Hasil pemantauan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Ciamis menunjukkan kenaikan harga terutama dipicu berkurangnya pasokan akibat pengaruh cuaca. Di sisi lain, beberapa komoditas kebutuhan pokok lainnya justru masih stabil, bahkan ada yang mengalami penurunan harga.
Harga Cabai Ciamis Naik, Pasokan Dipengaruhi Musim Kemarau
Kepala Bidang Perdagangan DKUKMP Kabupaten Ciamis, Wahyu Ghifari, mengatakan komoditas yang paling terdampak saat ini adalah cabai dan bawang merah.
Menurutnya, kedua komoditas tersebut sangat bergantung pada kondisi produksi di tingkat petani sehingga perubahan cuaca berpengaruh langsung terhadap pasokan di pasar.
“Hasil pemantauan kami menunjukkan bawang merah dan cabai mengalami kenaikan harga. Beberapa jenis sayuran juga mulai naik, sedangkan komoditas lain masih relatif stabil,” kata Wahyu, Senin (13/7/2026).
Meski demikian, tidak semua bahan pangan mengalami kenaikan. Harga daging ayam ras justru turun dari kisaran Rp38 ribu menjadi sekitar Rp36 ribu per kilogram, sementara harga telur masih cenderung stabil.
DKUKMP menyebut perkembangan harga terus dipantau dengan mengacu pada harga acuan yang ditetapkan Badan Pangan Nasional agar fluktuasi tetap berada dalam batas yang wajar.
DKUKMP Pastikan Kondisi Pasar Ciamis Masih Terkendali
Selain memantau harga, DKUKMP juga mencermati dinamika perdagangan yang muncul di lapangan, termasuk maraknya penjualan ayam pejantan melalui kendaraan keliling dengan harga lebih murah dibandingkan pasar tradisional.
Fenomena tersebut sempat menjadi perhatian karena memunculkan perbedaan harga di tingkat konsumen.
Namun, berdasarkan hasil koordinasi dengan para pelaku usaha, ayam yang dijual berasal langsung dari peternakan di luar daerah sehingga memiliki struktur biaya dan harga yang berbeda.
“Kami sudah berkomunikasi dengan para pelaku usaha dan mereka cukup kooperatif. Ke depan koordinasi akan terus dilakukan agar kondisi pasar tetap kondusif dan persaingan usaha berjalan sehat,” jelas Wahyu.
Ia menambahkan, tugas DKUKMP berfokus pada pemantauan dan pengawasan stabilitas harga di pasar, sedangkan pengelolaan stok serta ketersediaan pasokan menjadi kewenangan perangkat daerah yang membidangi sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, pemerintah akan terus melakukan pemantauan rutin bersama instansi terkait.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan kebutuhan pokok masih tersedia dan kondisi pasar hingga saat ini dinilai tetap terkendali.
“Selama ini kondisi pasar masih terkendali. Kami akan terus memantau perkembangan harga sehingga apabila terjadi gejolak dapat segera dikoordinasikan dengan pihak terkait,” pungkasnya. (FSL/HS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
