lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR – Bel berbunyi, siswa masuk kelas, guru mulai mengajar. Namun di sejumlah sekolah di Kabupaten Cianjur, proses belajar itu dibayangi ancaman yang tak terlihat. Retakan tanah, pergerakan lereng, hingga potensi longsor membuat aktivitas pendidikan berlangsung dalam situasi penuh kewaspadaan. Kondisi itulah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Cianjur mengambil langkah tegas. Dari hasil pendataan terbaru, 15 sekolah rawan bencana Cianjur kini masuk zona merah, bahkan dua sekolah dasar dipastikan akan direlokasi demi keselamatan ratusan siswa dan tenaga pendidik.
Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang berada di kawasan rawan longsor dan pergerakan tanah, terutama di wilayah selatan Kabupaten Cianjur yang dalam beberapa tahun terakhir kerap dilanda bencana.
Dua Sekolah Tak Lagi Dinilai Aman
Di antara 15 sekolah yang masuk kategori rawan, dua sekolah dasar menjadi prioritas utama untuk dipindahkan.
Keduanya berada di Kecamatan Campaka dan Kecamatan Takokak, wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana geologi cukup tinggi.
Salah satunya adalah SDN Karya Mukti di Kecamatan Campaka. Sekolah tersebut sebenarnya telah beberapa kali mendapatkan perbaikan bangunan. Namun, kondisi tanah yang terus bergerak membuat upaya rehabilitasi dinilai tidak lagi cukup menjamin keselamatan warga sekolah.
Pemerintah akhirnya memilih relokasi sebagai solusi jangka panjang dibanding terus memperbaiki bangunan di lokasi yang sama.
Masih Ada 13 Sekolah Lain Menunggu Evaluasi
Relokasi dua sekolah bukan berarti persoalan selesai.
Pemerintah Kabupaten Cianjur masih melakukan verifikasi terhadap belasan sekolah lain yang berada di kawasan rawan bencana.
Sebagian besar tersebar di Kecamatan Campaka, Kadupandak, dan Takokak, daerah yang dikenal memiliki kontur perbukitan dengan risiko longsor cukup tinggi, terutama saat musim hujan.
Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menentukan apakah sekolah-sekolah lain juga perlu dipindahkan atau cukup dilakukan penguatan bangunan dan mitigasi bencana.
Keselamatan Siswa Jadi Prioritas
Pemerintah menegaskan keputusan relokasi bukan semata memindahkan gedung sekolah.
Yang menjadi pertimbangan utama adalah keselamatan peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung tanpa rasa khawatir.
Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan sejumlah alternatif lokasi baru, termasuk memanfaatkan aset pemerintah maupun tanah kas desa yang dinilai lebih aman dari ancaman bencana.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan sekolah baru sehingga kegiatan belajar tidak terganggu dalam jangka panjang.
Ancaman Bencana Masih Mengintai
Kabupaten Cianjur merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki tingkat kerawanan bencana geologi cukup tinggi.
Selain longsor, sejumlah wilayah juga kerap mengalami pergerakan tanah yang mengancam permukiman, jalan, hingga fasilitas umum, termasuk sekolah.
Kondisi geografis itu membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan lokasi pembangunan fasilitas pendidikan agar risiko terhadap keselamatan siswa dapat diminimalkan.
Mitigasi Jadi Investasi Masa Depan Pendidikan
Relokasi sekolah memang membutuhkan biaya besar dan waktu yang tidak singkat.
Namun, pemerintah menilai langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi generasi muda dari ancaman bencana.
Di sisi lain, pendataan terhadap sekolah rawan bencana akan terus dilakukan agar kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan tingkat risiko di lapangan.
Harapannya, tidak ada lagi siswa yang harus belajar dengan rasa cemas karena ancaman longsor maupun pergerakan tanah yang sewaktu-waktu dapat terjadi. (HS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
