Laga Brasil vs Norwegia Terancam Ditunda Gara-Gara Ini

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Duel Brasil vs Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 bukan hanya dibayangi nama besar Vinicius Junior dan Erling Haaland. Ada faktor lain yang ikut masuk daftar ancaman, yakni cuaca buruk di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat.

Laga Brasil vs Norwegia dijadwalkan berlangsung di New York New Jersey Stadium pada Minggu, 5 Juli 2026 pukul 16.00 waktu setempat, atau Senin, 6 Juli 2026 pukul 03.00 WIB. Namun, menjelang pertandingan, wilayah sekitar stadion masuk dalam pantauan cuaca karena hujan, badai petir, dan potensi banjir lokal.

Petir Jadi Ancaman Utama Brasil vs Norwegia

Ancaman terbesar untuk laga Brasil vs Norwegia bukan sekadar hujan. Pertandingan sepak bola masih bisa berjalan dalam kondisi lapangan basah, selama dinilai aman oleh perangkat pertandingan.

Masalahnya, cuaca di East Rutherford berpotensi disertai petir. National Weather Service atau NWS memperkirakan peluang hujan dan badai petir pada hari pertandingan. Hujan bahkan diperkirakan meningkat setelah pukul 16.00 waktu setempat, bertepatan dengan jadwal kickoff Brasil vs Norwegia. Pada malam harinya, NWS juga memperkirakan hujan dan kemungkinan badai petir, dengan sebagian badai berpotensi membawa hujan lebat.

NWS New York juga memasang Flood Watch untuk wilayah tenggara New York, timur laut New Jersey, dan selatan Connecticut. Peringatan itu berlaku mulai Minggu siang hingga Senin malam waktu setempat. Wilayah yang masuk pantauan mencakup Eastern Bergen dan Western Bergen, kawasan yang relevan dengan lokasi New York New Jersey Stadium.

Dalam peringatan tersebut, NWS menyebut hujan berulang dan badai petir dari Minggu sore hingga Senin malam dapat menghasilkan curah hujan total 2 hingga 4 inci. Dalam kondisi tertentu, intensitas hujan per jam bahkan bisa mencapai 2 inci dan berpotensi memicu banjir bandang.

Situasi inilah yang membuat laga Brasil vs Norwegia berpeluang terganggu. Bukan karena kedua tim tidak siap, melainkan karena aturan keselamatan di stadion luar ruang sangat ketat ketika petir terdeteksi di sekitar arena.

FOX 5 New York menjelaskan, petir menjadi perhatian utama dalam operasional pertandingan. Jika petir terdeteksi dalam radius sekitar 8 mil dari stadion, pertandingan dapat dihentikan sementara dan penonton diarahkan keluar dari area duduk terbuka menuju tempat yang lebih aman. Permainan baru bisa dilanjutkan setelah 30 menit berlalu tanpa sambaran petir baru di zona bahaya.

Bukan Isu Baru di Piala Dunia 2026

Risiko penundaan karena petir bukan isapan jempol. Reuters mencatat laga Perancis vs Irak di Piala Dunia 2026 sebelumnya sempat tertunda hampir dua jam akibat badai petir dan kilat saat jeda babak pertama. Dalam aturan keselamatan di Amerika Serikat, pertandingan dapat langsung dihentikan jika petir terdeteksi dalam radius sekitar 13 kilometer dari stadion. Hitungan 30 menit juga akan diulang jika ada sambaran baru.

Media Norwegia, VG, juga memberi perhatian khusus terhadap ancaman cuaca ini. VG menulis Meteorological Institute memperingatkan adanya potensi hujan deras dan petir di sekitar MetLife Stadium, East Rutherford, saat Norwegia menghadapi Brasil. Laporan itu menyebut laga bisa tertunda jika petir muncul dalam radius 13 kilometer dari arena.

VG juga menyoroti bahwa pertandingan besar seperti Brasil vs Norwegia disiapkan sangat detail. Karena itu, penundaan 30 menit, apalagi jika berulang, dapat mengganggu ritme pemain, pemanasan, dan kesiapan mental kedua tim. Dalam laga sebesar 16 besar Piala Dunia, gangguan kecil saja bisa berubah menjadi urusan besar. Sepak bola kadang kalah bukan oleh lawan, tapi oleh awan yang sedang terlalu rajin bekerja.

