Ranking 2 di Sekolah, Nisa Mengemis Tiap Malam di Pusat Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย Di bawah cahaya lampu salah satu rumah makan di pusat Kota Tasikmalaya, seorang anak perempuan berdiri pelan. Hijab merah marun menutupi kepalanya. Di sampingnya, adiknya yang lebih kecil memilih diam saat ditanya namanya.

Namanya Nisa. Siswa kelas IV SD.
โ€œSaya ranking 2,โ€ katanya singkat.

Kalimat itu terdengar biasa. Tapi menjadi luar biasa ketika diketahui bahwa hampir setiap malam Nisa mengemis.

Ia tidak bernyanyi seperti pengamen. Tidak menjual apa pun. Tidak beratraksi. Ia benar-benar meminta-minta kepada pengunjung rumah makan.

Dari rumahnya di Bojong, Kota Tasikmalaya, Nisa berjalan kaki sejauh 3โ€“5 kilometer menuju pusat kota. Bersama adiknya, ia menempuh jarak itu hampir setiap malam.

Perjalanan pulang-pergi yang bagi orang dewasa mungkin hanya 10 menit naik motor, bagi Nisa adalah langkah demi langkah di bawah lampu jalan.


Mengemis Sejak Ayahnya Meninggal

Nisa mulai turun ke jalan sekitar 3โ€“4 tahun lalu, setelah ayahnya meninggal dunia. Sejak itu, ia membantu ibunya mencari uang.

โ€œUntuk beli beras,โ€ ucapnya pelan.

Tak ada drama dalam kalimat itu. Tak ada keluhan panjang. Hanya fakta sederhana: ia ingin membantu ibunya agar dapur tetap mengepul.

Siang hari, ia tetap sekolah.
Ia belajar.
Ia berprestasi.

Malam hari, ia berdiri di sudut rumah makan.

Kontras itu seperti dua dunia yang saling bertabrakan dalam tubuh seorang anak kelas IV.

Di sekolah, ia bersaing nilai.
Di jalan, ia bersaing dengan rasa malu.


Bojong dan Ironi Kota

Nisa tinggal di Bojong, Kota Tasikmalaya. Wilayah yang juga dikenal sebagai lokasi tempat tinggal mantan Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman. Ia bahkan mengaku mengenalnya.

Detail kecil yang terasa simbolik.

Seorang anak yang tahu nama mantan wali kota.
Namun tetap berjalan 5 kilometer setiap malam untuk mengemis.

Mungkin ketika sang wali kota masih menjabat, Nisa belum turun ke jalan.
Mungkin ia masih sekadar anak kecil yang bermain di sore hari.

Kini, ia berjalan bukan untuk bermain.
Ia berjalan untuk beras.


Pertanyaan untuk Tasikmalaya

Fenomena anak mengemis di pusat Kota Tasikmalaya bukan hal baru. Namun ketika yang berdiri di sudut itu adalah siswa SD berprestasi, ceritanya menjadi berbeda.

Apakah Dinas Sosial Kota Tasikmalaya mengetahui kondisi ini?
Apakah ada program khusus bagi anak yatim dari keluarga rentan?
Apakah intervensi sosial sudah benar-benar menyentuh yang paling kecil dan paling sunyi?

Seorang anak ranking 2 yang tetap berprestasi meski malamnya mengemis adalah potret ketangguhan. Tapi juga potret celah.

Karena kota yang baik bukan hanya yang membangun jalan dan gedung.
Melainkan yang memastikan anak-anaknya tidak perlu berjalan jauh di malam hari untuk membeli beras.

Dan mungkin yang paling menyentuh bukan fakta bahwa Nisa mengemis.

Melainkan fakta bahwa ia tetap datang ke sekolah esok paginya โ€” membawa buku, bukan menyerah. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Dua Wisatawan Pantai Karangpapak Masih Dicari, Satu Korban Ditemukan Meninggal

lintaspriangan.com,ย BERITA GARUT. Pencarian dua wisatawan Pantai Karangpapak di Kecamatan...

Porseni Madrasah Ciamis Juara Umum Jabar, Pembinaan Diminta Berlanjut

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS. Kontingen Porseni Madrasah Ciamis meraih juara umum...

Kebakaran TPA Nangkaleah Belum Padam, Asap Masuk Permukiman Warga

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย Kebakaran TPA Nangkaleah di Kampung Cioray, Desa Sukasukur,...

Polres Tasikmalaya Bongkar 3 Kasus Curanmor, Modus Kunci Palsu hingga Penadah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polres Tasikmalaya mengungkap tiga kasus pencurian...

Mobil Dinas Wali Kota Tasikmalaya Viral Melaju Kencang Dikawal Patwal, Kenapa?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebuah video yang memperlihatkan mobil dinas...

JAWA BARAT

Pemeriksaan Kecelakaan Puncak Cianjur Temukan Masalah pada Sistem Rem Truk

lintaspriangan.com,ย BERITA CIANJUR. Pemeriksaan kecelakaan Puncak Cianjur menemukan sejumlah masalah...

Polres Subang Tangani 41 Kasus Kekerasan Seksual Anak hingga Agustus 2026

lintaspriangan.com,ย BERITAย SUBANG.ย Polres Subang menangani 41 kasus kekerasan seksual anak Subang...

Festival Kreasi Pagelaran Seni Tampilkan Kisah Endang Dharma di Bandung Hari Ini

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Festival Kreasi Pagelaran Seni Jawa Barat kembali...

Ceceran Minyak Karawang Ditemukan di Dua Pesisir, PHE ONWJ Tak Temukan Kebocoran Fasilitas

lintaspriangan.com,ย BERITAย KARAWANG. Temuan ceceran minyak Karawang dilaporkan di perairan Tanjungpakis...

PSEL Kota Bekasi Dijadwalkan Groundbreaking 26 Agustus, Ditargetkan Rampung 18 Bulan

lintaspriangan.com,ย BERITA BEKASI. Pembangunan PSEL Kota Bekasi dijadwalkan memasuki tahap...

Skuad Persib 2026/2027 Berisi 32 Pemain, 12 Legiun Asing untuk Empat Kompetisi

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Persib Bandung memperkenalkan skuad Persib 2026/2027 yang...

Dana BOP Rp2,5 Miliar, Siswa Aktif Ternyata Hanya Hitungan Jari

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Ada yang janggal dalam penyaluran...

Harpernas 2026, Rumah Layak Huni Indramayu Tertinggi di Jabar; 2.200 Rutilahu Ditargetkan Dibedah

lintaspriangan.com,ย BERITA INDRAMAYU.ย Peringatan Hari Perumahan Nasional (Harpernas), Selasa, 25 Agustus...

Olahraga

Popular Categories