WTP Kuningan 2025 Disorot, PAD Meleset Hampir Rp100 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. WTP Kuningan 2025 menjadi sorotan setelah Kabupaten Kuningan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Capaian itu menjadi kabar baik, tetapi belum menutup catatan besar pada sektor Pendapatan Asli Daerah atau PAD.

Sorotan muncul karena PAD Kabupaten Kuningan tahun 2025 hanya terealisasi sekitar Rp379,88 miliar dari target sekitar Rp479,04 miliar. Artinya, ada selisih hampir Rp99,16 miliar dari target yang tidak tercapai. Angka ini membuat WTP Kuningan 2025 tidak hanya dibaca sebagai prestasi administratif, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk menilai kembali kemandirian fiskal daerah.

Kembali WTP Setelah Sempat WDP

BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas LKPD Tahun 2025 kepada 27 pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat pada Kamis, 25 Juni 2026, di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Bandung. Dari 27 pemda, 25 memperoleh opini WTP, sementara Kota Bandung mendapat WDP dan Kabupaten Bekasi mendapat TMP atau Tidak Memberikan Pendapat.

Bagi Kuningan, opini WTP tahun ini punya makna khusus. Sebab, pada LKPD Tahun 2024, Kabupaten Kuningan sebelumnya memperoleh opini WDP PSH atau Wajar Dengan Pengecualian dengan Penekanan Suatu Hal. Dalam siaran pers BPK Jabar saat itu, pengecualian antara lain berkaitan dengan akun kas dan belanja tidak terduga.

Dengan latar itu, WTP Kuningan 2025 dapat dibaca sebagai tanda adanya perbaikan dalam penyajian laporan keuangan. Namun, WTP bukan berarti seluruh pekerjaan fiskal daerah sudah selesai. BPK sendiri menjelaskan bahwa pemeriksaan laporan keuangan bertujuan memberikan opini tentang kewajaran penyajian laporan keuangan, bukan semata-mata untuk mengungkap seluruh penyimpangan atau fraud dalam pengelolaan keuangan.

Di titik inilah sorotan DPRD menjadi penting. WTP memang menunjukkan laporan keuangan dinilai wajar secara standar pemeriksaan, tetapi publik tetap berhak bertanya: apakah APBD sudah cukup kuat membiayai pembangunan, pelayanan publik, dan kebutuhan dasar warga?

PAD Meleset, Kemandirian Fiskal Jadi PR

Catatan paling menonjol datang dari sektor PAD. JDIH DPRD Kuningan mencatat Pemkab Kuningan baru merealisasikan PAD tahun 2025 sebesar Rp379 miliar atau 79,30 persen dari target Rp479 miliar. Pada saat yang sama, pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi masih mendominasi, yakni sekitar Rp2,21 triliun.

Fraksi Gerindra DPRD Kuningan juga mengingatkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan tidak cukup diukur dari opini WTP. Menurut fraksi tersebut, APBD harus benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, perluasan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, dan penguatan kemandirian fiskal daerah. Gerindra juga menyoroti PAD yang hanya terealisasi Rp379,88 miliar dari target Rp479,05 miliar atau sekitar 79,30 persen.

Sorotan lain datang dari Fraksi Golkar. Fraksi ini menilai realisasi pajak daerah masih perlu dibenahi karena baru mencapai 87,84 persen. Beberapa jenis pajak juga tercatat rendah, seperti pajak mineral bukan logam dan batuan atau MBLB sekitar 25 persen serta pajak air tanah 44,81 persen.

Fraksi PKS memberi tekanan lebih tajam pada selisih target dan realisasi PAD. Mereka mencatat selisih hampir Rp99,16 miliar itu menunjukkan masih lemahnya kualitas perencanaan, pemetaan potensi pendapatan, dan pengawasan terhadap sumber-sumber PAD. PKS juga menyoroti ketergantungan pendapatan daerah terhadap transfer pusat dan provinsi yang disebut mencapai sekitar 83,8 persen.

Dengan demikian, masalah utama Kuningan bukan sekadar sudah WTP atau belum WTP. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah bagaimana opini WTP itu diterjemahkan menjadi tata kelola pendapatan yang lebih kuat, pajak dan retribusi yang lebih tertib, serta belanja daerah yang lebih terasa manfaatnya bagi warga.

