Amerika Serikat vs Belgia: Luka 2014 Dibuka Lagi

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Amerika Serikat vs Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 bukan sekadar laga perebutan tiket perempat final.

Bagi Amerika Serikat, pertandingan ini seperti membuka kembali luka lama yang tersimpan sejak Piala Dunia 2014.

Dua belas tahun lalu, Belgia menyingkirkan Amerika Serikat di babak 16 besar Piala Dunia Brasil. Laga itu berakhir 2-1 untuk Belgia setelah perpanjangan waktu, meski kiper Amerika Serikat, Tim Howard, tampil luar biasa dengan belasan penyelamatan yang membuat laga tersebut terus dikenang. Reuters menyebut duel 2026 ini membawa gema kuat dari pertemuan 2014 tersebut.

Kini, Amerika Serikat mendapat kesempatan membalas cerita pahit itu di rumah sendiri. Laga Amerika Serikat vs Belgia dijadwalkan berlangsung di Seattle pada Senin malam waktu setempat atau Selasa, 7 Juli 2026 pagi WIB. Pertandingan ini menjadi salah satu duel besar babak 16 besar karena pemenangnya akan melaju ke perempat final.

Luka 2014 yang Belum Benar-benar Hilang

Luka 2014 terasa makin kuat karena Belgia saat itu bukan hanya menang, tetapi menang setelah membuat Amerika Serikat bertahan habis-habisan.

Tim Howard menjadi tokoh besar malam itu. Ia membuat Amerika Serikat tetap hidup sampai waktu normal berakhir tanpa gol. Namun pada perpanjangan waktu, Belgia akhirnya menemukan jalan lewat Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku. Amerika Serikat sempat memperkecil skor, tetapi gagal menyamakan kedudukan.

Yang menarik, beberapa wajah besar Belgia dari era itu masih terasa dalam cerita 2026. Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Thibaut Courtois masih menjadi bagian penting dari Belgia yang membawa pengalaman besar di panggung dunia. Reuters menyebut Belgia masih dipimpin nama-nama dari generasi emas mereka.

Bedanya, Amerika Serikat sekarang datang dengan generasi baru.

Mereka tidak lagi sekadar tim yang berharap bertahan selama mungkin. Mereka datang sebagai tuan rumah, didukung publik sendiri, dan membawa keyakinan yang tumbuh setelah menang 2-0 atas Bosnia-Herzegovina di babak sebelumnya. Kemenangan itu juga mengakhiri penantian 24 tahun Amerika Serikat untuk meraih kemenangan di fase gugur Piala Dunia.

Belgia Belum Sempurna, Amerika Serikat Makin Percaya

Secara nama besar, Belgia tetap menakutkan.

Namun performa mereka di Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya meyakinkan. Belgia nyaris tersingkir saat menghadapi Senegal di babak sebelumnya. Mereka tertinggal 0-2, lalu bangkit dramatis menjadi 3-2 setelah perpanjangan waktu. Reuters mencatat Belgia menang lewat dua gol telat di waktu normal dan penalti Youri Tielemans pada menit ke-125.

Bek Belgia, Timothy Castagne, bahkan mengakui timnya harus banyak memperbaiki diri. Ia menegaskan Belgia tidak bisa terus bergantung pada keajaiban menit akhir jika ingin melangkah lebih jauh. Pernyataan itu menjadi celah penting bagi Amerika Serikat.

Di sisi lain, Amerika Serikat sedang punya alasan untuk percaya diri.

Mereka mengalahkan Bosnia meski bermain dengan 10 orang lebih dari setengah jam. Folarin Balogun mencetak gol sebelum kemudian mendapat kartu merah, sementara Malik Tillman memastikan kemenangan lewat tendangan bebas. Reuters menyebut kemenangan itu juga mengakhiri rentetan buruk Amerika Serikat melawan tim Eropa.

