulan di Tengah Siang

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. Pers Indonesia, seperti juga pers di belahan dunia lain, umumnya lahir dari rahim perjuangan. Karena itulah, selain fungsi informatif, edukatif dan persuasif, salah satu fungsi pers adalah sebagai social control. Keempat fungsi ini sudah menjadi takdir pers. Seperti juga fungsi yang dilekatkan pada eksekutif, legislatif, atau yudikatif. Namanya takdir, tentu sulit dihindari, dan harusnya sudah saling memahami satu sama lain.

Namun memang, ketika salah satu pihak sedang menjalankan fungsinya, tak jarang pihak lain merasa terusik. Misal ketika eksekutif membuat prioritas pembangunan, pihak lain tak jarang menggerutu. Atau legislatif melaksanakan pengawasan, pihak lain merasa tertekan. Terlebih ketika yudikatif mengambil tindakan, tak jarang ada pihak yang langsung mengambil posisi berseberangan. Begitupun dengan pers. Ketika menjalankan fungsinya, pihak lain sangat sering bersikap abai, atau bukan mustahil mencibir karena sebenarnya tak berkenan.

Dua paragraf di atas sekedar prolog, tentang realitas yang dialami redaksi dua minggu ke belakang. Pihak redaksi mencoba berkomunikasi dengan Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Kami coba lewat jalur informal, sebagai sebuah jalur yang menurut berbagai teori manajemen modern dianggap sebagai jalur yang efektif untuk membangun solusi dan sinergi. Tapi sayangnya, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya memilih bungkam. Padahal, topik yang ingin kami diskusikan, berkaitan dengan hajat hidup warga Kabupaten Tasikmalaya. Kami beri sinyal, ada indikasi anggaran yang menguap tak jelas, sama sekali tak ada respon. Kalau seorang Ketua DPRD tidak punya minat pada isu-isu seperti ini, lalu isu apa yang sepantasnya dia minati?

Lalu dengan legilatif di DPRD Kota Tasikmalaya. Salah seorang anggota, yang sejujurnya kami anggap dekat, lagi-lagi bungkam ketika diajak silaturahmi untuk diskusi urusan kegelisahan rakyat. Tak habis fikir, kenapa fenomena seperti ini terus berulang. Saat belum dilantik begitu reaktif, bahkan terkadang proaktif. Usai dilantik, dihubungi saja seolah merasa terusik.

Tak hanya legislatif, pihak eksekutif pun bersikap serupa. Ada dua badan di lembaga pemerintahan daerah, yang satu di Kota Tasikmalaya, satu lagi di Kabupaten Tasikmalaya. Keduanya kami ajak komunikasi melalui surat. Metode korespondensi ini sengaja kami pilih, agar mereka punya keleluasaan waktu untuk membalas. Kan kalau diajak ketemu susah. Tapi sampai detik ini, sepi. Sama sekali tak ada respon. Padahal, topik yang disodorkan oleh Redaksi, adalah topik yang jadi leading sector di lembaga mereka. Redaksi mengajak kerja sama, mereka sediakan artikel, Lintas Priangan siapkan space dan rubriknya. Dan ini 100% gratis! Materi artikel tersebut tentu dibutuhkan oleh masyarakat. Tapi ya begitulah, no respon.

Terakhir, ada satu pihak lagi yang kami coba akses di akhir pekan lalu, yaitu Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, alias BPKAD Kota Tasikmalaya. Untuk lembaga yang satu ini, kami mengirim materi wawancara tertulis. Lagi-lagi, alasan kami mengirim secara tertulis, agar pihak narasumber memiliki keleluasan waktu dan tempat. Deadline-nya hari ini, Senin, tanggal 13 Januari 2025. Semoga yang satu ini, tidak seperti yang sebelumnya diceritakan.

Semoga saja, berharap punya pejabat yang responsif, tidak seperti merindu rembulan di tengah siang. Negara ini akan pesat berkembang, saat semua elemennya bisa bergandengan tangan. Jangan malah satu sama lain seperti ingin berperang. (Lintas Priangan).

8 Karya Budaya dari Priangan Timur Menyandang Status WBTB

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Boleh jadi, minggu lalu adalah minggu yang ditunggu-tunggu oleh para pelaku budaya di Jawa Barat. Hal ini karena pada akhir pekan lalu, adalah momentum penting bagi para budayawan, dimana Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan karya budaya mana saja yang berhak menyandang status WBTB, alias Warisan Budaya Tak Benda.

Tak kurang dari 67 karya budaya yang masuk nominasi. Karya-karya tersebut berasal dari 27 daerah yang ada di Jawa Barat. Tim juri kemudian memilih 42 diantaranya untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Ke depannya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berjuang, agar ke-42 karya budaya tersebut bisa mendapat status WBTB tingkat nasional, bahkan internasional.

