Sadis! Balita di Bekasi Tewas dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa 10 Saksi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Kasus balita di Bekasi yang tewas dengan luka tusuk menggegerkan warga Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Korban yang masih berusia sekitar dua tahun ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan pada Rabu malam, 27 Mei 2026.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh nenek korban. Saat itu, ia pulang ke kontrakan sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah masuk ke rumah, ia melihat korban sudah tergeletak di dalam kontrakan.

Di lokasi yang sama, polisi juga menemukan seorang pria berusia 18 tahun dalam kondisi terluka. Pria tersebut disebut sebagai paman korban. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Balita di Bekasi Ditemukan di Jatisampurna

Kasus balita tewas di Jatisampurna ini langsung menjadi perhatian warga. Polisi bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dari pemeriksaan awal, korban ditemukan dengan luka tusuk dan luka sayatan pada tubuhnya. Namun, polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir terkait penyebab pasti kematian korban.

Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, publik diminta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

Polisi Periksa 10 Saksi

Kasus ini kini ditangani Polres Metro Bekasi Kota. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah saksi.

Menurut polisi, saksi yang dimintai keterangan berasal dari keluarga korban dan warga sekitar. Jumlah saksi yang sudah diperiksa berkisar 8 hingga 10 orang.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk menyusun kronologi kejadian. Selain itu, polisi juga menelusuri aktivitas para penghuni kontrakan sebelum korban ditemukan tewas.

Penyidik turut mengamankan beberapa barang bukti dari lokasi kejadian. Barang bukti itu antara lain pakaian korban, pisau, dan rekaman CCTV di sekitar kontrakan.

Polisi Analisis CCTV di Kontrakan

Rekaman CCTV menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan. Melalui rekaman itu, polisi berupaya melihat pergerakan orang di sekitar kontrakan Jatirangga Kota Bekasi sebelum dan sesudah kejadian.

Sementara itu, dugaan keterlibatan paman korban masih didalami. Polisi belum dapat memeriksanya secara lengkap karena ia masih menjalani perawatan medis.

Pada tahap awal, polisi juga menelusuri kondisi paman korban sebelum kejadian. Keterangan ini masih menjadi bagian dari penyelidikan, sehingga belum bisa dipakai sebagai kesimpulan tentang motif.

Karena itu, penyidik belum menyimpulkan motif dalam kasus ini. Polisi juga belum menetapkan kesimpulan final terkait peran pria tersebut dalam peristiwa yang menewaskan korban.

Warga Jatirangga Geger

Informasi awal menyebut korban tinggal di kontrakan bersama anggota keluarganya. Saat kejadian, nenek korban disebut sedang berada di luar kontrakan untuk mencari nafkah.

Warga sekitar mengaku terkejut dengan peristiwa tersebut. Kejadian ini menyisakan duka mendalam, terutama karena korban masih berusia balita.

Meski demikian, polisi meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian. Seluruh keterangan saksi, barang bukti, dan hasil pemeriksaan medis masih harus dicocokkan.

Bagi warga sekitar, peristiwa ini terasa memilukan karena terjadi di kawasan permukiman. Lingkungan yang biasanya berjalan normal mendadak ramai setelah aparat dan warga mendatangi lokasi kejadian.

Kasus ini juga menjadi perhatian karena korban masih anak-anak. Karena itu, polisi perlu memastikan seluruh proses berjalan hati-hati, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga analisis barang bukti.

Di sisi lain, warga diminta menunggu keterangan resmi kepolisian. Informasi yang belum terverifikasi dapat memperkeruh keadaan, terutama karena kasus ini melibatkan keluarga dan korban anak.

Hingga Kamis, 28 Mei 2026, Polres Metro Bekasi Kota masih melanjutkan penyelidikan. Polisi juga menunggu kondisi paman korban membaik agar pemeriksaan bisa dilakukan secara lebih lengkap.

Kasus balita di Bekasi ini menjadi sorotan karena terjadi di lingkungan keluarga dan berada di kawasan permukiman. Polisi memastikan penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap penyebab kematian korban secara terang.

