lintaspriangan.com, BERITA SUBANG. Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang mulai menjadi perhatian menjelang berakhirnya masa jabatan Asep Nuroni pada 2026. Pemerintah Kabupaten Subang memastikan pengisian jabatan birokrasi tertinggi di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) itu akan dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka (open bidding). Di tengah persiapan tersebut, sejumlah nama pejabat eselon II mulai ramai diperbincangkan sebagai kandidat potensial untuk menduduki kursi Sekda.
Meski proses seleksi resmi belum dimulai, dinamika di lingkungan birokrasi Subang mulai memunculkan berbagai prediksi mengenai figur yang dinilai memiliki pengalaman, rekam jejak, dan kapasitas memimpin roda pemerintahan daerah.
Open Bidding Disiapkan, Sekda Baru Ditargetkan
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menyatakan pemerintah daerah akan segera menggelar seleksi terbuka untuk mengisi jabatan Sekda yang akan ditinggalkan Asep Nuroni.
Menurutnya, proses tersebut dipercepat agar Sekda definitif sudah dapat ditetapkan ketika masa jabatan pejabat saat ini berakhir.
Jabatan Sekda memiliki posisi strategis sebagai koordinator birokrasi pemerintahan daerah. Selain membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan, Sekda juga bertanggung jawab mengoordinasikan pelaksanaan program seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Karena itu, proses seleksi diperkirakan akan berlangsung ketat dengan mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, integritas, hingga rekam jejak kepemimpinan setiap kandidat. 1
Lima Nama Mulai Ramai Dibicarakan
Seiring mendekatnya masa seleksi, sedikitnya lima nama pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang mulai disebut-sebut sebagai kandidat yang memiliki peluang mengikuti bursa Sekda.
1. Rona Mairansyah
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Subang ini menjadi salah satu nama yang paling sering muncul dalam berbagai pembahasan.
Rona dinilai memiliki pengalaman memimpin sejumlah perangkat daerah, kemampuan manajerial, serta jaringan birokrasi yang luas. Rekam jejaknya memimpin beberapa OPD menjadi salah satu modal yang dianggap cukup kuat.
2. Rahmat Effendi
Saat ini menjabat Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat, dan Hukum.
Rahmat dikenal memiliki pengalaman panjang di pemerintahan daerah, mulai dari camat hingga memimpin sejumlah dinas sebelum dipercaya menjadi Asda I. Posisinya yang dekat dengan koordinasi lintas OPD membuat namanya masuk dalam bursa calon Sekda.
3. Yeni Nuraeni
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Subang ini menjadi satu-satunya figur perempuan yang ramai diperbincangkan.
Pengalamannya mengelola pendapatan daerah dinilai menjadi nilai tambah, terutama dalam menghadapi tantangan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengelolaan anggaran pemerintah.
4. Dikdik Solihin
Nama Kepala DPMPTSP Subang juga ikut mengemuka.
Dikdik dinilai memiliki pengalaman dalam sektor pelayanan perizinan dan investasi, dua bidang yang menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Subang seiring berkembangnya kawasan industri dan investasi di wilayah tersebut.
5. Heri Sopandi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang juga masuk dalam daftar figur yang diperbincangkan.
Pengalamannya memimpin salah satu perangkat daerah dengan organisasi dan anggaran besar dinilai menjadi modal kepemimpinan yang tidak bisa diabaikan dalam bursa Sekda.
Seleksi Ditentukan Kompetensi, Bukan Spekulasi
Meski sejumlah nama mulai ramai diperbincangkan, hingga kini Pemerintah Kabupaten Subang belum menetapkan siapa saja yang akan mengikuti seleksi terbuka secara resmi.
Sesuai ketentuan, pengisian jabatan Sekda dilakukan melalui mekanisme open bidding dengan penilaian berdasarkan kompetensi, pengalaman jabatan, integritas, kepemimpinan, hingga persyaratan administratif sesuai regulasi yang berlaku.
Artinya, seluruh nama yang saat ini berkembang masih sebatas dinamika dan spekulasi publik menjelang dimulainya proses seleksi.
Sekda Baru Akan Hadapi Tantangan Besar
Siapa pun yang nantinya terpilih akan menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Selain mengoordinasikan ribuan ASN, Sekda baru juga dituntut mampu memastikan program prioritas kepala daerah berjalan efektif, menjaga stabilitas birokrasi, mempercepat pelayanan publik, hingga mengawal masuknya investasi di Kabupaten Subang yang terus berkembang sebagai salah satu kawasan strategis di Jawa Barat.
Karena itu, bursa Sekda Subang kali ini diperkirakan tidak hanya menjadi ajang pergantian pejabat, tetapi juga menjadi penentu arah birokrasi Kabupaten Subang dalam beberapa tahun ke depan. (HS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