Dari 42 karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTB tesebut, daerah di Priangan Timur menyumbang 8 karya budaya. Berikut delapan karya budaya dari Priangan Timur yang ditetapkan sebagai WBTB oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat:

  1. Endog Lewo. Makanan khas dari Kabupaten Garut yang sudah ada sejak tahun 1960. Bahan dasar utama Endog Lewo adalah singkong.
  2. Kerajinan Kulit Sukaregang. Kabarnya, para pengrajin kulit di Kabupaten Garut sudah eksis sejak tahun 1930-an. Mereka memproduksi jaket, sepatu, dompet, tas, atau pernak-pernik seperti gantungan kunci dari bahan dasar kulit sapi atau domba. Kualitasnya sudah tak perlu diragukan. Sebagian produk dari sentra kerajinan kulit Sukaregang ini sudah dipasarkan ke berbagai negara.
  3. Peuyeum Koroto. Tape yang berbahan dasar beras ketan. Disebut koroto karena pengemasannya dibuat mirip seperti kroto (sarang semut). Agar kesan mirip sarang semutnya tidak hilang, ranting-ranting kecil yang ada pada daun yang digunakan untuk membungkus bahkan tidak dibuang.
  4. Kopi Godog. Dikenal juga dengan nama Kopi Golodog. Bedanya dengan kopi pada umumnya, Kopi Godog ini diseduh langsung dari biji kopi, yang dicampur beberapa jenis rempah.
  5. Dodol Eluk. Tidak ada informasi yang cukup untuk dijadikan referensi tentang Dodol Eluk dari Kabupaten Tasikmalaya ini. Kemungkinan, dodol yang dimaksud adalah dodol wajit, yang kerap dibuat oleh warga di berbagai desa di Kabupaten Tasikmalaya.
  6. Golok Galonggong. Sentra pengrajin Golok Galonggong sudah ada sejak tahun 1920. Nama Bah Marnaip dikenal sebagai perintis Golok Galonggong.
  7. Anyaman Pandan Sukaruas dari Kabupaten Tasikmalaya ini sudah ada sejak Belanda masih menguasai tanah air. Bahkan, banyak orang Belanda yang menyukai dan membawa berbagai kerajinan anyaman dari Rajapolah ini ke negerinya.
  8. Hajat Waluya dari Kabupaten Pangandaran. Hajat ini digelar di sungai, sebagia bentuk rasa syukur kepada Alloh SWT yang telah memberikan penghidupan melalui keberadaan sungai.

Semoga saja, ke-8 karya budaya dari Priangan Timur ini, bahkan semua karya budaya asli Indonesia, bisa lestari selamanya, dan mendunia seperti angklung. (Lintas Priangan)

Pengetahuan Dasar Wartawan Sebelum Pergi Liputan

0

lintaspriangan.com, KELAS WARTAWAN. Ini juga kisah nyata, di awal tahun 2000-an. Badai krisis moneter memaksa salah satu perusahaan garment terbesar di Bandung untuk merumahkan lebih dari 50% karyawannya. Perusahaan itu adalah PT. Kahatex, yang berlokasi di daerah Rancaekek, Majalaya, Kabupaten Bandung.

Saat itu saya sedang bekerja di Majalah Berita Mingguan GATRA. Kang Gunadi sebagai Kepala Biro GATRA Jawa Barat ketika itu, menugaskan saya untuk meliput, mendalami informasi perihal PT. Kahatex yang merumahkan ribuan karyawannya. Singkat cerita, saya pun berangkat, dari kantor GATRA Jawa Barat yang berlokasi di komplek kampus UNPAD, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, menuju PT. Kahatex di Rancaekek.

Saya berangkat menggunakan motor vespa. Melintasi keramaian Kota Bandung, hingga tiba di Jalan Bypass (Jl. Soekarno Hatta). Di perempatan jalan besar ini, saya kemudian meluncur ke arah timur. Jarak tempuh Kantor GATRA ke PT. Kahatex tak bisa dibilang dekat. Sekitar 25 kilometer. Dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Setibanya di Kahatex, saya langsung menemui manajemen perusahaan. Sekitar satu jam saya melakukan wawancara. Tak hanya dengan pihak manajemen perusahaan, tapi juga dengan beberapa karyawan yang terpaksa harus dirumahkan. Ya, beberapa di antara mereka kebetulan sedang ada di kantor, untuk mendapatkan arahan dari manajemen PT. Kahatex.

Singkat kata, liputan beres. Kaset pita kecil berdurasi 90 menit hampir penuh oleh hasil rekaman. Setelah sholiskan, saya pun segera balik kanan, ketika hari sudah melewati pertengahannya.

Setibanya di kantor, saya langsung membuat laporan hasil liputan. Bentuk laporannya sederhana. Hanya menyusun pertanyaan dan jawaban dalam bentuk ketikan, pakai microsoft word. Laporan inilah yang harus saya kirim ke redaktur di Jakarta. Setelah tuntas memutar kaset kecil tadi, laporan tersebut segera saya print dan kirim melalui faksimile.

“Beres sudah satu liputan untuk hari ini. Saatnya sedikit santai,” gumam saya dalam hati, seraya menuju dapur kantor untuk menyeduh kopi hitam.

Tapi, belum juga selesai menikmatai kopi hitam, suara telepon kantor berdering. Tiba-tiba saja hati saya merasa gelisah. Dan benar saja, telepon tersebut untuk saya. Redaktur dari Jakarta, Pak Hidayat Tantan (Kang Tetet, panggilan akrab), meminta untuk berbicara dengan saya.

