lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Persib vs Arema akan menjadi panggung pertama Igor Tolic sebagai pelatih kepala Maung Bandung. Kedua tim bertemu pada pertandingan pembuka Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 19.30 WIB.
Pertandingan ini langsung menghadapkan Tolic dengan pemilik rekor gelar terbanyak Piala Presiden. Arema FC telah empat kali menjuarai turnamen tersebut, yakni pada 2017, 2019, 2022, dan 2024. Persib, di sisi lain, memasuki era baru setelah merebut gelar Liga Indonesia dalam tiga musim beruntun.
Persib vs Arema Menjadi Gerbang Era Igor Tolic
Igor Tolic ditunjuk sebagai pelatih kepala Persib untuk musim 2026/2027 setelah selama dua musim menjadi bagian dari staf kepelatihan Bojan Hodak. Ia turut berada di balik keberhasilan Persib merebut dua dari tiga gelar liga secara beruntun.
Penunjukan Tolic dilakukan manajemen dengan mempertimbangkan kesinambungan program dan stabilitas jangka panjang klub. Ia bukan orang baru bagi pemain, manajemen, maupun atmosfer sepak bola Bandung.
“Terima kasih karena telah memberikan saya kesempatan ini untuk melanjutkan pekerjaan di Persib,” kata Tolic setelah dipercaya mengisi posisi pelatih kepala, sebagaimana diberitakan ANTARA.
Persib vs Arema kini menjadi kesempatan pertama untuk melihat arah permainan yang dibawa Tolic. Meski berstatus turnamen pramusim, pertandingan tersebut tetap penting karena Persib sedang menyiapkan diri menghadapi jadwal kompetisi yang padat.
Selain Super League 2026/2027, Maung Bandung akan menghadapi AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship Shopee Cup. Piala Presiden menjadi ruang awal untuk menguji kedalaman skuad sebelum memasuki tiga kompetisi tersebut.
Tolic Membenahi Komunikasi dan Adaptasi Pemain Baru
Tolic tidak sekadar mengejar hasil pertandingan. Ia ingin menggunakan tiga laga fase grup sebagai ruang untuk membangun komunikasi, memadukan pemain lama dan baru, serta mengenalkan atmosfer Persib kepada para rekrutan.
“Di Piala Presiden, saya ingin tim berkembang dalam hal komunikasi,” ujar Tolic melalui laman resmi Persib, Sabtu, 18 Juli 2026.
Persib berada di Grup A bersama Arema FC, DPMM FC dari Brunei Darussalam, dan Tampines Rovers asal Singapura. Seluruh pertandingan grup tersebut akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat.
Tolic menilai ketiga pertandingan itu penting agar pemain baru memahami tekanan yang menyertai status Persib sebagai klub dengan basis pendukung besar. Turnamen tersebut juga menjadi bagian dari proses adaptasi sebelum kompetisi resmi bergulir.
Namun, proses itu langsung diuji oleh lawan dengan rekam jejak istimewa. Arema bukan juara bertahan Piala Presiden—gelar edisi 2025 diraih Port FC—tetapi klub asal Malang tersebut tetap menjadi tim tersukses sepanjang sejarah turnamen dengan empat trofi.
Arema Datang Membawa Empat Gelar dan 27 Pemain
Arema FC tiba di Bandung dengan membawa 27 pemain. Skuad yang disiapkan pelatih Marcos Santos terdiri atas empat penjaga gawang, 10 pemain bertahan, tujuh gelandang, dan enam penyerang.
Komposisi itu memadukan pemain senior, rekrutan baru, dan talenta muda. Sejumlah pemain yang pernah memperkuat Persib, termasuk Robi Darwis dan Alfeandra Dewangga, juga masuk dalam rombongan Arema.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyatakan klub tidak menempatkan gelar juara sebagai satu-satunya sasaran. Piala Presiden akan digunakan untuk mengukur kesiapan tim menjelang Super League 2026/2027.
“Pramusim bukan target utama, tapi kalau bisa ambil lagi trofinya, itu bonus,” kata Yusrinal melalui situs resmi Arema FC.
Kendati demikian, koleksi empat gelar membuat Arema tetap membawa reputasi besar ke Kabupaten Bandung. Klub tersebut menjadi juara pada 2017, 2019, 2022, dan 2024. Tidak ada klub lain yang menyamai catatan itu.
Pertemuan Persib vs Arema akhirnya mempertemukan dua kekuatan dengan modal berbeda. Persib membawa status juara liga tiga musim berturut-turut dan pelatih kepala baru. Arema datang dengan pengalaman sebagai penguasa Piala Presiden.
Bagi Tolic, pertandingan ini bukan hanya awal turnamen. Laga tersebut menjadi ujian pertama untuk memperlihatkan bagaimana Persib menjaga kesinambungan prestasi ketika kendali teknis di pinggir lapangan berpindah ke tangannya. (NS/AS)
