Kekeringan di Kota Tasikmalaya: 98 Titik Rawan Krisis Air

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Air mungkin masih mengalir di sebagian rumah. Sumur juga belum seluruhnya mengering. Namun, ancaman kekeringan di Kota Tasikmalaya mulai bergerak mendekati permukiman warga. Sebanyak 98 titik kini masuk peta rawan krisis air bersih.

Hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya per 8 Juli 2026 menunjukkan, titik rawan tersebut tersebar di 12 kelurahan pada lima kecamatan. Wilayah yang dipetakan mencakup 7.287 kepala keluarga atau sekitar 27.825 jiwa.

Data itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya Budi Martanova pada Selasa, 14 Juli 2026. Temuan tersebut menjadi dasar BPBD mengusulkan penetapan status siaga darurat kekeringan kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Status siaga diperlukan untuk memperkuat koordinasi, menyiapkan armada, serta mempercepat distribusi air apabila dampak kemarau terus meluas. Meski demikian, status siaga bukan berarti seluruh Kota Tasikmalaya telah mengalami kekeringan ekstrem.

Sebaran 98 Titik Rawan Kekeringan

Berdasarkan data BPBD yang diberitakan TIMES Indonesia dan diperkuat detikJabar, Mangkubumi menjadi kecamatan dengan potensi dampak paling besar.

Kelurahan Karikil menempati posisi teratas. Wilayah ini memiliki 33 titik rawan yang mencakup 2.281 kepala keluarga atau sekitar 12.003 jiwa.

Berikut sebaran lengkapnya:

Kecamatan dan kelurahanTitik rawanKepala keluargaPenduduk
Karikil, Mangkubumi332.281 KK12.003 jiwa
Cigantang, Mangkubumi243 KK150 jiwa
Singkup, Purbaratu161.786 KK5.336 jiwa
Sukaasih, Purbaratu2113 KK333 jiwa
Tamansari, Tamansari10662 KK2.440 jiwa
Setiawargi, Tamansari5558 KK1.566 jiwa
Sumelap, Tamansari5116 KK277 jiwa
Cilamajang, Kawalu12757 KK2.420 jiwa
Leuwiliang, Kawalu7172 KK488 jiwa
Urug, Kawalu140 KK120 jiwa
Setianegara, Cibeureum3577 KK2.200 jiwa
Setiajaya, Cibeureum2182 KK492 jiwa
Total987.287 KK27.825 jiwa

Mangkubumi dan Purbaratu patut mendapat perhatian khusus. Kedua kecamatan itu secara gabungan memiliki 53 titik atau sekitar 54 persen dari seluruh titik rawan.

Wilayah tersebut juga mencakup 4.223 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai 17.822 jiwa. Angka itu setara dengan sekitar 64 persen dari keseluruhan penduduk yang masuk cakupan pemetaan BPBD.

Karikil sendiri mencakup sekitar 43 persen dari 27.825 jiwa yang berpotensi terdampak. Dengan konsentrasi sebesar itu, distribusi air, pemeriksaan sumber air dan kesiapan tempat penampungan harus diprioritaskan di wilayah tersebut.

BPBD juga menyebut 59 dari 69 kelurahan di Kota Tasikmalaya memiliki potensi terdampak apabila kemarau berlangsung lebih panjang. Sementara itu, 10 kelurahan lainnya masih relatif aman atau belum menyampaikan laporan kondisi air di wilayahnya.

Angka 59 kelurahan tidak boleh disamakan dengan 98 titik yang telah membutuhkan perhatian. Data pertama menggambarkan wilayah berpotensi terdampak, sedangkan angka 98 merupakan titik rawan yang ditemukan dalam kaji cepat BPBD.

Begitu pula dengan angka 27.825 jiwa. Data tersebut tidak berarti seluruh warga telah kehilangan sumber air. Mereka merupakan penduduk yang tinggal dalam cakupan wilayah rawan dan berpotensi mengalami kesulitan apabila debit air terus menurun.

Bukan Persoalan Baru Setiap Kemarau Datang

Risiko kekeringan di Kota Tasikmalaya bukan persoalan yang muncul secara tiba-tiba. Dokumen resmi RPJMD Kota Tasikmalaya 2025–2029 menyebut bahaya kekeringan terdapat di seluruh wilayah kota, terutama kawasan berbukit di bagian selatan.