“Ya, Kang. Gimana?” tanya saya, masih dengan hati yang gelisah.

“Ini di laporanmu kan disebutkan ada sekian ribu karyawan yang dirumahkan. Itu kalau dibuat persentase, jatohnya berapa persen tuh yang dirumahkan?” tanya Kang Tetet.

Woalaah…, pantas hati ini gelisah. Lidah saya kelu ditanya begitu. Karena saya tidak tahu data tersebut. Saya hanya tahu jumlah karyawan yang dirumahkan, tapi lupa menanyakan berapa total jumlah karyawan PT. Kahatex. Mau tak mau, saya harus menempuh lagi perjalanan pulang-pergi sejauh 50 kilometer, untuk secuil informasi yang saya lewatkan.

Apa yang saya alami di atas, pasti banyak dialami juga oleh wartawan lain, terutama wartawan yang baru mulai bertugas. Kasunya, data tidak lengkap! Dan sejak itu, agar tidak terjadi lagi hal serupa, saya selalu membuat daftar pertanyaan selengkap-lengkapnya sebelum berangkat liputan.

Ingat, pada dasarnya, wartawan itu harus mencari informasi 5W-1H. Ini yang disebut unsur berita. Apa (What), Siapa (Who), Dimana (Where), Kapan (When), Kenapa (Why) dan Bagaimana (How). Secara teori, tidak bisa disebut berita, ketika satu unsur saja tidak ada. Semuanya harus ada, harus lengkap. Tapi saat bertugas, sekedar pemenuhan 5W-1H saya tidak cukup. Atau lebih tepatnya, tidak akan membahagiakan redaktur kita. Informasi unsur tersebut bukan saja harus lengkap, tapi juga detil.

Contoh misalnya tentang unsur Siapa (Who). Wartawan yang cermat, tidak akan merasa cukup hanya dengan tahu nama narasumber saja. Apalagi kalau hanya tahu nama pendek, atau lebih parah lagi nama samaran. Jangan merasa cukup dengan hanya nama. Buatlah pendalaman untuk setiap unsur berita. Contoh tentang “Siapa”. Selain nama lengkap, coba cari juga informasi usia, profesi, atau status pernikahan.

Begitupun dengan unsur lain. Misal tentang unsur Where (Dimana). Rumus sederhananya, ketika sebuah informasi makin detil dan banyak, maka makin baik. Jangan merasa cukup hanya dengan tahu wilayah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Perdalam informasi lebih detil, agar redaktur bisa menulis berita yang lebih bermanfaat dan enak untuk pembaca. Misal, jangan hanya menyebutkan TKP di Cipedes, Kota Tasikmalaya. Perkuat dengan informasi lain. Misalnya, “di dekat Bundaran Simpang Lima, tepatnya di jalan yang menuju ke arah Bandung.”

Saat saya jadi redaktur, menulis berita berdasarkan laporan dari reporter di lapangan, seberapa detil informasi ini benar-benar menentukan mood menulis. Kalau tidak lengkap, seada-adanya, mood langsung nge-drop sampe ujung ibu jari kaki. Malas bawaanya. Kalaupun dipaksakan, tidak akan memuaskan pembaca. Tapi ketika bahan beritanya lengkap, redaktur akan leluasa berkreasi, menyuguhkan berita terbaik untuk pembacanya.

Contoh manfaat ketika unsur beritanya detil. Misal unsur “Siapa: Namanya (1) Bernama Mulyadi, (2) usianya 56 tahun, (3) bekerja sebagai guru honrer, (4) punya anak tiga.” Dengan data tersebut, si redaktur bisa menulis unsur “Siapa” dengan menggunakan nama, atau kata ganti lainnya. Selain memperkaya informasi, hal ini juga membuat tulisan lebih hidup, tidak monoton. Contohnya seperti di bawah ini:

“Pria yang tadi mendapat hadiah utama dari Bank BRI itu bernama Mulyadi. Ia terlihat kaget sekaligus bahagia. Ayah tiga anak ini tak mengira, hari ini ia akan menjadi hari keberuntungannya. Guru honorer di sebuah SD di Kota Tasikmalaya ini sama sekali tak pernah berani bermimpi, untuk bisa memiliki sebuah mobil mewah. Terlebih, saat ini usianya sudah menjelang 57 tahun. Hanya sekitar tiga tahun lagi masa kerjanya, sebelum menginjak usia pensiun.”

Bisa kita bayangkan, betapa kakunya paragraf di atas, jika semua kata bercetak tebal hanya bisa diisi oleh kata “Mulyadi”, secara berulang-ulang.

So, intinya, makin lengkap, makin mantap! (Lintas Priangan).

Mau Jadi Penyedia Makan Gratis di Ciamis? Bayar Rp. 11 Juta!

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Program MBG alias Makan Bergizi Gratis merupakan program unggulan Presiden Prabowo. Jauh sebelum program ini dilaksanakan, tak sedikit yang memprediksi bakal ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi. Wajar, karena wilayah pelaksanaan program ini sangat luas, di seluruh Indonesia. Selain itu, program ini bakal menyasar ribuan target yang akan dilayani setiap hari. Sehingga perputaraan uang dalam program tersebut tak bisa dibilang kecil. Tak terkecuali di Kabupaten Ciamis. Beredar informasi, puluhan UMKM yang ingin menjadi mitra penyedia Program MBG, harus merogoh kocek hingga belasan juta rupiah.

