Meski Turun Harga, Penjualan Pupuk di Sukabumi Sepi

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Penurunan harga pupuk subsidi hingga 20 persen di Kabupaten Sukabumi ternyata belum diikuti peningkatan penjualan di tingkat kios. Sejumlah pengecer pupuk di wilayah ini mengaku, meski harga lebih murah dibanding bulan sebelumnya, minat beli petani masih rendah. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, mengapa penjualan pupuk di Sukabumi tetap sepi padahal kebijakan subsidi sudah digelontorkan pemerintah?

Berdasarkan pantauan lapangan dan keterangan berbagai sumber, harga pupuk subsidi seperti urea, NPK, dan SP-36 mengalami penyesuaian turun mulai awal Oktober 2025. Penurunan harga ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk mendukung peningkatan produksi pangan dan menjaga stabilitas pasokan di tengah perubahan iklim yang mulai memengaruhi musim tanam.

Namun, di lapangan, kios-kios pupuk justru belum merasakan lonjakan permintaan. Seorang pengecer di Kecamatan Cikembar, Dedi (43), mengaku penjualan bulan ini masih lesu.

โ€œHarga memang sudah turun, tapi petani di sini belum banyak yang membeli karena belum masuk masa tanam. Mereka masih menunggu kondisi cuaca stabil,โ€ ujarnya, Jumat (25/10/2025).

Hal senada diungkapkan Rini, pemilik kios di wilayah Cicurug. Menurutnya, pembelian pupuk subsidi baru ramai menjelang musim tanam padi sekitar akhir November hingga awal Desember.

โ€œSekarang baru sebagian kecil petani yang mulai olah lahan. Jadi stok pupuk di kios masih menumpuk,โ€ katanya.


Harga Turun 20 Persen, Distan Sukabumi Dorong Produksi Pertanian

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi memastikan bahwa penurunan harga pupuk subsidi ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk meringankan beban petani dan mendorong produktivitas pangan. Kepala Distan Sukabumi, Asep Majmudin, menjelaskan bahwa harga pupuk urea kini turun sekitar 20 persen dibandingkan periode sebelumnya.

โ€œHarga urea subsidi kini sekitar Rp115.000 per karung dari sebelumnya Rp145.000. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan daya beli petani dan mendorong mereka segera melakukan persiapan tanam,โ€ kata Asep.

Ia menambahkan, pemerintah juga tengah melakukan penyesuaian distribusi agar pupuk subsidi lebih tepat sasaran. โ€œKami memastikan distribusi pupuk berjalan lancar dan sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Tidak boleh ada kelangkaan di lapangan,โ€ ujarnya.

Meski demikian, Asep mengakui bahwa tingkat penjualan di kios memang belum meningkat signifikan karena faktor musim. โ€œMusim tanam belum serentak, jadi wajar kalau penjualan belum menggeliat. Namun nanti, menjelang musim tanam, penyerapan pasti meningkat,โ€ tambahnya.


Petani Masih Waspada, Cuaca Tak Menentu Jadi Pertimbangan

Selain faktor waktu tanam, kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi alasan banyak petani di Sukabumi menunda pembelian pupuk. Curah hujan yang belum stabil membuat sebagian besar petani enggan memulai proses pengolahan lahan.

Salah satu petani di Kecamatan Sukaraja, Hendra, mengatakan dirinya masih menunggu hujan turun secara rutin sebelum membeli pupuk.

โ€œKalau sekarang tanah masih kering di beberapa titik, belum bisa diolah. Jadi pupuk pun belum dibeli. Kami tunggu dulu cuaca pasti,โ€ tuturnya.

Bagi petani, penurunan harga pupuk tentu menjadi kabar baik. Namun, jika musim tanam belum tiba, harga murah belum banyak berpengaruh pada aktivitas di lapangan. Beberapa kios bahkan menyebut stok mereka cukup untuk satu hingga dua bulan ke depan.

Meski situasi penjualan pupuk subsidi di Sukabumi masih sepi, para pelaku usaha optimistis tren akan membaik menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah juga berencana melakukan sosialisasi intensif kepada kelompok tani agar program subsidi bisa dimanfaatkan secara maksimal.

โ€œKami dorong agar petani tidak menunda terlalu lama. Dengan harga pupuk turun, biaya tanam akan lebih ringan. Ini momentum baik untuk meningkatkan hasil produksi di musim tanam mendatang,โ€ pungkas Asep Setiawan.


