Daerah Lain Ngos-ngosan, Pajak Subang Naik Rp72 Miliar

lintaspriangan.comBERITA SUBANG. Di saat sejumlah daerah di Jawa Barat harus mengencangkan ikat pinggang karena tekanan anggaran, Kabupaten Subang justru menunjukkan kabar berbeda dari sektor pendapatan. Penerimaan pajak daerah Subang hingga Triwulan II 2026 menembus sekitar Rp295 miliar. Angka ini naik sekitar Rp72 miliar dibanding periode yang sama tahun 2025 yang berada di kisaran Rp223 miliar.

Kenaikan itu membuat Subang terlihat lebih percaya diri memasuki pertengahan tahun anggaran. Apalagi, capaian pajak daerah tersebut disebut sudah berada di kisaran 52 persen dari target. Artinya, baru setengah jalan, mesin pendapatan daerah Subang sudah bekerja cukup kencang. Di daerah lain, istilah “kejar target” kadang terasa seperti lari pagi sambil bawa galon. Di Subang, setidaknya sampai Triwulan II, napas fiskalnya tampak lebih panjang.

BPHTB dan PBB Jadi Mesin Utama Pajak Subang

Kepala Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda Kabupaten Subang, Yeni Nuraeni, menyebut penerimaan dari seluruh jenis pajak daerah pada Triwulan II tahun anggaran 2026 sudah mencapai sekitar Rp295 miliar. Menurut dia, penyumbang terbesar berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB serta Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB.

Untuk sektor PBB saja, realisasinya dilaporkan sudah menyentuh sekitar Rp55 miliar pada semester pertama 2026. Sementara jika dibandingkan dengan Triwulan II 2025, penerimaan pajak daerah Subang tahun ini naik sekitar Rp72 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, capaian pajak daerah Subang masih berada di kisaran Rp223 miliar.

Kenaikan ini penting dibaca sebagai sinyal bahwa potensi pajak daerah Subang sedang bergerak. BPHTB biasanya berkaitan dengan aktivitas peralihan hak atas tanah dan bangunan. Sementara PBB-P2 sangat terkait dengan basis objek pajak, pendataan, kepatuhan pembayaran, serta efektivitas penagihan di wilayah desa dan kelurahan.

Bapenda Subang juga disebut melakukan pemutakhiran data, terutama untuk sektor PBB. Langkah ini mencakup penilaian ulang dan penyesuaian terhadap objek pajak yang mengalami perubahan status, termasuk dari perorangan menjadi perusahaan. Dengan kata lain, kenaikan pajak bukan hanya soal warga atau pelaku usaha membayar lebih banyak, tetapi juga soal data yang lebih rapi dan potensi lama yang mulai ditarik ke permukaan.

Secara kelembagaan, Bapenda Subang memang memiliki fungsi merumuskan kebijakan teknis bidang pendapatan daerah, menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pendapatan, serta melakukan pembinaan dan pelaksanaan kegiatan di bidang pendapatan daerah. Fungsi ini tercantum dalam laman resmi Pemerintah Kabupaten Subang.

Saat Fiskal Daerah Lain Tertekan, Subang Melesat

Capaian pajak Subang menjadi lebih menarik karena muncul ketika sejumlah daerah menghadapi tekanan fiskal. Bapenda Jawa Barat pernah memuat gambaran bahwa tahun 2026 menjadi tantangan bagi pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di Jawa Barat akibat berkurangnya transfer dari pemerintah pusat. Dalam catatan itu, APBD Jawa Barat disebut turun dari rencana sekitar Rp31,1 triliun menjadi sekitar Rp28,3 triliun.

Tekanan itu juga terasa di sejumlah daerah. Kabupaten Bandung Barat disebut memangkas anggaran Rp300 miliar, Kabupaten Cianjur mengalami pengurangan Rp339 miliar, sementara Kota Cimahi menghadapi penurunan transfer 23,6 persen atau sekitar Rp238 miliar. Kondisi tersebut membuat banyak daerah harus melakukan efisiensi belanja, memangkas kegiatan, dan menata ulang prioritas.

Dalam situasi seperti itu, kenaikan pajak Subang sebesar Rp72 miliar menjadi anomali positif. Bukan berarti Subang sudah bebas dari pekerjaan rumah. Namun, capaian ini memberi ruang fiskal lebih baik bagi pemerintah daerah untuk membiayai pelayanan publik, pembangunan, dan program prioritas.

Pendapatan Asli Daerah atau PAD sendiri merupakan pendapatan yang diperoleh daerah berdasarkan peraturan daerah. Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menjelaskan, PAD bertujuan memberi kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mendanai pelaksanaan otonomi daerah sesuai potensi daerah. Sumber PAD antara lain pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.