“Kalau dalam bahasa Sunda, istilahnya lauk buruk milu mijah,” ujar Diki Sam Ani, peminat masalah sosial dari Forum Diskusi Albadar Institute.

Menurut Diki, sejak jauh-jauh hari, fenomena lauk buruk milu mijah itu sudah muncul ke permukaan. Ada orang yang tidak biasanya menjadi penyedia makanan, tiba-tiba ngaku-ngaku sudah lama punya usaha katering. Ada juga yang ngaku-ngaku bisa menyediakan susu murni setiap hari, padahal dia cuma sekedar calo. Yang lebih parah, ketika para pengusaha UMKM penyedia makanan itu jadi korban pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bukan malah untung, yang ada mereka malah buntung.

“Ya masih mending lah kalau lauk buruk milu mijah. Yang lebih parah dari itu, ada pihak-pihak yang mengaku bisa memuluskan siapapun yang ingin jadi penyedia makanan gratis. Mereka meminta sejumlah uang kepada para pengusaha kecil penyedia makanan. Contoh seperti di Kediri, kan kasihan UMKM-nya,” terang Diki.

Tak hanya di Kediri, fenomena serupa juga terjadi di Nusa Tenggara Barat, Bantul, dan beberapa daerah lain di Indonesia. Di Kabupaten Ciamis, juga terjadi peristiwa seperti itu. Para pengusaha UMKM di bidang kuliner, kabarnya diminta menyetor uang sebesar Rp. 11 juta rupiah kepada pihak tertentu, dengan maksud agar bisa jadi pihak penyedia makanan gratis di Ciamis.

Adanya indikasi nakal dari pihak-pihak tak bertanggung jawab yang merugikan pengusaha UMKM di Ciamis ini langsung mendapat respon dari aparat. Komandan Kodim 0613 CIamis, Letkol Inf. Afid Cahyono langsung menyampaikan informasi yang tegas. Menurutnya, pungutan uang untuk menjadi mitra penyedia makanan gratis di Ciamis adalah penipuan. Ia juga menjelaskan, saat ini pemerintah sudah menunjuk dua perusahaan di Ciamis sebagai mitra penyedia Program MBG di Ciamis. (sumber: Berita Satu).

Atas maraknya fenomena tersebut, Diki menyarankan agar pemerintah daerah bekerja sama dengan media, untuk menyampaikan informasi yang lengkap dan lugas. Sehingga bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan.

“Kalau sejak dari awal informasi dari pemerintah jelas, transparan, lugas dan tentu saja dapat diakses oleh masyarakat secara luas, insha Alloh bisa mengantisipasi terjadinya hal-hal seperti itu. Para pelaku UMKM itu tidak akan mau keluar uang, kalau sebelumnya mereka sudah mendapatkan informasi yang valid dari pemerintah,” pungkas Diki. (Lintas Priangan/Nanang)

Warga Bandung Demam Koin Jagat, Bisa Dapat Ratusan Juta Rupiah

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Seminggu terakhir ini, banyak warga Kota Bandung yang sedang keranjingan aktivitas baru. Mereka berburu Koin Jagat, sejenis koin seperti harta karun. Jika berhasil menemukan koin tersebut, bisa ditukar dengan uang hingga ratusan juta rupiah.

“Yang saya tahu, koin jagat ini ada tiga jenis. Ada yang perunggu, silver dan emas. Yang emas nilainya sampai Rp. 100 juta rupiah/keping,” terang Mulyono (47), warga Perum Sarijadi yang ditemui reporter Lintas Priangan Bandung, Ahmad Gunadi.

Menurut penjelasan Mulyono, harga koin bervariatif. Jika tadi koin emas bernilai Rp. 100 juta, maka koin perunggu hanya seharga Rp. 300 ribu hingga Rp. 1 juta. Dan koin silver atau perak, harganya mencapai Rp. 10 juta. Ia mengaku merasa tertantang, ketika mendapat kabar dari temannya yang sudah pernah berhasil mendapatkan uang dari koin jagat.

“Ada teman saya dia dapat, sudah cair uangnya. Karena lihat dia berhasil, saya jadi tertantang,” jelas Mulyono.

Hal serupa juga diungkapkan Apek, warga Cimindi yang menyengaja ke Taman Tegalega untuk berburu koin jagat. Menurut Apek, ia memilih Tegalega karena memang ada petunjuk, koin jagat tersebut ada di Tegalega.

Tak hanya Apek, saat reporter Lintas Priangan menuju ke Tegalega, ternyata ada puluhan pemburu koin jagat yang sedang mengitari area Tegalega. Mereka bertingkah sama, seperti sedang kebingungan mencari sesuatu. Setiap sudut Taman Tegalega mereka hampiri. Bahkan, batu atau pohon mereka cermati, siapa tahu ada koin jagat di sana.

