lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, resmi menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 259 atlet serta 184 pelatih dan manajer kontingen Laskar Singa Galuh, Sabtu (13/6/2026).
Selain jaminan sosial, Bupati juga menyerahkan dana stimulan pembinaan untuk menunjang kebutuhan latihan selama enam bulan ke depan. Penyerahan dilakukan di halaman Kantor KONI Kabupaten Tasikmalaya.
Kegiatan tersebut disaksikan Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya R. Erry Purwanto, jajaran pengurus cabang olahraga, serta ratusan atlet yang baru menyelesaikan tes fisik perdana sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov Jawa Barat 2026.
Perlindungan untuk Pejuang Olahraga Tasikmalaya
Cecep menegaskan, pemberian BPJS Ketenagakerjaan dan dana stimulan merupakan bentuk komitmen Pemkab Tasikmalaya dalam melindungi sekaligus memotivasi para pejuang olahraga daerah.
Menurutnya, atlet, pelatih, dan manajer adalah bagian penting dari perjuangan mengharumkan nama Kabupaten Tasikmalaya di arena olahraga Jawa Barat.
“Para atlet dan pelatih adalah garda terdepan yang mengharumkan nama Tasikmalaya. Negara harus hadir melindungi mereka saat latihan, bertanding, dan saat risiko cedera mengintai,” ujar Cecep.
Melalui BPJS Ketenagakerjaan, para atlet dan tim manajemen mendapatkan perlindungan dari risiko yang mungkin terjadi selama proses latihan maupun pertandingan. Perlindungan tersebut dinilai penting, mengingat persiapan menuju Porprov menuntut intensitas latihan yang tinggi.
“Intensitas latihan Porprov sangat tinggi. Risiko cedera tidak bisa dihindari. Karena itu, perlindungan bagi atlet harus disiapkan dengan serius,” kata Cecep.
Dana Stimulan untuk Enam Bulan Latihan
Selain BPJS Ketenagakerjaan, Pemkab Tasikmalaya juga menyalurkan dana stimulan pembinaan yang akan digunakan selama enam bulan ke depan.
Dana tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan latihan, mulai dari makan, transportasi, sewa lapangan, perlengkapan latihan, hingga kebutuhan nutrisi atlet selama menjalani pemusatan latihan.
Cecep menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin para atlet terbebani urusan biaya saat sedang fokus mempersiapkan diri menghadapi Porprov Jawa Barat 2026.
“Kami tidak ingin atlet berpikir soal biaya saat fokus latihan. Konsentrasi penuh harus dicurahkan untuk prestasi terbaik di Porprov 2026,” tegasnya.
Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya, R. Erry Purwanto, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Tasikmalaya terhadap pembinaan olahraga daerah.
Menurut Erry, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan dana stimulan tersebut menjadi suntikan semangat besar bagi 259 atlet dari 39 cabang olahraga, serta 184 pelatih dan manajer yang telah terverifikasi.
“Ini bukti bahwa pembinaan olahraga di Tasikmalaya tidak hanya bicara target medali, tetapi juga kesejahteraan atlet. Dengan perlindungan BPJS dan dana stimulan enam bulan, kami optimis intensitas latihan terjaga dan prestasi meningkat,” ujar Erry.
Total penerima manfaat dalam program ini mencapai 443 orang. Jumlah tersebut naik sekitar 30 persen dibandingkan Porprov sebelumnya. Seluruh atlet yang dipersiapkan merupakan hasil pembinaan lokal tanpa menggunakan atlet impor.
KONI Kabupaten Tasikmalaya juga mencatat sejumlah capaian penting dalam persiapan kali ini. Cabang olahraga sepak bola kembali lolos ke Porprov setelah absen sekitar tiga dekade. Futsal juga berhasil mengamankan tiket untuk tampil di ajang olahraga terbesar tingkat Jawa Barat tersebut.
Cecep meminta setiap organisasi perangkat daerah ikut terlibat dalam pembinaan olahraga melalui pola bapak asuh cabang olahraga.
“Bantu pantau latihan. Bantu penuhi kebutuhan dasar atlet,” pesannya.
Penyerahan BPJS Ketenagakerjaan dan dana stimulan tersebut menjadi bagian dari 13 program prioritas Pemkab Tasikmalaya di bidang olahraga. Pemkab juga menyiapkan pembangunan stadion sepak bola berstandar internasional di Cipatujah serta kolam renang internasional.
Suasana penyerahan berlangsung hangat. Sejumlah atlet muda tampak bangga saat menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan secara langsung dari Bupati Tasikmalaya.
“Kami merasa dihargai. Sekarang ada BPJS dan uang pembinaan. Kami bisa lebih fokus mengejar medali untuk Tasikmalaya,” ujar salah seorang atlet cabang atletik. (DH/AS)

