lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Peristiwa mencekam terjadi di Kota Tasikmalaya. Seorang pedagang bakso bernama Sutarno diduga diculik sekelompok remaja setelah insiden senggolan saat melayani pembeli.
Istri korban, Winarti, mengungkap kronologi kejadian dengan suara bergetar. Peristiwa bermula saat azan Magrib berkumandang, ketika Sutarno tengah sibuk melayani pelanggan. Saat itu, sepasang pria dan wanita datang membeli bakso.
“Seorang perempuan dan laki-laki datang membeli. Tanpa sengaja terjadi senggolan. Perempuan itu marah, lalu pria yang bersamanya ikut terpancing emosi,” ujar Winarti di lokasi kejadian
Pasangan tersebut kemudian pergi. Namun, situasi berubah beberapa jam kemudian. Sekitar waktu Isya, sekelompok remaja datang menggunakan beberapa sepeda motor dan langsung mendatangi warung bakso milik korban.
Tanpa banyak bicara, mereka diduga melakukan penganiayaan terhadap Sutarno. Aksi tersebut disaksikan oleh dua anak korban yang masih berusia 16 dan 10 tahun.
“Dipukul, kepalanya dibenturkan ke gerobak, lalu ditendang hingga lemas,” kata Winarti.
Tidak berhenti di situ, para pelaku kemudian membawa paksa Sutarno. Seorang keponakan korban berusia sekitar 25 tahun juga turut dibawa oleh kelompok tersebut.
Baca Juga : Retribusi Pasar Cikurubuk Naik Gila Gilaan 800 Ruko Jadi Kuburan
Peristiwa itu membuat warga sekitar terkejut. Aksi berlangsung cepat sebelum para pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi. Personel dari Polsek Cihideung bersama jajaran Polresta Tasikmalaya melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pencarian terhadap korban dan memburu para pelaku.
Keluarga berharap Sutarno dan keponakannya dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Ini tindakan main hakim sendiri. Anak-anak yang masih belia berani menculik dan menganiaya warga. Kami minta pelaku segera ditangkap, diadili, dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas pihak keluarga (DH)