Yang lebih parah, bahkan paving block pun ada yang sampai dibongkar oleh para pemburu, saking ingin mendapatkan koin jagat. Perilaku berlebihan seperti ini kemudian membuat Wali Kota Bandung turut berbicara tentang koin jagat. Wali Kota Bandung, A. Koswara, meminta warga pemburu koin jagat untuk tidak sampai merusak fasilitas umum.

Apa sebenarnya yang dimaksud koin jagat? Koin ini berbentuk kepingan seperti uang logam. Kabarnya, koin ini belum lama disebar di tiga kota besar di Indonesia, salah satunya Kota Bandung. Koin ini disebar oleh pemilik sebuah aplikasi treasure hunt (berburu harta karun). Intinya, siapapun yang bisa menemukan harta karun berupa koin jagat, pihak aplikasi akan memberikan hadiah sesuai dengan jenis koin yang ditemukan.

Aplikasi ini dapat didownload di Play Store. Tidak ada yang berbeda dengan aplikasi lain. Yang ingin jadi pemburu koin jagat, tinggal mendaftar akun di aplikasi tersebut secara gratis. Namun, dalam aplikasi tersebut juga tersedia beberapa fitur berbayar. Misalnya berupa peta, tempat dimana harta karun berupa jagat koin berada.

Sebagaimana dilansir berbagai media, karena beberapa pemburu banyak yang merusak fasilitas umum, pihak Pemerintah Kota Bandung dikabarkan sudah mencoba berkomunikasi dengan pemilik aplikasi, dan meminta agar aplikasi tersebut untuk sementara distop beroperasi di wilayah Kota Bandung. (Lintas Priangan/Ahmad Gunadi)

Buka Konkerkab III, Budi Waluya: PGRI Punya Tanggungjawab Memajukan Kualitas Pendidikan

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Sebagai organisasi profesi bagi guru, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memiliki tanggung jawab besar dalam memajukan kualitas pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan guru.

Hal itu dikatakan PJ Bupati Ciamis, Budi Waluya ketika membuka acara Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) III PGRI Kabupaten Ciamis masa bakti XXII tahun 2021-2025. Kegiatan dihadiri perwakilan PGRI kecamatan se-Kabupaten Ciamis di Aula Wisma Guru Ciamis, Minggu(12/01/2024).

Menurutnya, dunia pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun masa depan bangsa. Guru adalah sosok utama dibalik terbentuknya Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

“Konkerkab ini bukan sekadar agenda formal, melainkan momen penting untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Dijelaskan Budi, peran PGRI sangat strategis, sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus sebagai wadah perjuangan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan.

“Kami terus mendukung langkah PGRI melalui berbagai program yang sejalan dengan visi pendidikan Kabupaten Ciamis dalam mendukung peningkatan kualitas SDM dan kualitas pendidikan di Kabupaten Ciamis,” jelasnya.

Budi juga menjelaskan, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kompetensi guru. Untuk itu pihaknya sangat mendukung program yang dilaksanakan, seperti pelatihan, workshop, dan kegiatan peningkatan kompetensi yang diselenggarakan PGRI.

“Guru harus adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan era digital dan implementasi kurikulum merdeka,” ujarnya.

Dikatakan Budi, ditengah arus globalisasi yang pesat, pendidikan karakter harus menjadi perhatian utama. selain menjadi pelopor dalam mencetak generasi yang cerdas, guru juga harus menjadi teladan dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki rasa kebangsaan yang kuat.

“Era digital menuntut inovasi dalam proses pembelajaran. Saya harap seluruh anggota PGRI Kabupaten Ciamis dapat beradaptasi dengan teknologi, sehingga proses pembelajaran tidak hanya menarik tetapi juga relevan dengan kebutuhan siswa saat ini,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis terus berupaya memastikan kesejahteraan guru, baik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN. melalui kebijakan yang ada.

“Kami telah mengupayakan insentif, tunjangan profesi, serta program penghargaan bagi para guru yang berprestasi,” ungkapnya.

BACA JUGA: “Apa sebenarnya modal awal jadi wartawan? Kemampuan menulis kah? Kemampuan komunikasi? Punya jejaring? Ternyata bukan itu. Kalau tak punya bekal yang satu ini, sebaiknya pertimbangkan lagi niat berkarir jadi wartawan.

Budi juga berharap, melalui Konkerkab tersebut, PGRI Kabupaten Ciamis dapat menghasilkan program kerja yang inovatif dan kolaboratif, yang mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan di daerah. Ia pun mengajak para guru untuk mewujudkan Kabupaten Ciamis sebagai daerah dengan mutu pendidikan yang unggul dan berdaya saing.

“Kami dari pemerintah daerah juga senantiasa membuka pintu dialog untuk menjawab berbagai tantangan yang bapak/ibu guru hadapi di lapangan,” ucapnya.

Budi juga merasa yakin, dengan kolaborasi yang baik antara Pemkab Ciamis, PGRI, dan para guru, masa depan pendidikan di Kabupaten Ciamis akan semakin cerah. Ia berharap, PGRI Kabupaten Ciamis dapat terus menjadi penghubung antara pemerintah dan guru untuk menjembatani aspirasi tersebut.

