Air Bersih Bandung Terancam, 13 Kecamatan Jadi Alarm Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Ancaman terhadap air bersih Bandung mulai menjadi perhatian serius memasuki musim kemarau 2026. BPBD Kota Bandung memetakan sedikitnya 13 kecamatan dan 20 kelurahan yang berpotensi terdampak kekurangan air bersih selama musim kemarau.

Pemetaan ini menjadi alarm awal bagi Kota Bandung. Sebab, ancaman kekurangan air bersih tidak hanya berkaitan dengan hujan yang berkurang, tetapi juga menyentuh persoalan layanan dasar, sumber air baku, dan kesiapan distribusi ketika debit air mulai turun.

13 Kecamatan Masuk Peta Rawan BPBD Kota Bandung

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala, menyebut wilayah rawan tersebut tidak mencakup seluruh kelurahan di setiap kecamatan. Artinya, peta kerawanan ini menunjuk titik-titik tertentu yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap kekurangan air bersih.

Adapun 13 kecamatan yang masuk peta rawan tersebut meliputi Ujungberung, Sukajadi, Panyileukan, Coblong, Cinambo, Cicendo, Cibiru, Cibeunying Kidul, Bojongloa Kaler, Batununggal, Babakan Ciparay, Antapani, dan Andir.

BPBD Kota Bandung mengimbau masyarakat mulai menggunakan air secara bijak. Penghematan air dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pasokan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dari biasanya. Ini penting karena kekeringan sering kali tidak datang seperti tamu kondangan yang bawa undangan; tahu-tahu keran sudah batuk-batuk.

Peringatan ini selaras dengan prediksi BMKG. Dalam siaran pers 10 Juni 2026, BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada periode Juli hingga September 2026. Untuk Agustus 2026, puncak kemarau diprediksi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk sebagian besar Pulau Jawa.

BMKG juga menyebut musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan lebih panjang dibanding rata-rata normalnya. Kondisi ini membuat pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan, termasuk dalam menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat.

Bukan Sekadar Kemarau, Bandung Masih Bergantung Air Baku Luar Daerah

Persoalan air bersih Bandung tidak berhenti pada peta 13 kecamatan rawan. Pemerintah Kota Bandung sebelumnya menyatakan cakupan layanan air perpipaan saat ini baru sekitar 38 persen dan ditargetkan naik bertahap menjadi 40 persen.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut peningkatan layanan tidak bisa langsung melonjak karena Kota Bandung tidak memiliki sumber air baku sendiri yang memadai. Menurutnya, Kota Bandung masih membeli air dari provinsi dan kabupaten.

Kondisi itu membuat ancaman kemarau menjadi lebih serius. Ketika sumber air baku menurun, wilayah yang belum terlayani optimal jaringan perpipaan berpotensi lebih cepat merasakan tekanan. Dalam situasi seperti ini, distribusi tangki air bersih menjadi penting, tetapi tetap bersifat respons darurat, bukan solusi utama jangka panjang.

Pemkot Bandung juga tengah melanjutkan pembahasan investasi penyediaan air baku dari Waduk Saguling dan Cirata. Proyek tersebut dirancang untuk memasok air baku hingga 3.500 liter per detik ke Kota Bandung. Namun, pembahasan masih menghadapi kendala teknis, termasuk kemungkinan berkurangnya ketersediaan air saat musim kemarau.

Sebelumnya, Pemkot Bandung juga telah menyiapkan armada tangki air bersih yang akan diaktifkan untuk mendistribusikan pasokan ke kawasan terdampak kekeringan. Wali Kota Bandung menyebut salah satu dampak utama kemarau adalah berkurangnya debit air yang dapat memengaruhi distribusi melalui jaringan PDAM di sejumlah wilayah.

Karena itu, peta 13 kecamatan rawan kekurangan air bersih sebaiknya dibaca sebagai peringatan dini. Belum berarti seluruh wilayah tersebut sudah mengalami krisis, tetapi menjadi tanda bahwa pemerintah, kewilayahan, PDAM, dan warga perlu bersiap sebelum masalah membesar.

Di tengah puncak kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, isu air bersih Bandung perlu ditempatkan sebagai urusan layanan dasar. Air bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, tetapi menyangkut kesehatan, kebersihan, aktivitas ekonomi kecil, hingga kenyamanan hidup warga kota.

Bagi warga, langkah paling dekat adalah menghemat penggunaan air dan segera melapor kepada aparat kewilayahan bila mulai kesulitan memperoleh pasokan. Bagi pemerintah, pekerjaan rumahnya lebih besar: memastikan peta rawan benar-benar diperbarui, distribusi darurat siap, dan solusi air baku jangka panjang tidak berhenti di meja pembahasan. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Tiga Wisatawan Hilang di Pantai Karangpapak, Berawal dari Upaya Menolong Teman

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Suasana wisata di Pantai Karangpapak Santolo,...

Pabrik Uang Palsu di Tasikmalaya Terbongkar, Warga Tak Pernah Curiga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebuah usaha percetakan di kawasan Cipedes,...

Air Bersih Pangandaran: BPBD Salurkan 5.000 Liter ke 75 Warga Batukaras

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Distribusi air bersih Pangandaran berlanjut di tengah musim...

Penertiban PKL Dadaha Dijadwalkan 26 Agustus, Tenggat Pengosongan Berakhir

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penertiban PKL Dadaha di area jogging track...

Oknum Aparat dan Ormas Diduga Bekingi Miras di Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten...

JAWA BARAT

Ceceran Minyak Karawang Ditemukan di Dua Pesisir, PHE ONWJ Tak Temukan Kebocoran Fasilitas

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Temuan ceceran minyak Karawang dilaporkan di perairan Tanjungpakis...

PSEL Kota Bekasi Dijadwalkan Groundbreaking 26 Agustus, Ditargetkan Rampung 18 Bulan

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pembangunan PSEL Kota Bekasi dijadwalkan memasuki tahap...

Skuad Persib 2026/2027 Berisi 32 Pemain, 12 Legiun Asing untuk Empat Kompetisi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Persib Bandung memperkenalkan skuad Persib 2026/2027 yang...

Dana BOP Rp2,5 Miliar, Siswa Aktif Ternyata Hanya Hitungan Jari

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Ada yang janggal dalam penyaluran...

Harpernas 2026, Rumah Layak Huni Indramayu Tertinggi di Jabar; 2.200 Rutilahu Ditargetkan Dibedah

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Peringatan Hari Perumahan Nasional (Harpernas), Selasa, 25 Agustus...

Perubahan RKPD Purwakarta 2026 Berlaku, Jadi Acuan Penyusunan APBD Perubahan

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA.  Perubahan RKPD Purwakarta 2026 tercatat sebagai salah...

Eagle Fight Championship Digelar di Cirebon 23 Agustus, 80 Petarung Dijadwalkan Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Eagle Fight Championship dijadwalkan digelar di Wahaha...

Sumedang Swimming Sprint Masuki Hari Terakhir 23 Agustus, 1.556 Atlet Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Sumedang Swimming Sprint KA IV dijadwalkan memasuki...

Olahraga

Popular Categories