Dari sisi pertandingan, Brasil datang sebagai salah satu favorit kuat. FOX 5 New York menulis Brasil lolos ke babak 16 besar setelah menang 2-1 atas Jepang, sementara Norwegia menyingkirkan Pantai Gading dengan skor 2-1. Pemenang laga ini akan melaju ke perempat final dan menghadapi pemenang duel Meksiko vs Inggris.

Laga ini juga punya daya tarik besar karena mempertemukan Brasil, pemilik tradisi kuat di Piala Dunia, dengan Norwegia yang dipimpin Erling Haaland. Dalam situasi normal, fokus utama pertandingan tentu tertuju pada cara Brasil membongkar pertahanan Norwegia dan bagaimana Norwegia mencari celah lewat Haaland.

Namun, kondisi cuaca membuat cerita Brasil vs Norwegia menjadi lebih luas. Jika hujan deras hanya membuat bola lebih licin dan tempo permainan berubah, petir bisa memaksa pertandingan dihentikan sementara. Artinya, pertandingan yang dijadwalkan bergulir Senin dini hari WIB itu tetap harus menunggu keputusan perangkat pertandingan dan otoritas keselamatan di stadion.

Sampai saat ini, laga Brasil vs Norwegia masih terjadwal sesuai rencana. Namun, dengan adanya Flood Watch dari NWS dan potensi badai petir di sekitar East Rutherford, penonton dan kedua tim harus bersiap menghadapi kemungkinan penundaan. Dalam sepak bola, bola memang bundar. Tapi di New Jersey malam ini, awan juga sedang ikut menentukan arah pertandingan. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Oknum Aparat dan Ormas Diduga Bekingi Miras di Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten...

560 Liter Pertalite dan 6 Barcode Nelayan: Ada Apa di Balik Kasus SL?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA — Kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi...

BPBD Catat Kebakaran Lahan Cibenda Sekitar 1 Hektare di Dua Dusun

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat...

Agenda Budaya Ciamis: Merlawu Gandoang 28 Agustus, Nyangku Panjalu 7 September

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Agenda budaya Ciamis memasuki rangkaian berikutnya setelah...

GUNTARA dan GEMAS Digelar di Garut Hari Ini, Peserta dari 27 Daerah

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Puncak GUNTARA dan GEMAS tingkat Jawa Barat...

JAWA BARAT

Harpernas 2026, Rumah Layak Huni Indramayu Tertinggi di Jabar; 2.200 Rutilahu Ditargetkan Dibedah

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Peringatan Hari Perumahan Nasional (Harpernas), Selasa, 25 Agustus...

Perubahan RKPD Purwakarta 2026 Berlaku, Jadi Acuan Penyusunan APBD Perubahan

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA.  Perubahan RKPD Purwakarta 2026 tercatat sebagai salah...

Eagle Fight Championship Digelar di Cirebon 23 Agustus, 80 Petarung Dijadwalkan Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Eagle Fight Championship dijadwalkan digelar di Wahaha...

Sumedang Swimming Sprint Masuki Hari Terakhir 23 Agustus, 1.556 Atlet Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Sumedang Swimming Sprint KA IV dijadwalkan memasuki...

Pameran Alutsista Bekasi Berlanjut 23 Agustus, Panser Anoa Bisa Dilihat Warga

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pameran alutsista Bekasi masih dijadwalkan berlangsung di...

Bandung Art Month 9 Mulai 23 Agustus, Berlangsung Sebulan di Berbagai Ruang Seni

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Art Month 9 memasuki periode penyelenggaraan mulai...

Gempa M5,8 Guncang Sumur Banten, Disusul M3,8: Warga agar Waspada

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,8...

Bandung Great Sale Mulai 21 Agustus, Lebih dari 700 Pelaku Usaha Terlibat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Great Sale 2026 dijadwalkan mulai Jumat,...

Olahraga

Popular Categories