“Selamat melaksanakan Konkerkab ke-III, semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Ciamis,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

TikTok Menyalahkan Amerika Atas Kebijakan Yang Bias Jelang Pemblokiran

0

lintaspriangan.com, BERITA INTERNASIONAL. Bytedance, perusahaan induk TikTok berusaha agar platform media sosial miiknya tersebut tetap bisa beroperasi di Amerika Serikat tanpa harus dijual. Langkah terbaru, perusahaan asal China ini meminta agar diperlakukan secara adil sesuai dengan peraturan yang berlaku di AS. Berdasarkan ketentuan yang ada, Bytedance diwajibkan untuk menjual TikTok. Jika hal tersebut tidak dilakukan sebelum 19 Januari 2025, maka perusahaan akan dilarang beroperasi di AS.

Sebelumnya, Bytedance berupaya menunda penerapan pemblokiran TikTok. Dalam argumennya di Mahkamah Agung AS, pengacara dari kedua raksasa teknologi China tersebut mendorong agar aturan yang sama diterapkan juga pada kasus-kasus lain.

“Dulu, bioskop AMC dimiliki oleh perusahaan AMC. Secara teori, Kongres bisa memerintahkan bioskop AMC untuk menyensor film apapun yang tidak mereka sukai atau yang ingin mereka kendalikan,” ujar Noel Francisco, yang mewakili TikTok dan Bytedance, seperti dikutip dari CNN Internasional pada Minggu (12/1/2025).

Sementara itu, pengacara pembuat konten TikTok, Jeffrey Fisher, mempertanyakan mengapa Kongres hanya fokus pada TikTok. Ia mencatat bahwa ada platform besar lainnya asal China yang juga digunakan oleh banyak orang di AS, seperti Temu yang kini digunakan oleh 70 juta orang di Amerika.

“Sangat mengejutkan mengapa yang dipilih hanya TikTok dan bukan perusahaan lain yang juga mengumpulkan data pribadi dari puluhan juta orang. Selama ini, data tersebut juga bisa dikendalikan oleh China,” kata Fisher.

Aturan yang memaksa penjualan TikTok itu ditandatangani oleh Presiden Demokrat Joe Biden. Pemerintahannya menetapkan batas waktu divestasi satu hari sebelum pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS yang baru.

Menurut hukum, ada tenggat waktu 90 hari untuk memperpanjang masa berlaku aturan tersebut. Namun, sepertinya dalam kasus ini Bytedance tidak menunjukkan upaya nyata untuk menjual TikTok.

Pada akhir Desember lalu, Donald Trump meminta penundaan batas waktu penjualan tersebut dengan alasan agar pemerintahannya dapat mengejar isu politik yang terkait dengan kasus ini.

Modal Awal Jadi Wartawan

0

lintaspriangan.com, KELAS WARTAWAN. Ini kisah nyata, ketika saya masih bekerja sebagai wartawan di Majalah Islam Sabili, Biro Jawa Barat. Satu saat, ada penugasan dari Jakarta. Saya harus mewawancarai seorang narasumber di wilayah Cianjur Kota, lalu lanjut liputan ke sebuah lokasi penampungan di Kecamatan Cidaun, masih di Kabupaten Cianjur.

Setelah perjalanan selama dua jam lebih sedikit, saya tiba di Cianjur Kota. Lalu bertemu dengan salah seorang narasumber untuk wawancara. Hanya sekitar satu jam, wawancara beres. Jarak Bandung ke Cianjur Kota itu sekitar 70 kilometer. Dari sana, perjalanan lanjut ke Cidaun.

Perjalanan menuju Cidaun ternyata butuh perjuangan yang lumayan. Meski sama-sama masuk wilayah Cianjur, jarak tempuh dari Cianjur Kota ke Kecamatan Cidaun ternyata hampir dua kali lipat jarak Bandung-Cianjur Kota. Sekitar 137 kilometer!

Bukan sekedar jauh, tapi medannya pun tak nyaman. Rasanya, jalur yang dilalui tak pernah bertemu jalan lurus. Kalau bukan belok kiri, ya ke kanan. Kalau tidak menurun, ya menanjak. Begitu terus, membuat perut saya dan Kang Ajo, sopir mobil rentalan, sama-sama mual. Dan karena itu, kami sama-sama tak berani buka mulut. Tak ada perbincangan di antara kami sepanjang menuju Cidaun.

Singkat cerita, saya tiba di Kecamatan Cidaun. Saya langsung menuju Kantor Koramil Cidaun, untuk konsultasi dan minta arahan menuju lokasi liputan. Topik yang saat itu harus saya liput adalah tentang orang Sunda yang sebelumnya tinggal di Ambon, diungsikan oleh pemerintah ke Cidaun. Ini dilakukan karena di Ambon terjadi kerusuhan SARA. Kenapa orang Sunda yang di Ambon tidak langsung dikembalikan ke kampung halamannya saja? Kok malah diungsikan ke lokasi terpencil di Cidaun? Pertanyaan itulah yang ingin dicari jawabannya oleh Sabili.

