lintaspriangan.com, BERITA SUBANG. Jasad bayi di Subang ditemukan terkubur dangkal di wilayah Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Senin pagi, 13 Juli 2026. Penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki itu mengejutkan warga yang sebelumnya tidak mengetahui apa yang tersimpan di dalam tanah tersebut.
Di balik penemuan itu, masih ada pertanyaan besar yang belum terjawab: apakah bayi meninggal sebelum dilahirkan atau setelah kelahiran? Polisi belum menarik kesimpulan. Seorang perempuan berusia 18 tahun telah diperiksa, sedangkan jasad bayi dibawa untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Warga Menemukan Jasad Terkubur Dangkal
Penemuan bermula sekitar pukul 08.30 WIB di salah satu pekarangan rumah di Desa Rancadaka. Seorang warga melihat kondisi tanah yang mencurigakan, kemudian menemukan jasad bayi yang dikuburkan secara dangkal.
Informasi mengenai penemuan tersebut dengan cepat menyebar di lingkungan warga dan kanal media sosial lokal Subang. Aparat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, petugas medis, serta kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengevakuasi jasad bayi.
Kapolsek Pusakanagara Kompol Jusdijachlan menjelaskan bayi yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki. Tali pusarnya disebut masih menempel ketika jasad ditemukan.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengetahui orang yang melahirkan sekaligus pihak yang menguburkan bayi tersebut.
Dari pemeriksaan awal, polisi meminta keterangan seorang perempuan berinisial J yang berusia 18 tahun. Perempuan tersebut diduga merupakan ibu kandung bayi.
Namun, proses penyelidikan masih berlangsung. Karena itu, status hukum perempuan tersebut belum dapat disimpulkan sebelum ada keterangan resmi lanjutan dari kepolisian.
Kepada polisi, J mengaku melahirkan seorang diri di dalam kamar pada Sabtu, 11 Juli 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Ia menyatakan bayi tidak bernapas dan tidak menangis saat dilahirkan.
Keterangan tersebut masih berupa pengakuan pihak yang diperiksa. Polisi membutuhkan hasil pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi bayi ketika dilahirkan.
Penyebab Kematian Belum Dipastikan
Berdasarkan keterangan sementara, bayi kemudian dikuburkan pada Sabtu sore tanpa diketahui pihak keluarga. Perempuan tersebut mengaku takut keluarganya mengetahui kelahiran itu dan merasa malu menghadapi lingkungan sekitar.
Namun, rasa takut dan pengakuan pribadi belum cukup menjawab penyebab kematian dalam kasus jasad bayi di Subang tersebut.
Penyidik masih harus memastikan apakah bayi dilahirkan dalam kondisi meninggal, meninggal setelah dilahirkan, atau terdapat faktor lain yang menyebabkan kematian.
Untuk mendapatkan kepastian secara medis, jasad bayi dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui waktu dan penyebab kematian secara lebih jelas.
Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk perempuan yang diduga sebagai ibu kandung bayi serta pria yang disebut sebagai ayah bayi.
Hingga informasi terakhir, kepolisian masih mengumpulkan keterangan dan belum mengumumkan hasil akhir penyelidikan maupun penetapan tersangka.
Kasus penemuan jasad bayi di Subang tersebut tidak hanya menyisakan persoalan hukum. Peristiwa ini juga memperlihatkan kemungkinan adanya kehamilan yang disembunyikan, tekanan sosial, ketakutan terhadap keluarga, serta ketiadaan pertolongan saat proses persalinan.
Meski demikian, seluruh latar belakang itu tetap harus dibuktikan. Penyelidikan tidak boleh berhenti pada satu pengakuan. Hasil pemeriksaan medis, kesaksian, dan rangkaian bukti dibutuhkan agar kematian bayi dapat dijelaskan secara terang.
Ikuti Lintas Priangan melalui Google dan Channel WhatsApp untuk mendapatkan berita Subang terbaru serta perkembangan penting dari berbagai daerah di Jawa Barat. (AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