Kebijakan penurunan harga pupuk subsidi di Sukabumi memang belum langsung berdampak pada peningkatan penjualan di kios, namun di sisi lain menciptakan harapan baru bagi petani jelang musim tanam. Dengan kombinasi harga yang lebih terjangkau dan dukungan distribusi yang tepat, sektor pertanian Sukabumi diharapkan kembali menggeliat dalam beberapa minggu ke depan.

๐Ÿ† Tebak Final 2026 โ€ข Masih dibuka

Kuis Piala Dunia 2026

Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

โฑ๏ธ Deadline: 2026-07-19 23:59:00 WIB ๐Ÿ›ก๏ธ Anti duplikat ๐Ÿ“Š Ranking otomatis
Gabung Channel WhatsApp Lintas Priangan
Dapatkan update berita terbaru, isu lokal penting, dan informasi pilihan langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Channel WhatsApp โžœ

Berita lainnya:

6 Jam Melawan Medan Terjal, Evakuasi Pendaki 145 Kg di Gunung Gede Pangrango

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Evakuasi pendaki 145 Kg di Gunung Gede berlangsung dramatis dan menguras tenaga puluhan relawan. Selama sekitar...

Pegawai Minimarket di Sukabumi Diduga Bundir karena Biaya Nikah

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Peristiwa tragis terjadi di sebuah minimarket di wilayah Kalibunder pada Jumat, 8 Mei 2026 pagi. Seorang...

Kejaksaan Tetapkan Kadisdukcapil sebagai Tersangka Korupsi Retribusi Wisata

Kejaksaan menetapkan Kadisdukcapil Sukabumi sebagai tersangka korupsi retribusi wisata senilai Rp466 juta. lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI - Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi...

Terbaru

Wisatawan Digigit Monyet di Pangandaran Bertambah, Dua Korban Luka dalam Sepekan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Liburan di Pantai Pasir Putih Cagar...

Pengelolaan Sampah Ciamis Berbuah Bantuan Rp15 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Prestasi di bidang kebersihan ternyata tidak...

Kodim 0612/Tasikmalaya Gembleng Karakter ASN, Tekankan Integritas dan Perekat Bangsa

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kodim 0612/Tasikmalaya Gembleng Karakter ASN Tasikmalaya,...

Polres Garut Juara Inovasi Ketahanan Pangan Polda Jabar

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Di tengah dorongan pemerintah memperkuat ketahanan...

Santunan Anak Yatim di Acara Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 Polsek Sukarame

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polsek...

Piala Dunia 2026

Kiprah Mbappe di Piala Dunia 2026, ada Rekor yang Belum Pernah Diraih Siapapun

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Ketika banyak orang masih...

Argentina vs Mesir: Panggung Besar Messi dan Salah

lintaspriangan.com,ย PIALA DUNIA 2026. Argentina vs Mesir di babak 16...

Amerika Serikat vs Belgia: Luka 2014 Dibuka Lagi

lintaspriangan.com,ย PIALA DUNIA 2026. Amerika Serikat vs Belgia di babak...

Portugal vs Spanyol: Duel 16 Besar Rasa Final

lintaspriangan.com,ย PIALA DUNIA 2026. Portugal vs Spanyol akan menjadi salah...

Hasil Brazil vs Norwegia: Takdir Tak Bisa Dilawan, Selamat Tinggal Brazil

lintaspriangan.com,ย PIALA DUNIA 2026. Hasil Brazil vs Norwegia di babak...

Daerah lainnya

Kerusakan Jembatan CBL Bekasi Disorot Lagi, Warga Swadaya Patungan Rp10 Juta

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Lebih dari satu dekade menunggu perbaikan,...

Sebanyak 15 Sekolah Rawan Bencana Cianjur , Dua SD Direlokasi

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR โ€“ Bel berbunyi, siswa masuk kelas,...

KDM Hukum Om Zein: Bangun 10 Rumah Janda!

lintaspriangan.com,ย BERITAย PURWAKARTA.ย KDM hukum Om Zein dengan cara yang tidak biasa....

Perda Pariwisata Bekasi Direvisi, Larangan Hiburan Malam Jadi Longgar

lintaspriangan.com,ย BERITA BEKASI.ย Isu revisi Peraturan Daerah tentang kepariwisataan di Kabupaten...

Perspektif

Popular Categories