Karena itu, kenaikan pajak daerah Subang tidak bisa dilihat sebagai angka kas semata. Di balik angka Rp295 miliar, ada ukuran kemampuan daerah membaca potensi, memperbaiki basis data, menagih secara lebih efektif, dan menggerakkan kepatuhan wajib pajak.

PAD Subang Juga Ikut Naik

Selain pajak daerah, realisasi PAD Subang secara keseluruhan juga menunjukkan kenaikan. Hingga Triwulan II 2026, PAD Subang disebut mencapai sekitar Rp433 miliar. Angka itu naik sekitar Rp31 miliar dibanding periode yang sama tahun 2025 yang berada di kisaran Rp402 miliar.

Kenaikan PAD ini memperkuat gambaran bahwa Subang sedang berusaha memperbesar ruang kemandirian fiskal. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Subang juga sudah menegaskan komitmen penguatan PAD 2026 melalui strategi intensifikasi di seluruh lini perangkat daerah. Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi meminta Bapenda menyusun langkah konkret untuk menutup kekurangan anggaran dengan tetap menjunjung akuntabilitas dan transparansi.

Bupati juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap kecamatan dan desa yang capaian PBB-nya masih di bawah 50 persen. Ia meminta adanya pembinaan dan pendekatan intensif kepada lurah, kepala desa, serta perangkat wilayah agar realisasi pajak bisa meningkat signifikan.

Namun, capaian yang tinggi tetap harus dibaca dengan kacamata publik. Semakin besar pajak yang masuk, semakin besar pula harapan warga agar manfaatnya terasa. Pajak yang naik harus berbanding lurus dengan pelayanan yang membaik, infrastruktur yang lebih terawat, birokrasi yang lebih mudah, dan transparansi anggaran yang lebih kuat.

Subang boleh bangga karena pajak daerahnya melesat pada pertengahan tahun. Tetapi ujian sebenarnya bukan hanya seberapa besar uang masuk ke kas daerah. Ujian berikutnya adalah bagaimana uang itu kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan yang lebih nyata.

Kenaikan Rp72 miliar menjadi kabar baik. Sekarang, warga tinggal menunggu kabar berikutnya: jalan lebih baik, layanan publik lebih cepat, dan pembangunan yang benar-benar terasa sampai bawah. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Kebakaran Purbaratu Dilaporkan Melanda Rumah Warga, Penyebab Masih Dugaan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kebakaran Purbaratu dilaporkan melanda sebuah rumah di...

Gempa Pangandaran M4,2 Terasa di Ciamis dan Sejumlah Wilayah

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Gempa Pangandaran berkekuatan magnitudo 4,2 terjadi pada...

Rahasia Wawangi Situ Gede, Sendratari Budaya Tasikmalaya Siap Bawa Legenda ke Panggung

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kisah legenda dan kekayaan budaya lokal...

Pilkades Ciamis 2026 Pakai Sistem Digital, 72 TPS Disiapkan Perangkat Khusus

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak...

Viral Dangdutan di Masjid Ciamis, Kadus Akui Salah dan Minta Maaf

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pagelaran hiburan dalam rangka memeriahkan HUT...

JAWA BARAT

Bandung Great Sale Mulai 21 Agustus, Lebih dari 700 Pelaku Usaha Terlibat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Great Sale 2026 dijadwalkan mulai Jumat,...

Warga Perbatasan Kuningan-Cirebon Siaga Kebakaran Bentuk MPA

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Masyarakat di kawasan perbatasan Kabupaten Kuningan...

Pemuda Kabupaten Bogor Punya Usaha? Kesempatan Emas Program Inkubasi, Kuota Terbatas

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kabar baik bagi pemuda Kabupaten Bogor...

12 Daerah Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis Jabar hingga 20 Agustus

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menempatkan 12...

Rahasia Wawangi Situ Gede Pentas di Taman Budaya Jabar Sore Ini

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pementasan Rahasia Wawangi Situ Gede dari Kota Tasikmalaya...

Hari Jadi Jawa Barat ke-81, DPRD Gelar Paripurna Malam Ini di Gedung Sate

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hari Jadi Jawa Barat ke-81 diperingati Rabu,...

Citilink Bandung Balikpapan Dijadwalkan Mulai Terbang 18 Agustus dari Husein

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penerbangan langsung Citilink Bandung Balikpapan dijadwalkan mulai...

HUT ke-81 RI, Keliling Bandung Naik Bandros Cuma Rp81

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Peringatan HUT ke-81 RI di Kota...

Olahraga

Popular Categories