Meski sudah tiba di Kecamatan Cidaun, perjuangan liputan tampaknya masih jauh dari kata tuntas. Lokasi pengungsian ternyata cukup jauh dari pusat pemerintahan Kecamatan Cidaun. Dan Kang Ajo, tak bisa menemani. Musim hujan membuat jalanan menuju lokasi menjadi sangat licin, berbahaya untuk kendaraan roda empat. Akhirnya saya menempuh jalur alternatif sesuai saran dari Koramil. Saya dibonceng oleh salah seorang anggota TNI dari Koramil Cidaun, menggunakan sepeda motor.

Gerimis yang rapat menemani perjalanan kami menuju lokasi. Waktu sudah semakin sore, sudah sekitar ashar. Sepatu dan celana sudah mulai kotor oleh lumpur jalan yang dilalui. Dan… ketika jarak ke lokasi tinggal 1-2 kilometer lagi, ternyata jembatannya roboh. Ya, ada sungai yang harus kami sebrangi untuk sampai di lokasi, tapi jembatannya roboh, dilahap air sungai yang meluap karena curah hujan tinggi sejak dua hari lalu.

Saya menghela nafas, dan sempat terfikir untuk menyerah. Dari Bandung ke Cianjur itu 70 kilometer. Lanjut ke Cidaun sekitar 140 kilo meter. Sudah 210 kilometer perjalanan saya tempuh, tapi harus berakhir di tiang jembatan yang roboh.

Saya segera kembali ke Koramil Cidaun, dan segera mencari wartel terdekat. Waktu itu belum ada handphone. Saya segera melaporkan kondisi di lapangan kepada redaksi di Jakarta. Lalu, apa jawaban redaksi?

“Tugas liputan itu tugas Anda. Tugas saya itu menulis laporan Anda jadi berita.” (Bang Lili redakturku, ingatkah Abang dengan jawaban ini? :))

Huh! Intinya, redaktur tidak mau tahu kondisi di lapangan seperti apa. Dia hanya menunggu laporan hasil liputan dari saya. Hampir ingin menyerah, tapi ada rasa malu karena baru masuk kerja sekitar tiga bulan. Masa baru tiga bulan mengundurkan diri.

Saya menghampiri Kang Ajo yang sedang ngopi di sebuah warung dekat Koramil Cidaun. Tak disangka, dia menyemangati saya. Ia mengajak saya untuk melanjutkan tugas, tapi dengan menempuh jalur lain.

“Memangnya ada jalur lain, Kang?”

“Ada. Kita balik dulu ke Cianjur Kota, terus ke Bandung lagi, nanti dari Bandung, kita ke Cidaun lewat jalur Banjaran,” terangnya, entang.

Edan! Demi sebuah liputan, perjalanan sepanjang 210 kilometer itu harus saya ulang dari awal!

Sejak pengalaman liputan itu, saya jadi yakin dengan materi dalam buku Vademekum Wartawan terbitan Kompas. Kalau tidak salah, buku tersebut jadi buku wajib bagi siapapun yang sedang berstatus Carep, alias Calon Reporter Kompas. Di bagian awal buku itu ada materi yang kurang lebih menjelaskan tentang, apa sebenarnya modal awal jadi wartawan. Apakah kemampuan menulis? Kemampuan komunikasi? Punya jejaring yang kuat? Punya kamera bagus? Ternyata bukan itu. Apalagi sekedar satu lembar kartu pers. Sama sekali bukan itu.

Modal awal jadi wartawan adalah vitalitas! Apa yang dimaksud dengan vitalitas? Kata KBBI, arti dari vitalitas adalah kemampuan untuk bertahan hidup. Intinya, vitalitas itu tidak mudah menyerah. Buku Vademekum Wartawan Kompas itu ingin memberikan gambaran, mencari berita itu tidak mudah. Kalau kita gampang lelah dan menyerah, jangan mimpi bakal betah jadi wartawan. (Lintas Priangan)

Usai Hanguskan LA, Api Merembet ke New York

0

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. “Ini bukan di Gaza, ini di LA dan sekarang api merembet ke New York!” Demikian bunyi voicenote yang dikirim Yanis, salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI), yang tinggal di Amerika. Kemarin, hampir sehari penuh ia menempuh perjalanan dari tempatnya bekerja di Kansas, mendekati wilayah kebakaran di Los Angeles. Ia mengabarkan kepada redaksi Lintas Priangan, kalau saat ini, Minggu, 12/01/2025 WIB, kebakaran merembet ke wilayah New York.

Bunyi alarm terdengar masih meraung di belakang suara Yanis. Pertanda, dia sedang berada tidak terlalu jauh dari lokasi Si Jago Merah beraksi. Bunyi alarm itu berasal dari beberapa infrastruktur di sekitar gedung Wallace Avenue, tepatnya di Apartemen Bronx. Sebagaimana diberitakan di berbagai media di dunia, kebakaran di LA saat ini sudah mulai merembet ke New York.

Sedikitnya 200 petugas pemadam kebakaran diterjunkan oleh otoritas Amerika Serikat. Namun anehnya, api sepertinya kebal terhadap air. Si Jago Merah merambat dengan cepat, melumatkan apapun yang ada di dekatnya. Dilaporkan, tujuh orang mengalami luka bakar, termasuk di antaranya lima orang petugas pemadam kebakaran.