Warga berharap kasus tersebut segera terungkap. Mereka juga berharap aparat dapat memastikan pihak yang bertanggung jawab sesuai proses hukum. Dengan begitu, keluarga korban mendapat kepastian hukum dan warga tidak terus dihantui kabar yang simpang siur. (AS)


Baca Berita Daerah Jawa Barat lainnya di Google News

๐Ÿ† Tebak Final 2026 โ€ข Masih dibuka

Kuis Piala Dunia 2026

Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

โฑ๏ธ Deadline: 2026-07-19 23:59:00 WIB ๐Ÿ›ก๏ธ Anti duplikat ๐Ÿ“Š Ranking otomatis
Gabung Channel WhatsApp Lintas Priangan
Dapatkan update berita terbaru, isu lokal penting, dan informasi pilihan langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Channel WhatsApp โžœ

Berita lainnya:

Kebakaran Kedungwaringin Membesar, Pantura Bekasi Sempat Macet Total

lintaspriangan.com,ย BERITAย BEKASI. Kebakaran Kedungwaringin berubah menjadi situasi darurat ketika api membesar di antara tumpukan kayu palet yang mudah terbakar. Kobaran...

Pagar SMPN 6 Tambun Utara Digembok, Wali Murid Protes SPMB

lintaspriangan.com,ย BERITAย BEKASI.ย Pagar SMPN 6 Tambun Utara di Kabupaten Bekasi digembok sejumlah orang tua calon murid, Rabu pagi, 15 Juli 2026....

Kerusakan Jembatan CBL Bekasi Disorot Lagi, Warga Swadaya Patungan Rp10 Juta

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Lebih dari satu dekade menunggu perbaikan, harapan warga di sekitar Jembatan Cikarang Bekasi Laut (CBL) akhirnya...

Terbaru

Pelajaran dari Gunung Gembok Kota Banjar: Pematangan Lahan atau Tambang?

lintaspriangan.com,ย BERITAย BANJAR.ย Gunung Gembok Kota Banjar menyimpan pertanyaan yang jawabannya tidak...

Catatan Pasca Liburan: Jumlah Wisatawan Pangandaran Membludak, Bagaimana dengan Daya Dukung?

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Jumlah wisatawan Pangandaran melonjak selama libur sekolah...

Kekeringan di Kota Tasikmalaya: 98 Titik Rawan Krisis Air

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย  Air mungkin masih mengalir di sebagian rumah....

Cara Mengajukan Bantuan Air Bersih di Ciamis Saat Kemarau

lintaspriangan.com,ย BERITAย CIAMIS. Bantuan air bersih di Ciamis dapat diajukan ketika...

7.000 Anak Putus Sekolah di Kota Tasikmalaya, Kemiskinan Jadi Musuh Terbesar Pendidikan

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak 7.000 anak di Kota Tasikmalaya tercatat...

Piala Dunia 2026

Final Piala Dunia 2026: Jadwal Argentina vs Spanyol

lintaspriangan.com,ย PIALA DUNIA 2026. Argentina vs Spanyol akan menjadi pertarungan...

Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Messi Kubur Mimpi Inggris

lintaspriangan.com,ย BERITA OLAHRAGA. Tujuh menit. Hanya selama itulah Argentina mengubah...

Messi Hadapi Inggris untuk Pertama Kali di Usia 39 Tahun

lintaspriangan.com,ย BERITA OLAHRAGA. Messi hadapi Inggris untuk pertama kalinya sepanjang...

Spanyol Samai Rekor Italia, 37 Laga Tanpa Kalah

lintaspriangan.com,ย BERITA OLAHRAGA. Spanyol samai rekor Italia setelah memperpanjang catatan...

Jadwal Inggris vs Argentina, Penentu Lawan Spanyol di Final

lintaspriangan.com,ย BERITA OLAHRAGA. Panggung terakhir menuju final telah disiapkan. Inggris...

Daerah lainnya

Keluarga Ungkap Kronologi Mahasiswi Unisba Hilang

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG.ย  Kasus mahasiswi Unisba hilang asal Cicalengka, Kabupaten...

Kebakaran Kedungwaringin Membesar, Pantura Bekasi Sempat Macet Total

lintaspriangan.com,ย BERITAย BEKASI. Kebakaran Kedungwaringin berubah menjadi situasi darurat ketika api...

Pagar SMPN 6 Tambun Utara Digembok, Wali Murid Protes SPMB

lintaspriangan.com,ย BERITAย BEKASI.ย Pagar SMPN 6 Tambun Utara di Kabupaten Bekasi digembok...

Rusun MBR Kiaracondong Dibangun, 1.000 Unit Tanpa APBN

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Rusun MBR Kiaracondong segera dibangun di kawasan...

Perspektif

Popular Categories