lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Di tengah tantangan sektor pertanian yang dihadapkan pada persoalan regenerasi petani hingga distribusi pupuk, Kabupaten Ciamis justru mengklaim telah melangkah lebih jauh dan telah mencapai Swasembada Pangan, Ciamis Tak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah sendiri, Ciamis disebut telah memasok berbagai komoditas ke luar daerah. Kini, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang sebagai peluang baru yang berpotensi memperluas pasar hasil pertanian lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, saat membuka Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 Kabupaten Ciamis di Lapangan Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Senin (13/7/2026).
Menurut Herdiat, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Sekitar 65 persen masyarakat Ciamis menggantungkan mata pencahariannya pada sektor tersebut sehingga ketahanan pangan menjadi salah satu kekuatan utama kabupaten ini.
Swasembada Pangan Ciamis Dinilai Jadi Modal Hadapi Program MBG
Herdiat mengatakan Ciamis saat ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakatnya, tetapi juga menghasilkan komoditas lain yang dipasarkan ke berbagai daerah.
“Kita sudah swasembada. Bukan hanya beras, hasil peternakan seperti daging ayam juga sudah dikirim ke luar daerah. Ini menunjukkan sektor pertanian kita memiliki potensi yang sangat besar,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berpotensi menciptakan permintaan baru terhadap berbagai komoditas pertanian lokal, mulai dari sayuran, buah-buahan, telur, hingga produk pangan lainnya.
Meski pelaksanaan program tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan teknis, Herdiat optimistis MBG dapat menjadi peluang bagi petani untuk memperluas akses pasar.
“Mudah-mudahan program ini terus diperbaiki sehingga petani Ciamis tidak lagi kesulitan mencari pasar untuk sayur dan buah. Untuk beras dan ikan, Alhamdulillah kita masih surplus,” ujarnya.
Regenerasi Petani Masih Menjadi Tantangan
Selain peluang pasar, Herdiat juga menyoroti persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang menurutnya masih perlu dibenahi.
Ia mendorong petani mulai memanfaatkan pupuk organik karena dinilai lebih efisien sekaligus mampu meningkatkan kualitas hasil pertanian dalam jangka panjang.
Di sisi lain, regenerasi petani disebut menjadi tantangan yang tidak kalah penting.
Menurut Herdiat, keberlanjutan sektor pertanian akan sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda yang mampu mengelola pertanian dengan pendekatan modern dan berbasis teknologi.
“Jangan sampai lahan pertanian tetap ada, tetapi tidak ada lagi yang mengelolanya. Kita harus mampu menarik minat generasi muda menjadi petani yang modern, inovatif, dan sejahtera,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Jawa Barat, Otong Wiranta, mengapresiasi konsistensi Kabupaten Ciamis yang setiap tahun mampu menyelenggarakan Hari Krida Pertanian secara mandiri dan swadaya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para pelaku sektor pertanian, tetapi juga wadah memperkuat kolaborasi, meningkatkan kapasitas petani, sekaligus mempromosikan potensi pertanian daerah.
Dalam kesempatan yang sama, KTNA Jawa Barat juga memberikan penghargaan kepada Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah atas dukungannya terhadap pengembangan budidaya jagung yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan luas tanam serta penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis. (FSL/HS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