Api yang mulai merembet ke New York ini setidaknya menyebabkan lebih dari 60 keluarga kehilangan tempat tinggal. Tercatat, total 161 orang warga saat ini terpaksa harus tinggal di tempat penampungan sementara yang didirikan oleh Palang Merah Internasional (PMI).

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Amerika Serika benar-benar sedang berkeringat. Teknologi dan berbagai fasilitas teknologi yang membuat mereka jadi negara adidaya, faktanya tak mampu melawan kobaran Si Jago Merah. Entah berapa banyak peralatan dan petugas yang mereka terjunkan, tapi kebakaran terus saja membesar.

Menurut cerita Yanis, ada yang cukup aneh dalam fenomena kebakaran di Amerika. Fenomena aneh ini bahkan bisa dilihat kasat mata dari banyak foto dan video yang beredar di media sosial. Contoh misalnya seperti di Apartment Bronx, posisi api itu berada di atap gedung, di bagian atas. Antara gedung yang satu dengan gedung yang lain ada jarak, seharusnya di ruang jarak itulah para pemadam kebakaran mendapatkan kesempatan untuk mengendalikan api. Tapi, si api itu seperti melompat dari atap gedung yang satu ke atap di terdekat.

“Bagian bawah apalagi lantai, masih bisa dilalui petugas kebakaran. Tapi semua atap gedung terbakar, padahal antar gedung itu ada jarak. Di sini juga banyak tempat penampungan sementara. Mirip di Gaza, Tapi ini bukan karena perang,” terang Yanis di ujung voice note yang ia kirim ke redaksi Lintas Priangan. (Lintas Priangan)

Kesempatan Magang di Telkom, Siapa Mau?

0

lintaspriangan.com, LOWONGAN KERJA. Salah satu Badan Usaha Milik Negara atau BUMN paling populer di Indonesia, yakni PT. TELKOM INDONESIA (persero), saat ini sedang membuka lowongan kerja magang. Kesempatan ini merupakan pintu karir yang sangat menjanjikan. Selain mendapat honorarium yang memuaskan, karyawan magang juga akan mendapatkan bimbingan langsung dari para ahli di lingkungan PT. Telkom. Ibarat kita sekolah, dapat ilmu dari para praktisi berpengalaman yang keren, tapi kita dibayar.

Formasi atau role yang bisa diisi oleh karyawan magang ini juga banyak, tersebar di 39 departemen yang ada di PT. Telkom Indonesia. Dan, dii formasi apapun, para trainee (karyawan magang) akan mendapatkan pelatihan berbagai bidang yang sangat dibutuhkan di perusahaan modern. Beberapa materi pelatihan tersebut antara lain: pengembangan diri (self growth), pelatihan komunikasi efektif (communication), perencanaan karir (career planning), cybersecurity, cloud, AI (artificial intelligence), dan B2B (business-to-business). Tidak hanya teori, materi ini akan diberikan bersamaan dengan praktik kerja.

Program magang di Telkom ini bernama Telkom Digital Class Intern 2025. Program ini terbuka untuk para sarjana yang baru lulus atau fresh graduate, dari berbagai program studi. Untuk Anda yang berminat, Anda harus segera mendaftar karena kesempatan emas ini hanya dibuka hingga 16 Januari 2025.

Caranya bagaimana? Agar bisa mendaftar program magang di Telkom, calon karyawan magang harus mendaftarkan diri dulu di aplikasi Magenta. Aplikasi berbasis website ini adalah aplikasi milik Kementerian BUMN, yang dibuat khusus untuk penerimaan jalur magang di berbagai BUMN yang ada di Indonesia. Magenta merupakan singkatan dari Magang Generasi Bertalenta.

Jika sudah memiliki akun Magenta, pastikan Anda mengisi semua data dengan benar, dan menyelesaikan beberapa pertanyaan tentang AKHLAK. Apa itu AKHLAK? Silahkan cari di Google. Untuk Anda yang berminat mendaftar, buka website Magenta melalui link https://magenta.bumn.go.id/.

Sebagai informasi tambahan, PT. TELKOM INDONESIA (Persero) Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang bergerak di bidang layanan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk tentunya telekomunikasi digital di Indonesia. (Lintas Priangan)

Banjir Rob di Subang, Petani Rugi Ratusan Juta

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Curah hujan yang tinggi memicu terjadinya banjir rob di Subang, Sabtu (11/01/2025). Ratusan rumah dan hektaran sawah serta ladang, saat ini dalam kondisi terendam air. Dipastikan, para petani mengalami kerugian materil hingga ratusan juta rupiah.

Selain ladang, tak kurang dari 50 hektar tambak juga menjadi sasaran banjir rob di Subang. Padahal, tambak tersebut belum lama ditanami benih oleh petani setempat. Mayoritas benih yang ditanam di puluhan hektar tambak tersebut adalah udang bago dan ikan bandeng.

Warga terdampak banjir rob di Subang saat ini sangat berharap bantuan dari pemerintah, terumama bantuan sembako dan bantuan modal karena mereka mengalami kerugian besar. Mereka juga berharap, ke depannya, banjir rob ini bisa ditantisipasi, mengingat bencana ini sudah berulang kali terjadi. Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang sudah meminta warga yang rumahnya terdampak banjir rob untuk segera mengungsi. (Lintas Priangan)