Tingkat risikonya berada pada kategori rendah hingga tinggi. Keterangan tersebut sejalan dengan pemetaan terbaru karena Mangkubumi, Kawalu, Tamansari dan Purbaratu berada dalam kelompok wilayah yang paling membutuhkan perhatian. Dokumen itu dapat ditelusuri melalui RPJMD Kota Tasikmalaya 2025–2029.

Ancaman tahun ini juga diperkuat prediksi iklim. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memproyeksikan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau dengan curah hujan di bawah normal.

BMKG juga memperkirakan sebagian besar zona musim menghadapi kemarau lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Puncak kemarau di mayoritas wilayah diprediksi berlangsung pada Agustus 2026.

Sementara itu, BPBD Kota Tasikmalaya menempatkan Juli hingga September sebagai periode yang harus diantisipasi. Artinya, 98 titik yang ditemukan pada awal Juli masih mungkin bertambah apabila hujan tidak turun dan sumber air terus menyusut.

Jejak persoalan serupa bahkan telah tercatat jauh sebelum 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pernah menyebut wilayah Tasikmalaya rawan mengalami krisis air bersih pada musim kemarau.

Badan Geologi kemudian membangun sarana air bersih melalui sumur bor di sejumlah wilayah sulit air. Catatan tersebut dapat ditelusuri melalui publikasi Kementerian ESDM.

Fakta itu menunjukkan bahwa mobil tangki merupakan pertolongan penting, tetapi belum menjadi jawaban terakhir. Distribusi air hanya menyelesaikan kebutuhan warga untuk beberapa hari. Kota Tasikmalaya tetap membutuhkan solusi jangka panjang berupa perlindungan sumber air, perluasan jaringan perpipaan, sumur bor yang memenuhi kajian teknis, serta penambahan tempat penampungan air.

Warga yang mulai mengalami penurunan debit sumur sebaiknya segera melapor kepada ketua RT, kelurahan atau BPBD. Laporan dini diperlukan agar kebutuhan air dapat dipetakan sebelum kondisi berubah menjadi darurat.

Sebab krisis air hampir tidak pernah datang dengan suara gaduh. Ia dimulai dari debit sumur yang mengecil, penampungan yang lebih cepat kosong, lalu antrean jeriken yang semakin panjang. Ketika tanda-tanda itu terlihat, menunggu bukan lagi pilihan yang bijak. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

KONAMI Tasikmalaya Siapkan Pengaduan ke Polda Jabar, Tuntut Evaluasi Kapolres Tasikmalaya Kota

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Komite Nasional Mahasiswa Indonesia (KONAMI) Tasikmalaya...

Santri Tarbiyatul Ummah Tasikmalaya Ditempa Jadi Pemilih Cerdas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. “Mengapa dalam setiap pemilu sering terjadi bagi-bagi uang...

Sumur Bor Setiamulya Mulai Dikerjakan untuk Pasok Air Bersih Warga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sumur bor Setiamulya mulai dikerjakan di Kelurahan...

Persikotas Nusantara Belum Tentukan Kandang Liga 3, Banjar-Ciamis Dijajaki

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Persikotas Nusantara belum menentukan stadion kandang untuk...

Garut Plaza Diaktifkan Kembali, Pemkab Bidik Perdagangan dan UMKM

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Garut Plaza kembali didorong menjadi pusat aktivitas...

JAWA BARAT

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Sampai Bandung, Pemkot Siapkan Mitigasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan langkah...

Surat Edaran Gubernur Jabar, Siaga Abu Vulkanik

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan...

Bandara Husein Sastranegara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau, Estimasi hingga Pukul 16.00 WIB

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Operasional Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung...

200 Becak Listrik Cirebon Dibagikan, Pemkot Siapkan Dukungan Pengisian Daya

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Sebanyak 200 unit becak listrik Cirebon telah...

Kebakaran Lahan Jawa Barat Capai 228,07 Hektare, Sukabumi Terluas

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Luas kebakaran lahan Jawa Barat mencapai 228,07...

Persib vs PSM di GBLA, 2.505 Personel Disiagakan dan Tiga Titik Disekat

lintaspriangan.com, BERITA PERSIB. Sebanyak 2.505 personel disiagakan untuk mengamankan pertandingan...

Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Mulai 6 September untuk Cegah Karhutla

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai di wilayah...

Dentuman Misterius Bandung, Badan Geologi Kaitkan Anak Krakatau, BMKG Sebut Skyquake

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Misteri suara dentuman misterius Bandung yang...

Olahraga

Popular Categories