lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Liburan di Pantai Pasir Putih Cagar Alam Pangandaran yang seharusnya menjadi pengalaman menyenangkan justru berubah menjadi momen menegangkan bagi sejumlah wisatawan. Dalam sepekan terakhir, dua wisatawan digigit monyet liar saat berada di kawasan wisata tersebut. Keduanya mengalami luka di tangan hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Insiden ini menjadi peringatan bahwa satwa liar di kawasan konservasi tetap memiliki naluri alami yang tidak bisa diprediksi.
Peristiwa itu membuat petugas kembali mengingatkan wisatawan agar tidak mendekati maupun memberi makan monyet yang hidup bebas di kawasan Cagar Alam Pangandaran.
Dua Insiden Terjadi dalam Sepekan
Koordinator Lapangan Balawista Kabupaten Pangandaran, Liyano, mengatakan kedua kejadian terjadi di lokasi yang sama, yakni kawasan Pantai Pasir Putih Cagar Alam Pangandaran, namun pada waktu yang berbeda.
Korban pertama adalah Amoy, wisatawan asal Majalaya, Kabupaten Bandung. Perempuan tersebut mengalami gigitan monyet liar pada Senin (29/6/2026) saat menikmati suasana Pantai Pasir Putih.
“Akibat kejadian itu, ibu Amoy mengalami luka gigitan serius di bagian tangan kiri,” ujar Liyano, Senin (6/7/2026).
Beberapa hari kemudian, insiden serupa kembali terjadi. Kali ini korbannya seorang anak perempuan berusia 10 tahun asal Kabupaten Garut.
Peristiwa itu terjadi tidak lama setelah korban turun dari perahu yang mengantarkannya menuju kawasan Pasir Putih. Bocah tersebut mengalami luka gigitan di tangan kanan.
Langsung Dievakuasi ke Rumah Sakit
Petugas Balawista yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan kepada kedua korban.
Selanjutnya, mereka dievakuasi ke RSUD Pandega Pangandaran untuk mendapatkan penanganan medis guna mencegah risiko infeksi akibat gigitan satwa liar.
“Semua korban langsung dievakuasi petugas Balawista ke RSUD Pandega Pangandaran untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Liyano.
Respons cepat petugas membuat kondisi kedua korban dapat segera ditangani tanpa menimbulkan dampak yang lebih serius.
Diduga Monyet Terkejut atau Mencari Makanan
Menurut Liyano, perilaku agresif monyet liar diduga dipicu oleh naluri satwa yang merasa terkejut atau terbiasa mencari makanan dari wisatawan.
Kondisi tersebut kerap terjadi ketika pengunjung membawa makanan secara terbuka atau mencoba berinteraksi terlalu dekat dengan satwa.
“Kemungkinan monyetnya kaget, atau memang mengharapkan makanan dari wisatawan. Untuk itu, pengunjung jangan terlalu dekat dengan satwa liar dan jangan memberi makan monyet,” jelasnya.
Wisatawan Diminta Lebih Waspada
Balawista mengingatkan bahwa Pantai Pasir Putih merupakan bagian dari Cagar Alam Pangandaran yang menjadi habitat alami berbagai satwa liar, termasuk monyet ekor panjang.
Karena itu, wisatawan diminta memahami bahwa satwa di kawasan konservasi tidak bisa diperlakukan seperti hewan jinak.
Petugas mengimbau pengunjung menjaga jarak, tidak membawa makanan secara mencolok, serta selalu mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan wisata.
Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mengurangi potensi konflik antara manusia dan satwa liar sekaligus menjaga keamanan wisatawan maupun kelestarian habitat monyet di Cagar Alam Pangandaran. (I/HS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