Pekerjaan rumah Pemkab Kuningan kini cukup jelas. Basis data pajak dan retribusi perlu diperbarui, pengawasan potensi kebocoran penerimaan harus diperkuat, pemanfaatan aset daerah perlu dioptimalkan, dan belanja publik harus semakin berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Jika tidak, WTP hanya akan berhenti sebagai kabar baik tahunan. Bagus di laporan, tetapi belum tentu lega di lapangan. Padahal bagi warga, ukuran paling sederhana dari APBD bukan hanya opininya, melainkan manfaatnya. (AS)

🏆 Tebak Final 2026 • Masih dibuka

Kuis Piala Dunia 2026

Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

⏱️ Deadline: 2026-07-19 23:59:00 WIB 🛡️ Anti duplikat 📊 Ranking otomatis
Gabung Channel WhatsApp Lintas Priangan
Dapatkan update berita terbaru, isu lokal penting, dan informasi pilihan langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Channel WhatsApp

Berita lainnya:

Pernikahan Kiai Kuningan Viral, Dua Istri Duduk di Pelaminan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pernikahan Kiai Kuningan menjadi sorotan publik setelah sebuah video prosesi akad dan resepsi beredar luas di media sosial....

Wabup Kuningan Akui Punya 4 Dapur, Suaminya Kerabat Dadan Hindayana

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Nama Wabup Kuningan Tuti Andriani atau Amih Tuti ikut menjadi sorotan setelah mantan Kepala Badan Gizi Nasional atau...

Dugaan Gratifikasi Dana Pokir Kuningan Rp1,265 Miliar Dilaporkan ke KPK

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Dugaan gratifikasi dana pokir Kuningan senilai Rp1,265 miliar mulai menyita perhatian publik setelah persoalan tersebut dilaporkan ke sejumlah...

Terbaru

Skornya Bikin Iri Daerah Lain, Kabupaten Tasikmalaya Terbaik se-Indonesia

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabupaten Tasikmalaya masuk daftar nasional terbaru yang dirilis...

Perairan Pangandaran Capai 2,3 Meter, BMKG Minta Wisatawan Waspada

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Wisatawan yang berlibur ke kawasan pantai Pangandaran...

BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi Perairan Garut, Pantai Santolo Perlu Waspada

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat yang...

Diki Samani: Temuan BPK di Garut Jangan Selesai dengan Pengembalian Uang

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Narasi bahwa temuan BPK di sejumlah kecamatan di Kabupaten...

Diduga lakukan Pemerasan di Ciamis, Empat Orang Saat ini diamankan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Dugaan praktik pemerasan di Ciamis, mencatut...

Piala Dunia 2026

Prediksi Skor Meksiko vs Inggris: Tuan Rumah Punya Modal Mengejutkan

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Prediksi Skor Meksiko vs Inggris menjadi...

Brazil vs Norwegia: Laga Melawan Trauma

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Brazil vs Norwegia bukan sekadar laga babak...

Brazil vs Norwegia: Neymar Siap Beraksi?

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Brazil vs Norwegia menjadi salah satu laga...

Hasil Paraguay vs Perancis: Penakluk Jerman Dikubur Penalti Mbappe

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Hasil Paraguay vs Perancis pada babak...

Hasil Kanada vs Maroko 0-3: Statistik Tidak Menolong, Maroko Kejam!

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Hasil Kanada vs Maroko menjadi malam...

Daerah lainnya

Cirebon Siaga Kekeringan, 31 Desa Masuk Zona Merah

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Kabupaten Cirebon memasuki masa siaga kekeringan. Pemerintah daerah...

Detik-detik Tabrakan Beruntun 6 Kendaraan di Bogor, Polisi Bongkar Dugaan Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR – Suasana di kawasan perlintasan kereta...

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Warga dan Kapal di Selat Sunda Diminta Waspada

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali...

Ancaman Kekeringan Cianjur Makin Nyata, 201 Hektare Sawah Masuk Zona Rawan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Ancaman kekeringan menghantui lahan pertanian Cianjur...

Perspektif

Popular Categories