Situasi Balogun bahkan sempat menjadi drama tersendiri. Ia awalnya diperkirakan absen melawan Belgia akibat kartu merah, tetapi laporan terbaru menyebut FIFA menangguhkan hukuman larangan bermain sehingga Balogun bisa tampil. Keputusan itu menjadi dorongan besar bagi Amerika Serikat karena Balogun sudah mencetak tiga gol di turnamen ini.

Bagi Belgia, kabar itu jelas membuat laga semakin rumit.

Bagi Amerika Serikat, itu seperti tambahan bahan bakar. Mereka sudah punya luka 2014, dukungan publik tuan rumah, momentum kemenangan, dan kini peluang menurunkan salah satu penyerang paling berbahaya mereka.

Amerika Serikat vs Belgia akhirnya bukan hanya tentang siapa lebih kuat di atas kertas.

Ini tentang apakah Amerika Serikat bisa mengubah kenangan pahit menjadi sejarah baru. Pada 2014, mereka pulang dengan kepala tegak tetapi hati terluka. Pada 2026, mereka punya kesempatan menutup luka itu di depan publik sendiri.

Belgia tentu tidak datang untuk menjadi bagian dari kisah balas luka tuan rumah. Mereka masih punya pengalaman, nama besar, dan pemain yang bisa mengubah laga dalam satu momen.

Namun kali ini, suasananya berbeda.

Amerika Serikat tidak lagi hanya bertahan dari tekanan Belgia. Mereka datang untuk menantang. Mereka datang untuk membuktikan bahwa luka 2014 tidak harus menjadi cerita yang terus diulang.

Di Seattle, luka lama itu dibuka lagi.

Bedanya, kali ini Amerika Serikat punya kesempatan untuk menulis akhir yang berbeda.

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Kapolres Tasikmalaya Tekankan Akhlak Rasulullah dalam Pelayanan Publik

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW...

SDN 1 Gerba Ciamis Terbakar, Api Muncul Saat Anak Bermain Layangan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Bangunan SDN 1 Gerba di Dusun...

Penetapan Calon Ketua KONI Banjar Dijadwalkan Hari Ini, 8 Bacalon Sebelumnya Ambil Formulir

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Tahapan pemilihan Ketua KONI Banjar periode 2026–2030...

Rektor ITG Baru Dorong Pemanfaatan AI untuk Pembelajaran dan Inovasi

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Memasuki Senin, 24 Agustus 2026, Rektor ITG periode...

Porseni Madrasah Jabar Masuki Hari Terakhir, 174 Siswa Kota Tasikmalaya Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Porseni Madrasah Jabar 2026 memasuki hari terakhir...

JAWA BARAT

Eagle Fight Championship Digelar di Cirebon 23 Agustus, 80 Petarung Dijadwalkan Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Eagle Fight Championship dijadwalkan digelar di Wahaha...

Sumedang Swimming Sprint Masuki Hari Terakhir 23 Agustus, 1.556 Atlet Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Sumedang Swimming Sprint KA IV dijadwalkan memasuki...

Pameran Alutsista Bekasi Berlanjut 23 Agustus, Panser Anoa Bisa Dilihat Warga

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pameran alutsista Bekasi masih dijadwalkan berlangsung di...

Bandung Art Month 9 Mulai 23 Agustus, Berlangsung Sebulan di Berbagai Ruang Seni

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Art Month 9 memasuki periode penyelenggaraan mulai...

Gempa M5,8 Guncang Sumur Banten, Disusul M3,8: Warga agar Waspada

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,8...

Bandung Great Sale Mulai 21 Agustus, Lebih dari 700 Pelaku Usaha Terlibat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Great Sale 2026 dijadwalkan mulai Jumat,...

Warga Perbatasan Kuningan-Cirebon Siaga Kebakaran Bentuk MPA

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Masyarakat di kawasan perbatasan Kabupaten Kuningan...

Pemuda Kabupaten Bogor Punya Usaha? Kesempatan Emas Program Inkubasi, Kuota Terbatas

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kabar baik bagi pemuda Kabupaten Bogor...

Olahraga

Popular Categories