Retribusi Pasar Cikurubuk Naik Gila-Gilaan, 800 Ruko Jadi Kuburan

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Kondisi Pasar Induk Cikurubuk kian memprihatinkan. Kenaikan tarif retribusi yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) dinilai memberatkan pedagang hingga memicu eksodus besar-besaran.

Sedikitnya 800 ruko dilaporkan kosong, terutama di kawasan jongko pakaian, sandal, dan produk fesyen. Banyak pedagang memilih meninggalkan lapaknya karena tidak mampu bertahan di tengah beban biaya yang meningkat dan sepinya pembeli.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (Hipatas), H. Ahmad Jahid, SH, menyebut kondisi pasar saat ini sudah di ambang krisis.

“Kondisi pasar tidak nyaman, konsumen enggan datang. Ruko kosong karena pedagang menyerah. Kalau dipaksa bayar retribusi yang naik, ini bukan lagi soal untung-rugi, tapi soal hidup mati keluarga pedagang,” ujar Jahid, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan penurunan aktivitas ekonomi yang drastis. Hingga menjelang siang, banyak pedagang belum mendapatkan pembeli.

“Jam 11 siang saja belum ada transaksi. Ini bukan lagi mengkhawatirkan, tapi sudah menyedihkan,” katanya.

H. Ahmad menilai kebijakan kenaikan retribusi justru berbanding terbalik dengan kondisi riil pasar. Di saat daya beli melemah dan pengunjung berkurang, tarif retribusi justru dinaikkan signifikan.

“Pasar sedang sekarat, tapi retribusi malah dinaikkan hingga 80 persen. Ini jelas mencekik pedagang kecil,” tegasnya.

Ia juga mengkritik Pemerintah Kota Tasikmalaya yang dinilai tidak maksimal dalam menghidupkan kembali aktivitas pasar. Minimnya upaya penataan dan peningkatan kenyamanan membuat pembeli enggan datang.

H. Ahmad mengaku Hipatas telah berulang kali melakukan audiensi dengan DPRD, pemerintah kota, dan dinas terkait. Namun hingga kini belum ada solusi konkret.

“Kami sudah berkali-kali menyampaikan aspirasi. Sekarang kami kembali melayangkan surat audiensi ke DPRD. Harapannya ada tindak lanjut,” ujarnya.

Pedagang menuntut agar tarif retribusi dikaji ulang dan dikembalikan ke skema sebelumnya yang dianggap lebih realistis.

“Kalau tarif lama, pedagang siap bayar. Tapi kalau seperti sekarang, kami benar-benar tercekik,” katanya.

Baca Juga : Kelangkaan Minyak Kita di Ciamis DKUKMP Ungkap Penyebab

Selain itu, H. Ahmad juga menyoroti proses penyusunan Perda yang dinilai tidak melibatkan pedagang sebagai pihak terdampak langsung.

“Penyusunan Perda ini terkesan sepihak. Pedagang tidak diajak berdiskusi. Padahal fasilitas umum dan sosial saja belum sepenuhnya diserahkan, tapi tarif sudah dinaikkan,” ucapnya.

Kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi keberlangsungan Pasar Cikurubuk sebagai salah satu pusat ekonomi rakyat di Tasikmalaya. Tanpa evaluasi kebijakan yang berpihak, bukan tidak mungkin pasar akan semakin ditinggalkan.(DH)

PRIANGAN TIMUR

Aksi Kader HMI Tasikmalaya Protes Kepengurusan Mandek

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Empat bulan setelah masa kepengurusan seharusnya...

Besok Tugu Koperasi Tasikmalaya Memulai Babak Baru, Apa yang Berubah?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tugu Koperasi Tasikmalaya akan memasuki babak baru...

Tiga Lowongan Kerja Ciamis Terbaru, Kurir hingga Customer Service

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Tiga lowongan kerja Ciamis masih membuka jalur lamaran...

Dua Juara Seri Triple Crown Tak Masuk Final Indonesia Derby Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Indonesia Derby Pangandaran 2026 menyimpan situasi tak biasa....

4 Kawasan Ini Pernah Jadi Pusat Kabupaten Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabupaten Tasikmalaya mencapai usia 394 tahun pada...

JAWA BARAT

Videotron Maut Majalengka Sudah Goyang 32 Jam, Penanganan Lambat?

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Tragedi Videotron Maut Majalengka di Bundaran Cigasong...

Berani Lumpuhkan Begal? Dedi Mulyadi Siapkan Sayembara Begal Jabar Hadiah hingga Rp50 Juta

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan...

Klinik Berobat Unik di Cianjur, Pasien Tetap Dilayani Meski Tak Punya Uang

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Di tengah biaya pelayanan kesehatan yang...

Come See Mie Fest 2026 Bandung Hadirkan Barasuara hingga J-Rocks

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Come See Mie Fest 2026 memasuki hari...

Waspada, Prakiraan Angin Kencang di Jawa Barat Mulai Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasukkan Jawa...

Ini Pesan Kiai Sumedang untuk Presiden Prabowo

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Kiai asal Sumedang, KH Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir...

Kebakaran di Sukabumi, 3 Anak Meninggal Dunia

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Kebakaran di Sukabumi menewaskan tiga anak kakak-beradik di...

Pencarian Berakhir Duka, Korban Tenggelam di Waduk Jatiluhur Ditemukan Meninggal Dunia

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Operasi pencarian terhadap seorang pemuda yang...
spot_img

Olahraga

Popular Categories

spot_imgspot_img